Internasional

Rusia Buktikan Pembalasannya dengan Usir 59 Diplomat dari 23 Negara

Usir 59 Diplomat dari 23 Negara SINDOnews Rusia Usir 59 Diplomat dari 23 Negara

Usir 59 Diplomat dari 23 Negara SINDOnews Rusia Usir 59 Diplomat dari 23 Negara

Rusia benar-benar membuktikan ancamannya untuk membalas perlakuan negara-negara Barat yang mengusir diplomatnya. Jumat (30/32018), pemerintah negeri Beruang Merah ini mengusir 59 diplomat dari 23 negara, seraya mengatakan pihaknya juga berhak mengambil tindakan terhadap empat negara lainnya. Tindakan ini dilakukan dalam kebuntuan hubungan diplomatik dengan negara-negara blok/pro Barat menyusul peristiwa keracunan gas saraf atas mata-mata Rusia dan putrinya di Inggris.

Rusia mengatakan pihaknya menanggapi apa yang disebut “tuntutan tanpa dasar” terhadap sejumlah diplomatnya untuk meninggalkan banyak negara Barat yang telah bergabung dengan London dan Washington dalam mencela Moskow atas keracunan Sergei Skripal dan putrinya Yulia.

Sehari sebelumnya, Moskow memerintahkan pengusiran 60 diplomat AS dan penutupan konsulat AS di St Petersburg, kota kedua Rusia, sebagai pembalasan atas pengusiran terbesar para diplomat sejak Perang Dingin.

Persiapan tampaknya sedang berlangsung, Jumat, untuk menutup kedutaan AS di St. Petersburg, dengan truk pengangkut terlihat mondar-mandir yang menerima pesanan pizza besar untuk stafnya.

Pada hari yang sama Rusia memanggil utusan senior dari sebagian besar negara-negara lain yang telah mengusir diplomat Rusia, dan mengatakan kepada mereka bahwa Rusia mengusir sejumlah yang sepadan dari mereka.

Atas tuduhan bahwa Rusia menggunakan agen saraf kelas militer di tanah Eropa, pertama sejak Perang Dunia II, Inggris telah mengusir 23 diplomat Rusia. Sebelum kemudian membalas dengan cara sama, Rusia melalui kementerian luar negerinya memanggil Duta Besar Inggris, Laurie Bristow, pada Jumat tersebut, untuk memberitahu bahwa Inggris memiliki satu bulan untuk memotong kontingen diplomatiknya di Rusia dengan ukuran sama dengan pengusiran diplomat Rusia dari Inggris.

Seorang juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris tidak mengatakan berapa banyak diplomat Inggris akan terpengaruh, tetapi mengatakan respon Rusia disesalkan dan (tetap menuduh) Moskow telah melanggar hukum internasional atas pembunuhan mantan mata-mata.

Peristiwa peracunan duo Skripal, telah menyatukan negara-negara blok Barat dalam mengambil tindakan terhadap apa yang dianggapnya sebagai kebijakan permusuhan dari Presiden Vladimir Putin. Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang turut di dalamnya, berharap Putin akan memperbaiki hubungan.

Namun Rusia telah menolak tuduhan Inggris berada di belakang serangan itu. Rusia malah balik menuduh bahwa ini merupakan bagian dari plot Barat yang rumit untuk menyabot hubungan Timur-Barat dan mengisolasi Moskow.

Selain memanggil duta besar Inggris, selama Jumat itu Kementerian Luar Negeri Rusia juga memanggil pejabat kedutaan senior dari Australia, Albania, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Belanda, Denmark, Irlandia, Spanyol, Macedonia, Rumania, serta negara-negara pecahan Rusia di masa Uni Soviet dulu yang kini pro Barat seperti Kroasia, Ukraina, Estonia, Latvia, Lithuania, dan Moldova.(***/reuters)

 

Postcomended   Singapura Pilih Presiden Wanita Melayu-Muslim Pertama

#trump #putin #trump2016 #путин #hillary #republican #donaldtrump #hillaryclinton #conservative #makeamericagreatagain #Сочи2014 #президент #патриот #IOC #АделинаСотникова #trumptrain #Winter2014 #Adelinasotnikova #teamrussia #steal #Sochi2014 #ввп #Winterolympics #Medalist #Vladimirputin #democrat #SochiScandal #liberal #politics #ISU #русский #thief #robbery #maga #wintersports #clinton #feelthebern #победа #figureskating #рф #libertarian #judge #hillaryforprison2016 #политика #bernie #medal #crookedhillary #imwithher #hillary2016 #berniesanders #obama #neverhillary #dankmemes #sportsnews #gop #hillaryforprison #кремль #cringe #election2016 #trumppence2016

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top