Ekonomi

Saat Matahari Terobsesi Menjadi Alibaba-nya Indonesia, Ramayana Buka Gerai Digital Ketiga di Shopee

Ramayana Departement Store Hadir di Lazada - Tribunnews.com Tribunnews.com Ramayana Departement Store Hadir di Lazada

Ramayana Departement Store Hadir di Lazada – Tribunnews.com Tribunnews.com Ramayana Departement Store Hadir di Lazada

Perusahaan ritel fesyen Ramayana, tampaknya lebih memilih memanfaatkan toko online yang telah ada ketimbang membangun sendiri e-commerce-nya. April 2018 ini, Ramayana membuka gerai digital terbaru di platform Shopee. Gerai digital Ramayana ini adalah yang ketiga setelah di Lazada dan Tokopedia. Ekspansi binis online yang dilakukan Ramayana ini tentu tidak sebanding dengan yang dilakukan ritel fesyen Matahari yang bahkan membangun sendiri mall online-nya. Departemen store terakhir ini, yang pada 2017 bikin miris karena menutup dua gerai fisiknya, bahkan mengaku ingin membuat Alibaba-ya sendiri.

Vice President Director PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, Jane Melinda Tumewu, mengatakan, kerja sama dengan Shopee ini merupakan langkah perusahaan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan. “Bagi kami e-commerce berkembang menjadi salah satu saluran distribusi yang penting dan besar,” ujarnya, Kamis (26/4/2018).

Dilansir Katadata, saat ini Ramayana memiliki 117 gerai fisik di lebih dari 63 kota di Indonesia. Keputusan melantai di pasar digital dimulai pada 2016 dengan menggandeng Tokopedia. Setahun kemudian giliran Lazada digaet. Kedua perusahaan perintis (startup) ini kini sebagian besar sahamnya dimiliki Alibaba.

Postcomended   28 Mei dalam Sejarah: Gara-gara Gerhana Matahari, Satu Pertempuran pada 585 SM Mendadak Terhenti

Kendati begitu, dikutip dari Merdeka, Ramayana diketahui masih membidik toko fisik ketika pada akhir 2017 mereka mengaku masih membuka tiga toko offline baru, salah satunya adalah masih terkait dengan Lazada, yakni di The First Lazada Experience Store di City Plaza Jatinegara pada 8 Desember lalu (toko offline-nya Alibaba). Sedangkan dua toko lainnya adalah di Ramayana Courts Megastore BSD dan Ramayana Bekasi Junction Proyek. Keduanya juga dibuka pada Desember 2017.

Sekedar nempel di toko online punya orang lain mungkin “gak level” buat Matahari. Kendati pada 2017 lalu menutup dua gerai fisiknya, ritel fesyen milik konglomerat Lippo ini bahkan membangun platform e-commerce sendiri, Mataharimall.com, yang mulai beroperasi pada September 2015, yang awalnya mengaku berambisi menjadi Alibaba-nya Indonesia.

Dilansir Techinasia pada Januari 2016, Lippo telah mengucurkan pendanaan sebesar 500 juta dolar AS (sekitar Rp 6,9 triliun) untuk membangun perusahaan e-commerce nomor satu di negeri ini. Jumlah pendanaan tersebut waktu itu disebut menempatkan MatahariMall sebagai perusahaan e-commerce dengan pendanaan terbesar di Indonesia.

Postcomended   Memanen Realitas Hidup Masa Kini

Upaya ini dimulai sejak Februari 2015. Menurut Techinasia, setiap tahap dalam pengembangan MatahariMall diperhatikan hingga detail terkecil oleh komunitas teknologi lokal. Salah satu aksi pertama Lippo adalah dengan mengakuisisi AllDealsAsia yang berbasis di Singapura. AllDealsAsia adalah penyedia kesepakatan satu atap online untuk penawaran dan diskon terbaik di kota-kota Asia Tenggara.

Pada 2017, CEO Mataharimall.com, Hadi Wenas, mengatakan, dilansir SWA, bahwa satu tahun pertama, mereka masih fokus di pertumbuhan. Pada tahun kedua beroperasi, mereka juga baru memasuki fase sustainable business. “Jadi, bisa (mulai) menjadi e-commerce yang profitable,” kata Hadi. Namun kata Hadi, Mataharimall.com mulai meraup untung meski belum menjadi prioritas utama.

Salah satu strategi untuk menarik minat konsumen adalah dengan menggelar promo dan kampanye yang aneh-aneh di TV ataupun billboard. Misalnya, mereka membuat April Mop Campaign yakni Sewa Pasangan Online pada April 2016 lalu. Kampanye ini kata Hadi, luar biasa sukses.

Postcomended   Tantrum Trump Ancam Meletusnya Konflik Baru di Timur Tengah

Ihwal kampanye aneh-aneh ini tampaknya memang menjadi kebutuhan berjualan di pasar digital. Saat mengikuti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Desember tahun lalu, Ramayana menawarkan produknya dengan tagar kampanye berbunyi #RamayanaAwetKerennya setelah sebelumnya melempar tagar #KerenHakSegalaBangsa.(***/katadata/merdeka/techinasia/SWA)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top