Sasar Pasar Asia Tenggara, Google Pindahkan Produksi Ponsel Pixel ke Vietnam

Internasional
Share the knowledge

 

Ongkos produksi yang mahal di Cina seiring penerapan tarif oleh AS, membuat Google berencana memindahkan pabrik ponsel cerdasnya, Pixel, ke Vietnam. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=XGFQOZ_owtc)
Ongkos produksi yang mahal di Cina seiring penerapan tarif oleh AS, membuat Google berencana memindahkan pabrik ponsel cerdasnya, Pixel, ke Vietnam. (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=XGFQOZ_owtc)

Vietnam terlihat lebih seksi bagi Google daripada negara Asia Tenggara manapun ketika berniat memindahkan produksi ponsel Pixel-nya dari Cina. Ini dilakukan untuk membangun rantai pasokan murah di kawasan ini mulai tahun ini.

Induk Google, Alphabet Inc., mengumumkan rencana ini seperti dilaporkan harian bisnis Nikkei, Rabu (28/8/2019) yang dilansir Reuters. Langkah ini dilakukan karena biaya tenaga kerja di Cina meningkat bersama dengan tekanan tambahan dari kenaikan tarif atas ketegangan perdagangan Cina-AS yang sedang berlangsung.

Raksasa internet Amerika Serikat (AS) ini berencana memindahkan sebagian besar perangkat kerasnya keluar dari Cina, termasuk ponsel pintar Pixel dan pengeras suaranya, Google Home, kata Nikkei.

Perusahaan berencana mengirim sekitar 8-10 juta ponsel pintar Pixel tahun ini, dua kali lipat dari tahun lalu, dan menjadikan Vietnam bagian penting dari dorongan Google untuk pertumbuhan di pasar ponsel pintar, surat kabar itu menambahkan.

“Google akan mengalihkan beberapa produksi telepon Pixel 3A ke Vietnam sebelum akhir tahun ini,” Nikkei melaporkan, mengutip sumber.

Postcomended   2019 Singapura akan Diramaikan Taksi-taksi Tanpa Pengemudi

Sedangkan untuk speaker cerdasnya, Nikkei menyebutkan, beberapa produksi kemungkinan akan dipindahkan ke Thailand tetapi pengembangan produk baru perusahaan dan produksi awal untuk jajaran perangkat kerasnya masih akan berada di Cina.

Dengan jumlah penduduk total 620 juta orang, Asia Tenggara adalah pasar yang menggiurkan, seiring kian umumnya penggunaan ponsel pintar untuk aktivitas e-commerce (perdagangan secara elektronik) di kawasan ini.

Postcomended   16 Oktober dalam Sejarah: Marie Antoinette Digiring ke Meja Guilotine

Pada 2016, Google (dan Temasek) membuat laporan bahwa e-commerce di kawasan ini diyakini akan tumbuh dari 5,5 juta dolar AS pada 2015 menjadi 87,8 juta dolar AS pada 2025.***


Share the knowledge

Leave a Reply