Rusia Tangkap Mantan Marinir AS, Diduga Balasan atas Penangkapan Maria Butina

Internasional
Share the knowledge

 

Maria Butina (gambar dari Facebook via https://www.theweek.co.uk/95155/maria-butina-alleged-russian-spy-offered-sex-for-political-access)
Maria Butina (gambar dari Facebook via https://www.theweek.co.uk/95155/maria-butina-alleged-russian-spy-offered-sex-for-political-access)

Mantan Marinir Amerika Serikat (AS), Paul Whelan, 48, yang ditahan di Rusia minggu lalu, dituduh melakukan spionase, menurut agensi media negara Rusia, Interfax. Penangkapannya diduga merupakan pembalasan atas penangkapan Maria Butina, pelaku persekongkolan yang berusaha menyusup ke lingkaran politik Partai Republik AS, atas nama pemerintah Rusia. 

“Surat dakwaan telah diajukan. Whelan menolaknya,” sebut sumber anonim yang akrab dengan kasus yang dikutip oleh Interfax. Moskow mengatakan, Whelan yang merupakan direktur keamanan di pemasok suku cadang kendaraan bermotor yang bermarkas di Michigan, AS, BorgWarner, ditangkap ketika menerima stik USB yang berisi nama-nama karyawan di sebuah organisasi rahasia negara.

Whelan dilaporkan berbicara bahasa Rusia dan telah melakukan perjalanan ke negara itu untuk pernikahan.
Para ahli mengatakan bahwa Whelan, yang telah menunjukkan minat di Rusia selama bertahun-tahun dan bepergian secara terbuka ke negara itu pada beberapa kesempatan, tidak mungkin bekerja di pemerintahan AS.

Postcomended   Ajang Miss America Bakal Hapus Segmen Kompetisi Baju Renang

Banyak yang menduga bahwa penangkapan itu merupakan balasan atas penahanan seorang wanita Rusia berusia 30 tahun bernama Maria Butina, yang mengaku bersalah atas persekongkolan karena berusaha menyusup ke lingkaran politik Partai Republik atas nama pemerintah Rusia. Butina telah setuju untuk bekerja sama dengan investigator dengan imbalan hukuman yang lebih ringan.

“Penangkapan seorang spesialis keamanan Amerika dan mantan Marinir, Paul Whelan, di Moskow, tampaknya merupakan pembalasan Rusia terkait penuntutan terhadap Maria Butina,” kata Ariel Cohen, seorang rekanan senior di Lembaga think tank yang berbasis di Washington DC, Atlantic Council, kepada Newsweek.

Keluarga Whelan mengklaim bahwa Whelan mengunjungi Moskow, tiba satu minggu sebelum pernikahan yang akan dihadirinya dan menginap di hotel Metropol yang terkenal berada di bawah pengawasan ketat. “Whelan sangat tertarik pada Rusia, telah mengunjungi negara itu beberapa kali, dan bahkan memiliki akun di media sosial Rusia, Vkontakte. Saya yakin bahwa layanan keamanan Rusia FSB akan mengklaim bahwa dia adalah agen intelijen Amerika,” tambah Cohen. .

Postcomended   13 Juni dalam Sejarah: Pria Amerika Terdeteksi Alami Cegukan yang Berlanjut hingga 68 Tahun

“Insiden ini menyoroti konfrontasi yang berkembang antar Moskow di Washington, termasuk di arena intelijen. Operasi saling balas mengingatkan saya pada tahun-tahun tergelap Perang Dingin, ketika dinas keamanan di kedua sisi memainkan permainan kucing-dan-tikus, menjadikan kontak antara kedua negara dan masyarakat semakin sulit,” tambahnya.

Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo, mengatakan, AS sedang meninjau kasus ini dan akan menuntut pembebasan Whelan jika penahanannya dianggap tidak pantas. Duta Besar AS untuk Rusia telah mengunjungi Whelan di penjara.

Whelan akan menghabiskan hingga 20 tahun di penjara jika dia terbukti bersalah. Ia lahir di Kanada dan diyakini memiliki kewarganegaraan AS dan Kanada. Dia dipecat secara tidak hormat dari Marinir pada tahun 2008 karena “perilaku buruk”.***

Postcomended   Teleskop Cina Tangkap Lebih dari 100 Sinyal Misterius dari Luar Angkasa Jauh

 


Share the knowledge

Leave a Reply