Ekonomi

Satelit “Merah Putih” Telkom Diluncurkan oleh Roket Daur Ulang

Roket daur ulang SpaceX membawa satelit Telkom ke orbit Selasa pagi (foto: AP)

Selasa (7/8/2018) pagi, roket Falcon 9 meluncur dari Cape Canaveral, Florida, membawa satelit pesanan PT Telkom ke orbit, yang diberi nama satelit Merah Putih. Falcon 9 merupakan roket daur ualng yang dibangun SpaceX, perusahaan perintis luar angkasa milik pendiri Tesla, Elon Musk.

Dilansir Associated Press (AP), Falcon 9  menggunakan roket pendorong gaya terbarunya untuk kedua kalinya untuk menempatkan satelit komunikasi milik PT Telkom itu ke orbitnya di posisi 108 derajat Bujur Timur (108 BT).

Satelit Merah Putih akan menggantikan tugas satelit Telkom-1 yang sudah mengorbit sejak 4 Agustus 1999. Sebelumnya Falcon 9 juga telah mengirim satelit milik Bangladesh pada 11 Mei 2018. Ini adalah pertama kalinya SpaceX menggunakan kembali salah satu penguat baru Blok 5, yang merupakan upgrade terakhir dari Falcon 9

Roket ini di-upgrade agar bisa digunakan kembali untuk puluhan penerbangan lainnya, bahkan bisa untuk dua kali peluncuran dalam 24 jam. Pendiri perusahaan mobil swakemudia Tesla ini mengatakan, ini bisa dilakukan setidaknya tahun depan.

Postcomended   Rasa Pahit Adalah Sinyal Bahaya, Tapi Kenapa Manusia Suka Kopi?

Jika berhasil, maka roket ini akan bisa melakukan penerbangan bolak-balik luar angkasa hingga 100 kali. Dengan cara menghemat seperti ini, diharapkan biaya peluncuran dapat ditekan.

Musk, mengklaim Falcon 9 dengan pendorong Block 5 adalah roket paling andal yang pernah dibuatnya. “Misalnya kami membuat sirip (roket) –yang digunakan untuk mengarahkan roket kembali ke Bumi– dari bahan titanium supaya roket tidak terbakar dalam perjalanan pulang,” ujar miliarder ini seperti dilaporkan The Verge, Selasa (7/8/2018).

“Mesin juga memiliki pelindung panas baru yang menjaga roket dalam suhu tinggi selama terjun melalui atmosfer. Selain itu, struktur yang menahan mesin ke bagian bawah roket sekarang menggunakan kunci, bukan dilas, hal ini agar lebih mudah saat memisahkan diri.”

SpaceX, perusahaan startup luar angkasa yang didirikan Elon Musk ini didirikan tahun 2002. Dalam sius resminya, SpaceX disebut memiliki misi merevolusi teknologi ruang angkasa, dengan tujuan akhir memungkinkan orang untuk hidup di planet lain.***

Postcomended   28 Agustus dalam Sejarah: Lokomotif Uap Generasi Awal Dipacu dengan Kuda dan Kalah

 

 

 

 

Versi sebelumnya dari roket ini hanya mampu terbang ke ruang angkasa sebanyak dua kali, yang berarti kendaraan khusus ini bisa menjadi Falcon 9 pertama yang pergi ke ruang angkasa untuk ketiga kalinya.
Untuk misi ini, sebagaimana dikutip dari The Verge pada Selasa (7/8/2018), SpaceX menggunakan roket Falcon 9 Block 5 seri pertama, yang sebelumnya telah mengirim satelit komunikasi besar untuk Bangladesh dari Florida pada Mei lalu.

Baca Juga
Kalahkan Elon Musk, Ilmuwan Australia Ini Raih Penghargaan Sains Bergengsi
Elon Musk: Jika Tak Dipantau, Kecerdasan Buatan Bisa Menjadi Diktator Masa Depan
Ini Pandangan Orang Rusia terhadap Elon Musk

Setelah berhasil melakukan penerbangan, kendaraan itu mendarat di salah satu kapal drone SpaceX, untuk kemudian diperiksa dan diperbaiki selama tiga bulan terakhir, agar siap untuk diterbangkan kembali.
Elon Musk berharap bisa melakukan sedikit perbaikan pada kendaraan Blok 5 ini, jika ada. Membatasi jumlah inspeksi dan tweaker yang diperlukan antara penerbangan ulang dapat secara signifikan meningkatkan penghematan biaya yang didapat SpaceX dari penggunaan ulang roketnya.
Lebih sedikit uang dibutuhkan jika lebih sedikit orang dan material diperlukan untuk memutar roket setiap waktu.
“Pada akhirnya, SpaceX berharap untuk menerbangkan setiap kendaraan Blok 5 sebanyak 10 kali sebelum perbaikan apa pun diperlukan,” pungkas Elon Musk.

Postcomended   Astronom Amatir Bisa saja Temukan Supernova

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top