Mari Mengenal Manhaj Salaf | | Muslim.Or.Id Muslim.Or.Id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah480 × 300Search by image

Mari Mengenal Manhaj Salaf | | Muslim.Or.Id Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah480 × 300Search by image

Kementerian agama (Kemenag) yakin bahwa dalam beberapa tahun ini terjadi upaya pengubahan dan penyusupan isi kitab-kitab pelajaran agama atau biasa disebut kitab kuning. Penyebabnya: perang pemikiran antara kelompok Salafiyah yang diwakili Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan Kelompok Islam garis keras atau yang biasa dikenal dengan Wahabi. Ada sedikitnya 65 kita kuning yang isinya berubah.

Kecemasan ini kembali diungkapkan dalam diskusi “Fenomena Pemutarbalikan Makna Kitab Kuning” di Jakarta, Rabu (16/8/2017). Disebutkan bahwa penyebaran kitab kuning yang isinya menyimpang ini semakin sulit dikendalikan.

Berdasarkan hasil kajian Kemenag bersama para ulama di pondok pesanteran, ditemukan sedikitnya 65 kitab yang isinya telah diselewengkan.

Kitab yang telah diubah tersebut dikhawatirkan akan menyebar di masyarakat dan menimbulkan pemahaman berbeda dengan yang biasa diajarkan di pesantren.

Postcomended   Kemesraan Trump dan Putin Patahkan Hati Pemberontak Suriah

Kemenag menyatakan telah mengingatkan pondok pesantren bahwa telah terjadi perbedaan pandangan di kalangan internal umat Islam yang membuat kitab kuning rentan disusupi ajaran di luar pemikiran penulis aslinya.

“Buku itu media yang paling efektif untuk mengubah pola pikir seseorang. Diharapkan, para ulama di pondok pesantren menyampaikan ajaran dalam kitab kuning sesuai aslinya,” kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Ahmad Jayadi, sebagai salah seorang narasumber dalam diskusi tersebut.

Kitab kuning adalah karya para ulama yang isinya menggali hukum dalam Alquran beserta hadits-haditsnya, dan menjadi salah satu rujukan pembelajaran para santri.

Praktik penyusupan itu misalnya dengan tahrib alia menghilangkan ide yang asli. Ada juga melalui tahqiq atau membuat tafsir baru semacam Al-Qurannya Ahmadiyah.

Postcomended   Ekonomi Pemerataan Obama Diduga Terinspirasi Pancasila

Penyusupan terjadi, misalnya dalam penggunaan kitab-kitab seperti Maktabah Syamila, via software komputer. Maktabah Syamila adalah kitab kuning yang kini mulai populer digunakan di pondok pesantren modern.

Dikutip dari Republika, kitab kuning saat ini masih diperlukan sebagai pengantar masalah Islam kontemporer. Disebut kitab kuning karena kitab-kitab Islam yang ditulis dengan aksara Arab atau Arab Melayu ini memakai kertas berwarna kuning.

Ada juga yang menamainya kitab gundul karena tulisannya menggunakan aksara Arab yang ditulis tanpa tanda baca. Kertas berwarna kuning merupakan jenis kertas dengan kualitas yang paling rendah dan murah.

Seiring perubahan zaman, kini “kitab kuning” umumnya sudah tidak menggunakan kertas kuning lagi.

Postcomended   Disambut Para Santri dengan Lagu Ini, Kaka Slank: Surprise!