Internasional

Saudara Tiri Diktator Korut yang Diracun di Malaysia Diduga Informan CIA

Share the knowledge

Kim Jong Nam, alm (gambar dari: AP via https://thenewdaily.com.au/news/world/2017/03/08/kim-jong-nams-son-reveals-youtube/)

Kim Jong Nam, alm (gambar dari: AP via https://thenewdaily.com.au/news/world/2017/03/08/kim-jong-nams-son-reveals-youtube/)

Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara (Korut) yang tewas diracun zat saraf di bandara di Malaysia, adalah seorang informan untuk badan intelijen AS, Central Intelligence Agency (CIA). Dia disebut bertemu beberapa kali dengan agen-agen CIA di masa hidupnya.

The Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan, informasi tersebut disampaikan seseorang yang memiliki pengetahuan tentang masalah tersebut. “Ada hubungan antara agen mata-mata AS dan Kim,” kata orang itu, dilansir WSJ.

Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tewas di Bandara Internasional Kuala Lumpur,  Malaysia, pada Februari 2017, setelah dua wanita mengolesi wajahnya dengan agen saraf VX. Para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) menuding Korut sebagai dalang serangan itu, namun dibantah Pyongyang.

Disebutkan WSJ, detail hubungan Jong Nam dengan CIA masih belum jelas. Beberapa mantan pejabat AS mengatakan, saudara tirinya itu telah tinggal di luar Korut selama bertahun-tahun dan tidak memiliki basis kekuatan yang dikenal di Pyongyang. Karenanya, sebut mereka, Jong Nam tidak mungkin dapat memberikan rincian tentang pekerjaan dalam negeri rahasia negara itu.

Mereka juga mengatakan, Jong Nam –yang tinggal di daerah kantong Cina di Makau– hampir pasti berhubungan dengan layanan keamanan negara lain, terutama Cina. CIA menolak berkomentar. Pejabat Cina tidak menanggapi permintaan komentar.

Fakta bahwa CIA mengadakan pertemuan dengan saudara tiri yang diasingkan oleh pemimpin Korut itu menggambarkan panjangnya proses intelijen AS mengumpulkan informasi tentang negara hermetic (kedap) tersebut.

Postcomended   Efek Skandal Facebook, Foto dan Data Pribadi di Instagram Bakal Bisa Diunduh #FacebookDown

Ada spekulasi di antara mantan pejabat dan analis AS bahwa negara-negara di luar, termasuk Cina, melihat Jong Nam sebagai penerus yang mungkin bagi Kim Jong Un. Tetapi badan-badan intelijen AS menyimpulkan Jong Nam tidak cocok untuk mengisi peran seperti itu, kata beberapa mantan pejabat AS.

Berita tentang hubungan CIA dengan Jong Nam muncul ketika diplomasi nuklir AS-Korut  terhenti, menyusul pertemuan puncak Februari 2019 di Vietnam antara Jong Un dan Presiden AS, Donald Trump, yang berakhir tanpa kesepakatan.

Seseorang yang mengetahui situasi, dikutip WSJ, mengatakan, pejabat intelijen AS pada awalnya merasa lega interaksi CIA dengan Jong Nam tidak segera diungkapkan setelah pembunuhannya. Tetapi tiga bulan setelah kematiannya, tepatnya Mei 2017, surat kabar Jepang, Asahi Shimbun, melaporkan, saat berada di Malaysia, Jong Nam bertemu dengan seorang Korea-Amerika yang diduga oleh pejabat Malaysia sebagai perwira intelijen AS.

Peran Jong Nam sebagai informan CIA juga dijelaskan dalam sebuah buku tentang Kim Jong Un, “The Great Successor” (Penerus Hebat), yang ditulis reporter The Washington Post dan akan diterbitkan Selasa (11/6/2019), menurut laporan berita, mengutip kutipan dari buku tersebut.

Kim (diduga) melakukan perjalanan ke Malaysia pada Februari 2017 untuk bertemu dengan kontak CIA-nya, meskipun itu mungkin bukan satu-satunya tujuan perjalanan, kata orang yang mengetahui masalah tersebut, menurut WSJ.

Polisi bersaksi selama persidangan kedua wanita yang mengusapkan agen saraf ke wajah Jong Nam bahwa adik tiri Jong Un ini elah menghabiskan beberapa hari di pulau resor Langkawi, di mana dia bertemu dengan seorang pria Korea-Amerika yang tidak dikenal di satu hotel.

Postcomended   Dua Planet Serupa Bumi Ditemukan Tak Jauh di Tata Surya Tetangga

Mei lalu, Malaysia membebaskan seorang wanita dari Vietnam, Doan Thi Huong, yang didakwa membunuh Kim. Sementara rekannya yang didakwa sama, Siti Aisyah, asal Indonesia, telah dibebaskan dua bulan sebelumnya.

Kim Jong Nam Sempat Diplot Gantikan Kim Jong Il

Kepada WSJ, Kelompok Pertahanan Sipil Cheollima, kelompok pembangkang Korea Utara, mengatakan, setelah pembunuhan Jong Nam, putranya Kim Han Sol –yang berarti keponakan Jong Un– dan anggota keluarga lainnya, diungsikan keluar dari Makau ke tempat yang tidak diketahui.

CIA telah lama mengambil minat intensif terhadap Korea Utara, meskipun budaya totaliternya, dan ketiadaan perwakilan AS di sana, menjadikannya salah satu target tersulit agensi mata-mata tersebut. Pada Mei 2017, agen CIA mengumumkan telah mendirikan Pusat Misi Korea untuk mengintegrasikan pekerjaan pelacakan rudal balistik dan program senjata nuklir Korea Utara.

Joel Wit, mantan pejabat Departemen Luar Negeri dan rekan senior di think tank Stimson Center, mengatakan, CIA kadang-kadang memiliki sumber yang berguna di antara para pembelot Korea Utara yang memberikan informasi tentang topik-topik seperti program senjata negara itu dan ekspor rudal.

“Pengalaman saya adalah bahwa CIA telah berulang kali berpikir bahwa CIA memiliki sumber yang baik di Korea Utara, sumber daya manusia yang benar-benar tahu apa yang sedang terjadi. Sumber-sumber itu lebih sering daripada tidak terbukti, tidak tahu apa yang terjadi,” kata Wit.

Pejabat intelijen AS telah bertemu secara diam-diam dengan rekan-rekan Korut-nya selama satu dekade terakhir dalam saluran yang digunakan untuk berkomunikasi selama krisis, saat melepaskan tahanan AS, dan ketika membuka jalan untuk pertemuan puncak pertama Trump dengan Jong Un di Singapura pada Juni 2018.

Postcomended   Mengguncang Jiwa, Bocah 13 Tahun Ledakan Diri di Pesta Pernikahan

Badan tersebut juga telah berusaha mengumpulkan semua hal tentang Jong Un, sejak menjadi pemimpin Korut pada usia akhir 20-an setelah kematian ayahnya, Kim Jong Il, pada 2011. Pejabat intelijen dan militer AS menyimpulkan dalam penilaian tahun 2017, Pemimpin Korut tersebut meskipun brutal dan kurang ajar, adalah aktor yang rasional.

Jong Nam adalah putra tertua Kim Jong Il (dari ibu berbeda dengan Jong Un), dan untuk sementara waktu tampaknya dia dipersiapkan untuk menggantikannya. Tapi kehilangan dukungan pada awal 2000-an.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top