Kabar kurang mengenakkan datang dari perekonomian dalam negeri.  Indonesia lagi-lagi mengalami fase kritis dimana Rupiah ambruk. Perkembangan ekonomi Indonesia bahkan menuai kritikan dari para ekonom dalam negeri. Senada dengan hal tersebut, penguatan mata uang dollar AS terhadap mata uang Rupiah mendapat respon yang kurang mengenakkan dari pakar ekonomi.

Kritik Perkembangan Ekonomi Indonesia Dimata Ahli Ekomoni

Dilansir dari laman Okezone (26/04), Pakar Ekonomi yang berasal dari Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo menuturkan fenomena di atas akan menyebabkan spekulasi dari pelaku bisnis maupun eksportir atas berapa banyak keuntungan yang mereka dapatkan. Dalam hal ini misalnya saja penimbunan dolar bahkan menahan devisa dari hasil ekspor ke luar negeri.

Lantas, sebenarnya bagaimana perkembangan ekonomi Indonesia saat ini? Berikut adalah fakta-faktanya.

  • Beratnya Tekanan Untuk Rupiah

Bila dilihat dari penjelasan ahli ekonomi, Wisnu Wibowo jelas terlihat kritakan yang menuju pada perkembangan ekonomi Indonesia. Penguatan dollar justru dipandang memperberat dan menekan rupiah. Saat ini nilai tukar mata uang Rupiah untuk dolar Amerika Serikat mencapai angka 14 ribu. Bahkan secara tidak langsung ia pun menganggap untuk mengatasi fenomena ini dibutuhkan suatu kebijakan khusus. Kebijakan ini nantinya yang akan mengatur beragam eksportir agar tidak menahan devisa dari hasil ekspor ke luar negeri dan membaliknya ke dalam negeri.

  • Pasokan dollar menipis

Lebih lanjut, selain diperlukan kebijakan khusus, Wisnu menilai saat ini semestinya sudah ada ketentuan yang menyangkut perihal di atas. Masalahnya adalah perkembangan ekonomi Indonesia perlu mendapatkan perhatian. Apabila dolar sekarang tertahan di luar negeri, hal ini akan mengakibatkan dolar dalam negeri akan semakin menipis. Dalam jangka panjang, dolar semakin berkurang sedikit demi sedikit sehingga efeknya harga dollar malah meningkat.

Postcomended   Dr Zakir Naik Kehilangan Kewarganegaraan dalam Pelariannya

Oleh sebab itu, pada saat situasi tersebut, langkah efektif yang semestinya dilakukan ialah dengan meningkatkan pasokan dolar dalam negeri. Cara ini bisa ditempuh dengan memanfaatkan hasil ekspor. Singkat kata, apabila hasil ekspor dapat ditahan dan tidak langsung masuk pasar domestik maka kemungkinan terbesar dolar akan menguat dan rupiah kembali terpuruk.

Postcomended   Siap-siap, iPhone 8 OLED Diluncurkan September

Bila dilihat dari perkembangan ekonomi Indonesia, dari berbagai macam segi sebenarnya potensi ekonomi Indonesia untuk meningkat memang masih terbuka lebar. Apalagi beberapa waktu lalu, kabar mengenai perekonomian Indonesia bisa meningkat membuat masyarakat menjadi sedikit lega. Sayangnya, perekonomian selalu berputar setiap saat termasuk nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar.

Apakah perkembangan ekonomi Indonesia akan mengalami fase terpuruk dari segi ekonomi atau inflasi akan terjadi lagi? Untuk mencegahnya, pastinya pemerintah sudah menentukan langkah dan kebijakan tertentu. Namun perlu diingat, setiap kebijakan yang dibuat perlu mempertimbangkan apakah hal tersebut bersifat sementara ataukah bisa menimbulkan efek jangka panjang kedepannya.

Share the knowledge