Buy me a coffeeBuy me a coffee
Internasional

Rusia Kirim Bomber ke Venezuela, AS Histeris

Share the knowledge

Dua pembom strategis jarak jauh Rusia mendarat di Venezuela, Senin (10/12/2018), yang kontan ditanggapi sinis oleh Washington via Twitter. Hubungan Venezuela dengan Amerika Serikat (AS) kian memanas sejak negara yang dikuasai sayap kiri ini dipimpin mendiang Presiden Hugo Chavez.

Kedatangan dua bomber ini menurut pemerintah Venezuela, seperti dilansir AFP, merupakan bagian dari latihan angkatan udara untuk memperkuat pertahanan negara Amerika Selatan ini. Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, di Twitter-nya menyerang kerja sama tersebut dengan menyebutnya sebagai, “Kasus dua pemerintah korup yang menghambur-hamburkan dana publik… sementara rakyat mereka menderita.”

Kremlin pun balik mengecam tanggapan keras Washington. Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov, mengatakan, ini sangat tidak diplomatis dan menyebut cuitan Pompeo itu “tidak dapat diterima”.

Menjawab tuduhan menghambur-hamburkan dana, Peskov mengatakan: “Kami tidak setuju dengan ini, apalagi mungkin tidak tepat bagi suatu negara membuat pernyataan seperti itu, ketika setengah anggaran pertahanannya dapat memberi makan seluruh Afrika.”

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova, menyerang reaksi AS dengan menyebutnya “histeria” AS atas pesawat pembom. “Hanya dua pesawat dan Departemen Luar Negeri (AS) histeris. Kolega: Anda tidak boleh terlalu stres, ” nyinyirnya di akun Facebook-nya.

Postcomended   Seolah Membenarkan Tudingan AS ihwal Praktik Spionase, Polandia Tangkap Karyawan Huawei

Kementerian Rusia mendesak AS menghitung uang dalam kantongnya sendiri bukannya mengritik keputusan Moskow, dengan mengacu pada pengeluaran AS untuk “anggaran militer kolosal” di Afghanistan, Irak, dan Libya.

Bersama dengan dua pembom Tupolev-160 dan dua pesawat lainnya,  Rusia juga mengirim sekitar 100 pilot dan personel lainnya ke Caracas, ibukota Venezuela. Tupolev-160 adalah pesawat pembom buatan Rusia yang dibuat dengan teknologi supersonik; melebihi kecepatan suara.

Komandan pesawat jarak jauh angkatan udara Rusia, Jenderal Sergei Kobylash, mengatakan, “Latihan akan membantu mereka memahami lebih baik bagaimana pilot Venezuela diorganisasi dan dilatih, (dan) berbagi pengalaman kami dengan mereka.”

Postcomended   Film Disney Remake Tetap Disukai, "Si Raja Singa" Rajai Box Office

Rusia mengirim pesawat itu setelah kunjungan Presiden Venezuela Nicolas Maduro ke Moskow pekan lalu untuk pembicaraan dengan Putin, yang menyatakan dukungan untuk pemerintah sosialis ini.

Hubungan Venezuela-AS

Reuters melaporkan, sejak era mendiang Hugo Chavez, hubungan Venezuela dengan AS cukup berdinamika. Rezim sosialis Venezuela kerap menuding AS sebagai sumber masalah. Jatuhnya nilai uang lokal Venezuela misalnya dituding sebagai perbuatan AS.

Pada Agustus 2017, Presiden Nicolas Maduro menyebut hubungan bilateral negaranya dengan AS dalam situasi terburuk yang pernah ada, meskipun dia mengaku tak hendak memutus sama sekali hubungan dengan AS. Dia justru mengajak presiden AS, Donald Trump, untuk berdialog agar dapat memahami satu sama lain.

Sebelumnya, Trump dengan gaya khasnya menyinggung Venezuela sebagai negara yang kini sarat penduduk miskin dan menderita. “Kami punya banyak pilihan untuk Venezuela, termasuk kemungkinan opsi militer kalau-kalau diperlukan,” ancam Trump.***

Postcomended   Kim Jong Un Beri Sinyal Bisa Jadi "Manusia Roket" Lagi

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top