Internasional

Saudi dan Israel Salaman: Orang Palestina di Israel Dilarang Pergi ke Mekkah

Muhammad bin Salman, Benjamin Netanyahu (alterinfo.net)

Muhammad bin Salman, Benjamin Netanyahu (alterinfo.net)

Berdasarkan kesepakatan dengan Israel, Arab Saudi mengeluarkan larangan terhadap lebih dari 1,5 juta warga Palestina Israel untuk melakukan perjalanan ke Mekkah. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan baru Saudi untuk menghentikan penerbitan visa untuk Haji dan Umrah bagi orang Palestina yang ada di Yordania, Lebanon, Yerusalem Timur, dan, terakhir yang tinggal di Israel yang memiliki dokumen perjalanan sementara yang dikeluarkan oleh Yordania atau Lebanon. Kebijakan ini berlaku efektif sejak 12 September 2018.

Laman Middle East Eye (MEE) melaporkan, langkah Saudi ini akan memengaruhi 2,94 juta orang Palestina secara total di seluruh negara bagian ini, yang tidak memiliki akses ke bentuk dokumen perjalanan lainnya yang memungkinkan mereka pergi ke Arab Saudi.

Beberapa agen perjalanan di Israel, Yerusalem Timur, dan Yordania, mengatakan kepada MEE, mereka diberitahu oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Yordania bahwa kedutaan Saudi di Amman (ibukota Yordania) mengatakan kepada mereka untuk tidak mengurus permohonan visa bagi siapa saja yang ingin melakukan perjalanan ke Mekah menggunakan paspor Yordania sementara

Postcomended   14 September dalam Sejarah: Harun al-Rasyid Gantikan Kakaknya yang Mati Misterius, sebagai Kalifah

Perjanjian Israel-Saudi
Satu sumber Yordania, yang memiliki pengetahuan mendalam tentang urusan diplomatik negaranya, mengatakan kepada MEE, keputusan Saudi adalah bagian dari perjanjian bilateral dengan Israel untuk mengakhiri identitas Palestina dan hak untuk kembali bagi pengungsi.

“Arab Saudi menekan Yordania untuk memanasi para pengungsi Palestina di Yordania, orang Palestina di Yerusalem Timur, dan sekarang orang Palestina di Israel. Hal yang sama bisa terjadi di Libanon. Kemudian, Anda tidak akan memiliki masalah pengungsi Palestina,” kata sumber itu. “Itu semua adalah bagian dari perjanjian bilateral antara Israel dan Arab Saudi. Namun Yordania menolak untuk memanasi Palestina,” tambahnya.

Anggota parlemen Yordania mengatakan kepada MEE bahwa Yordania telah mengeluarkan dokumen perjalanan sementara sejak 1978 untuk warga Palestina Israel, yang jatuh di bawah pemerintahan militer Israel setelah perang Arab-Israel 1948.

Postcomended   Kim Jong Un Beri Sinyal Bisa Jadi "Manusia Roket" Lagi

Saud Abu Mahfouz, seorang anggota parlemen Yordania, mengatakan bahwa mereka telah meminta menteri dalam negeri Yordania dan menteri Awqaf untuk mengirim komite ke Riyadh, ibukota Saudi, untuk merundingkan (kemungkinan) pembalikan kebijakan, dan meminta Raja Salman untuk campur tangan.

“Keputusan ini memengaruhi setiap Arab dan Muslim yang memiliki hak untuk beribadah. Kami telah mendengar keluhan tentang hal ini sejak tahun lalu, dan kami terkejut menemukan hampir 200 perusahaan turis di Yordania tidak dapat mengeluarkan visa elektronik untuk Umrah dari kedutaan Saudi untuk orang Palestina,” kata Abu Mahfouz.

Seorang anggota parlemen Yordania lainnya, Yahya Al-Saud, mengatakan bahwa ada tekanan di Yordania. “Orang-orang Saudi mengatakan bahwa hanya orang-orang dengan paspor permanen yang bisa mendapatkan visa untuk Haji dan Umrah,” katanya.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top