Sergei Skripal — the life of a double agent | News | The Times The Times Sergei Skripal, centre, back row, in central Asia in 1977

Sergei Skripal — the life of a double agent | News | The Times The Times Sergei Skripal, centre, back row, in central Asia in 1977

Pemerintah Inggris mengungkapkan, dua ekor babi guinea milik Sergei Skripal ditemukan mati setelah peristiwa serangan agen saraf di rumah Skripal di Salisbury, Inggris. 

Namun mereka diduga mati lebih karena dehidrasi. Sementara itu dua kucing, juga milik Skripal, salah satunya dilaporkan telah di-euthanasia. Kucing ini disebut menderita karena “tertekan”. Informasi ini belakangan dijadikan amunisi pihak Rusia untuk mempertanyakan kejujuran pemerintah Inggris.

Seorang juru bicara di Departemen Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan (Defra), mengatakan, babi guinea yang mati serta kucing yang “tertekan”, ditemukan ketika seorang dokter hewan dapat memasuki rumah Skripal yang telah disegel selama penyelidikan polisi. Defra mengatakan mereka yakin babi guinea mati karena kehausan.

Skripal dan putrinya, Yulia, telah berada di rumah sakit lebih dari sebulan setelah terjadinya serangan agen saraf terhadap mereka, 4 Maret 2018. Informasi terbaru menyebutkan, National Health Service (NHS) Inggris mengatakan kondisi mantan mata-mata Rusia itu kritis tetapi stabil. Kamis (5/4/2018), Yulia merilis pernyataan melalui polisi Metropolitan yang mengatakan dia semakin sehat dari hari ke hari.

Saat ini, perang kata-kata terus berlanjut antara Inggris dan Rusia atas klaim bahwa Kremlin bertanggung jawab atas serangan menggunakan agen saraf novichok. Pada Kamis, dalam debat sengit di Dewan Keamanan PBB, duta besar Rusia di PBB, Vasily Nebenzia, mengatakan bahwa tuduhan Rusia berada di balik keracunan itu sebagai “tidak masuk akal”.

Postcomended   HASIL AKHIR SIDANG HAK PATEN APPLE TERHADAP SAMSUNG. SIAPA YANG MENANG?

Dia juga mempertanyakan apa yang terjadi pada dua kucing dan dua ekor babi guinea Skripal. “Apa yang terjadi pada hewan-hewan ini? Mengapa tidak ada yang menyebut mereka? Kondisi mereka juga merupakan bukti penting,” katanya. Konsentrasi tertinggi novichok dilaporkan ditemukan di pintu depan rumah Skripal.

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova, juga telah mengangkat isu mengenai nasib hewan peliharaan. “Di mana hewan-hewan itu? Bagaimana keadaan mereka? Mengapa pihak Inggris tidak menyebutkan fakta ini? Kami berbicara tentang organisme hidup, dan jika agen beracun digunakan maka organisme hidup pasti menderita?” cecarnya, Rabu.

Postcomended   Markas ‘UFO’ Milik Apple Sudah Mulai Dihuni

Setelah Defra merilis pernyataan tentang kematian hewan, Zakharova terus mengangkat isu bahwa dugaan ada yang ditutup-tutupi oleh otoritas Inggris juga diperluas ke hewan peliharaan Skripal. “Apakah itu praktik normal?” tulisnya dalam postingan di Facebook, seraya mengklaim bahwa marmot dan kucing bisa menjadi “bukti penting dalam kasus keracunan ini”.

Dia juga mengatakan bahwa Porton Down, suatu fasilitas penelitian pemerintah tak jauh dari TKP, telah melakukan percobaan pada babi guinea selama bertahun-tahun. “Semakin banyak yang kita tahu, semakin buruk gambaran terlihat,” sindirnya .

The Sun melaporkan, kucing hitam Skripal bernama Nash Van Drake, dimatikan setelah diuji di Porton Down, di mana dia sebelumnya ditemukan sangat kekurangan gizi. Seorang juru bicara Defra mengatakan, keputusan diambil oleh seorang ahli bedah hewan untuk melakukan euthanasia pada kucing Skripal untuk meringankan penderitaannya. Dia tidak menyebutkan nasib kucing kedua yang disebut bernama Nebenzia.