4 Stiker di Helm Ojek Online Ini Jleb dan Eaaa Banget | Kemenpan - JPNN.com jpnn.com Kemenpan - Pernah naik ojek online? Sering menemukan stiker bertuliskan pesan yang ditempel di helm driver-nya?

4 Stiker di Helm Ojek Online Ini Jleb dan Eaaa Banget | Kemenpan – JPNN.com jpnn.com Kemenpan – Pernah naik ojek online? Sering menemukan stiker bertuliskan pesan yang ditempel di helm driver-nya?

Google telah mengkonfirmasi soal investasi yang dilakukan perusahaan induknya, Alphabet di layanan ride-sharing Indonesia, Go-Jek. Seperti diketahui sebelumnya, Go-Jek dikabarkan telah mendapatkan suntikan dana dengan total investasi USD 1,2 miliar atau setara dengan Rp 16 triliun.

Ada beberapa perusahaan yang dikabarkan ikut berinvestasi. Selain Alphabet, disebutkan juga bahwa perusahaan asal Singapura, Temasek dan perusahaan internet asal China, Meituan-Dianping pun turut berpartisipasi dalam investasi tersebut.

Dengan suntikan dana sebesar itu, Go-Jek pun kini bernilai lebih dari USD 4 miliar atau sekitar Rp 53,4 triliun. Itu karena sebelumnya, mereka telah mendapatkan suntikan dana terlebih dahulu dari JD.com senilai USD 100 juta atau Rp1,3 triliun dan Tencent yang telah berinvestasi sebesar USD 1,2 miliar (Rp 16 triliun).

 

Postcomended   Ketika Pilot Pesawat Tempur Berakrobat di Antara Balon-balon Udara

“Go-Jek dimpimpin oleh tim manajemen asal Indonesia yang kuat dan memiliki rekam jejak yang terbukti menggunakan teknologi demi membuat hidup masyarakat Indonesia lebih nyaman,” jelas VP of Google Next Billion Team, Caesar Sengupta, seperti dikutip dari Tech Crunch, Senin (29/01/2018).

“Investasi ini memungkinkan kita bekerjasama dengan juara lokal yang hebat di ekosistem startup yang berkembang di Indonesia, dan membuat kami bisa memperdalam komitmen pada ekonomi internet Indonesia,” lanjutnya.

Postcomended   Australia Tolak Kedatangan Pentolan Anti-vaksin

Investasi yang didapat Go-jek sendiri merupakan pendanaan langsung untuk pertama kalinya dari raksasa pencarian tersebut. Dengan adanya investasi ini, Go-jek pun diperkirakan akan makin ketat untuk bersaing dengan Grab dan Uber di Indonesia yang punya potensi pasar terbesar di Asia Tenggara.

 

 

Share the knowledge