http://assets.kompas.com/crop/0x0:1000×667/750×500/data/photo/2017/11/19/4165697159.jpg

Petualangan sakit-sakitan yang dilakukan Setya Novanto (SN) dalam melawan derasnya arus hukum, akhirnya mengalami jalan buntu di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Setelah Direktur RSCM Dr dr CH Soejono, SpPD, menyatakan dalam jumpa pers semalam (19/11/2017) bahwa SN sudah tidak membutuhkan rawat inap lagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung memboyong SN ke hotel prodeonya, seraya menyiapkan rompi oranye untuknya.

Selepas tengah malam, SN dibawa dari RSCM ke kantor KPK dengan menggunakan kursi roda. Sesaat kemudian, kuasa hukum SN, Fredrich Yunadi, datang untuk mendampinginya.

Pernyataan Soejono menyusul serangkaian pemeriksaan yang dilakukan pihak dokter RSCM berikut 10 dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Soejono membenarkan bahwa pemindahan SN dari rumah sakit sebelumnya (RS Permata Hijau) ke RSCM pada Jumat, adalah terkait upaya pemeriksaan kesehatan SN oleh IDI.

“Sabtu sampai Minggu ini serangkaian wawancara medis dan pemeriksaan jasmani dan beberapa pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan telah dilakukan untuk menyimpulkan bagaimana kondisi kesehatannya, dan memberikan penatalaksanaan sesuai yang dibutuhkan, hingga dokter di RSCM menyatakan sudah tak ada alasan yang bersangkutan untuk dirawat inap,” kata Soejono.

Postcomended   Si "Papa Minta Saham" Akhirnya Tersandung di e-KTP

Tes yang dilakukan terhadap Ketua DPR RI ini antara lain pemeriksaan daya ingat, komunikasi verbal, pendengaran, reaksi, dan tes kejiwaan.

Febri Diansyah, juru bicara KPK mengatakan, pemeriksaan terhadap SN berkat kerjasama KPK, IDI, dan RSCM. Salah seorang komisioner KPK, Laode M.Syarief juga menyatakan terimakasih atas bantuan pihak kepolisian.

Sebelumnya, pengacara SN, Fredrich Yunadi, mengaku belum mengetahui hasil tes tersebut. Ia menambahkan, tes yang dilakukan dokter IDI kepada kliennya sangat banyak, sehingga pihaknya masih menunggu hasil akhirnya.

Seperti diketahui, SN pada Kamis malam disebut dibawa ke RS Permata Hijau Medika dalam keadaan tak sadarkan diri karena mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta. Esok siangnya, SN tampak dipindahkan ke RSCM.

Postcomended   Toto Sering Kunjungi Dada Rosada, Adhli: Biar Bandung Tetap Kondusif

Dengan alasan kesehatan, KPK sempat menetapkan status “pembantaran” penahanan terhadap SN sejak Jumat. Dengan hasil akhir pemeriksaan yang diumumkan Minggu malam, status tersebut dicabut. Pembantaran adalah penundaan penahanan sementara terhadap tersangka karena alasan kesehatan.

Rally pelarian Ketua Umum Partai Golkar ini dari proses hukum KPK dimulai ketika KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP pada Juli 2017 lalu. SN diduga mengatur proyek senilai Rp 5,9 triliun ini bersama Andi Narogong. Keduanya dituding menerima jatah lebih dari setengah triliun rupiah.

Namun SN melawan melalui praperadilan yang ajaibnya sukses membatalkan status tersangka yang ditetapkan KPK kepadanya. KPK tak menyerah. Awal November KPK kembali menetapkannya sebagai tersangka.

Ketika Rabu malam akan ditangkap, keberadaan SN tak diketahui Hingga pada Kamis malam terjadi kecelakaan tunggal yang membuat SN dibawa ke RS Permata Hijau Medika. Sempat diduga, sebelum kecelakaan itu, satu lantai di RS tersebut sudah dibuking.(***/dari berbagai sumber)

Postcomended   Awal Puasa 2017 Berlangsung Serentak

Share the knowledge