Internasional

Satu-satu (Mantan) Politisi Anti-Islam Garis Keras Belanda Masuk Islam

Share the knowledge

 

Joram van Klaveren (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=yu-Bi3WAxto)

Joram van Klaveren (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=yu-Bi3WAxto)

Seorang mantan anggota parlemen sayap kanan Belanda dan tangan kanan politisi anti-Islam garis keras, Geert Wilders, telah membuat lidah bergoyang-goyang di Belanda setelah mengakui telah masuk Islam. Dia bagai mengikuti jejak koleganya yang telah lebih dulu masuk Islam pada 2013.

Pemimpin Partai Kebebasan (PVV), Geert Wilders, membandingkan pertobatan Joram van Klaveren –sang politisi yang masuk Islam– dengan “seorang vegetarian yang bekerja di rumah jagal”, laporan media mengatakan Selasa pekan lalu (5/2/2019), seperti dikutip dari laman Aljazeera.

Namun muncul juga sinisme bahwa mungkin Klaveren masuk Islam terkait promosi bukunya tentang prosesnya masuk Islam. Selama bertahun-tahun, Joram van Klaveren berperang tanpa henti di Majelis Rendah melawan Islam di Belanda sebagai legislator untuk partai Wilders tersebut.

Dia misalnya termasuk pengusung anti-Islam garis keras yang pernah memohon untuk melarang burqa dan menara masjid, dengan mengatakan, “Kami tidak ingin ada Islam, atau setidaknya sesedikit mungkin di Belanda,” harian tabloid Algemeen Dagblad (AD) melaporkan.

Tetapi politisi berusia 40 tahun ini mengatakan dia telah mengubah pikirannya setelah setengah jalan menulis buku anti-Islam. Pekerjaan itu, kata Klaveren kepada harian bergengsi NRC; Selasa (5/2/2019), menjadi bantahan atas keberatan yang dimiliki para non-Muslim terhadap agama ini.

Postcomended   Tanda-tanda Kiamat Bumi Sudah Nyata

“Jika semua yang saya tulis sampai titik itu benar, dan saya percaya itu, maka saya adalah seorang Muslim de facto,” katanya kepada NRC. NRC menambahkan dalam wawancaranya sebelum perilisan buku Klaveren berjudul  “Apostate: From Christianity to Islam in Time of Secular Terror”, bahwa Klaveren masuk Islam pada 26 Oktober 2018.

Mantan politisi, yang tumbuh dalam lingkungan Kristen Protestan ini mengatakan tentang pertobatannya bahwa ia “telah mencari sejak lama”. “Rasanya agak seperti kepulangan agama bagi saya,” katanya kepada surat kabar Belanda.

Menanggapi keputusan Klaveren, Wilders mengatakan kepada berita televisi RTL, “Cerita yang luar biasa. Ini seperti seorang vegetarian yang bekerja di rumah jagal. Saya kehabisan kata-kata.” “Aku berharap banyak tetapi aku tidak melihat ini akan terjadi,” tambahnya.

Klaveren berpisah dengan Wilders pada 2014 setelah komentar kontroversial pemimpin PVV tersebut yang mewacanakan kepada para pendukungnya, apakah mereka ingin “lebih sedikit atau lebih banyak Maroko di kota Anda dan Belanda”. Wilders dinyatakan bersalah atas tuduhan diskriminasi pada 2016, dan saat ini sedang naik banding.

Klaveren kemudian membentuk partai sayap kanannya sendiri, yang disebut partai “Untuk Belanda” (VNL), tetapi akhirnya meninggalkan dunia politik setelah gagal memenangkan kursi tunggal dalam pemilihan umum 2017.

Postcomended   5 Desember dalam Sejarah: Bung Karno Larang Perayaan Hari Sinterklas

“Jika ini benar-benar bukan aksi PR (public relation) untuk mempromosikan bukunya, maka itu benar-benar merupakan pilihan yang luar biasa bagi seseorang yang banyak bicara tentang Islam,” kata mantan pendiri VNL lainnya, Jan Roos, kepada AD.

Said Bouharrou, yang bertugas di Dewan Masjid Maroko di Belanda, memuji Klaveren. “Sangat bagus ketika seseorang yang begitu kritis terhadap Islam, menyadari bahwa itu tidak terlalu buruk atau buruk,” katanya kepada AD. “Sungguh berani bahwa dia siap melakukannya di depan public,” kata Bouharrou.

Klaveren bukan anggota PVV profil tinggi pertama yang masuk Islam. Dia mengikuti jejak Arnoud van Doorn, mantan anggota dewan kota PVV yang berbasis di Den Haag yang pindah agama pada tahun 2013. Doorn adalah pencetus ide film “Fitna” yang sempat membuat Muslim di seluruh dunia marah.

Menurut Biro Pusat Statistik Belanda, populasi Muslim di Belanda yang berpenduduk sebanyak 17 juta orang, adalah sekitar lima persen atau sekitar 850.000 orang. Wilders boleh keberatan, namun agama ini terus berkembang, dengan para ahli memperkirakan jumlahnya akan berlipat ganda pada 2050.

Postcomended   Mengaku Murtad, Remaja Saudi Mencari Suaka hingga Bangkok karena Takut Dibunuh Ayahnya

Bahkan kebencian berlebihan Wilder terhadap Islam tampaknya malam membuat sejumlah orang Balanda tertarik mempelajari Islam, dan lalu memutuskan masuk Islam seperti yang dilakukan Lee Ravenberg. Pernyataan Wilders tentang Islam adalah agama jahat, memicu warga Belanda mencari tahu tentang Islam, termasuk Ravenberg.

“Ternyata aku mendapatkan hidayah,” kata dia, dikutip dari laman Republika. Ravenberg mengatakannya di acara Hari Peralihan Keyakinan Muslim Belanda yang digagas Pusat Dialog Lintas Budaya Kuwait di Utrech, pada Mei 2012.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top