Sayap Kanan Eropa Serukan Boikot Massal pada Toblerone Bersertifikat Halal

Internasional
Share the knowledge

Germany's Far-Right AfD Is Calling For A Boycott of Toblerone ... Huffington Post UK Germany's Far-Right AfD Is Calling For A Boycott of Toblerone. The group's spokesman is outraged over its Halal certification ...
Germany’s Far-Right AfD Is Calling For A Boycott of Toblerone … Huffington Post UK Germany’s Far-Right AfD Is Calling For A Boycott of Toblerone. The group’s spokesman is outraged over its Halal certification …

Anggota sayap kanan Eropa telah menyerukan boikot massal pada Toblerone, setelah menemukan bahwa bar cokelat berbentuk segitiga yang popular di seluruh dunia ini memiliki cap sertifikat halal.

Dilansir laman CNN, halal adalah kata Arab yang menunjukkan bahwa makanan atau layanan diperbolehkan menurut hukum Islam. Ini tidak termasuk makanan yang mengandung babi atau alkohol, dan mensyaratkan bahwa hewan-hewan disembelih oleh seorang Muslim.

Toblerone belum mengubah resepnya, tetapi komentar-komentar di internet mengambil sikap negatif ketika pabrik Toblerone di Bern, Swiss, mencapai sertifikasi halal pada bulan April 2018. Menanggapi hal ini, juru bicara federal dari partai nasionalis Afd Jerman mengklaim hal ini menunjukkan praktik “Islamisasi” Eropa.

“Islamisasi tidak boleh terjadi, tidak di Jerman maupun di Eropa,” kata AfD’s, Jörg Meuthen, yang ditulis secara sarkastik di media sosial. “Oleh karena itu tentu saja kebetulan murni bahwa varietas coklat yang terkenal ini, sekarang bersertifikat sebagai ‘HALAL.'”

Postcomended   Pamer Barang Mewah di Instagram, TKW di Singapura Ketahuan Mencuri

Postingan Meuthen tersebut mendorong beberapa pengikutnya bereaksi dengan kemarahan serupa, dengan beberapa orang di seluruh Eropa men-tweet bahwa mereka tidak akan membeli produk ini di masa depan.

https://www.youtube.com/watch?v=RkS1IA6QCSs

“Aku tidak akan pernah, PERNAH membeli toblerone lain !!! #BOYCOTTTOBLERONE,” tulis salah satu pengguna Twitter. “Sayang sekali, saya suka makan. Tapi saya tidak suka makanan Muslim,” kata yang lain di Facebook, sementara yang ketiga mengumumkan: “Toblerone sekarang ada di daftar saya!”

Tetapi yang lain mengolok-olok kemarahan-kemarahan tersebut, dengan menunjukkan bahwa sebagian besar makanan yang diproduksi secara massal sudah ramah halal dan Toblerone selalu memenuhi kriteria itu. “Siapa pun yang memiliki kekuasaan dan waktu untuk marah karena omong kosong semacam ini tidak boleh terkejut dengan (olok-olok ini),” kata seseorang.

Mondelez, produsen Toblerone, menegaskan bahwa pabrik di Bern yang memproduksi cokelat mencapai sertifikasi halal delapan bulan lalu tetapi mengatakan bahwa proses produksi tidak diubah. “Sertifikasi ini tidak menghasilkan perubahan pada resep asli Toblerone tradisional kami yang tercinta,” kata Mondelez dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email ke CNN.

Postcomended   Denda Emisi CO2 Uni Eropa Bakal Ciptakan Kuda Troya Cina di Eropa

Menurut Mondelez, sifat alami proses produksi Toblerone pada dasarnya memang telah memenuhi kriteria halal, tanpa perlu mengubah resepnya. “Sebagian besar perusahaan multinasional memiliki produk yang bersertifikat halal,” Umar al-Qadri dari Departemen Sertifikasi Halal nirlaba, mengatakan kepada CNN.

“Perusahaan ingin menghasilkan lebih banyak pendapatan dan ada dua miliar Muslim di dunia yang hanya makan makanan halal. Tidak ada yang berubah,” tambahnya, mencatat bahwa perusahaan hanya perlu melewati pemeriksaan untuk memastikan bahwa pabrik mereka bersertifikat halal.

Dia mendorong mereka yang marah karena keputusan Toblerone ini agar mencari tahu tentang apa itu halal, seraya mengatakan bahwa aksi boikot ini adalah ekspresi Islamophobia, lain tidak. “Mereka menganggap halal itu negatif padahal sebenarnya itu sesuatu yang sangat positif – standar keamanan pangan yang lebih tinggi.”***

Postcomended   Pembelot Venezuela Yakin Rezim Maduro yang Didukung Militer Masih Bisa Jatuh

 


Share the knowledge

Leave a Reply