Internasional

Sejarahwan Stanford: Yunani Kuno Telah Ramalkan Teknologi AI, Bot, hingga Mobil Swakemudi

Arah jatum jam: Talos adalah pendahulu awal untuk robot, sementara Pandora adalah "robot perempuan AI jahat" dan Odyssey dengan perahu otonomosnya (sumber gambar: https://www.thesun.co.uk/tech/7453600/how-ancient-greeks-predicted-killer-robots-driverless-cars-and-even-amazon-alexa-speakers/)

Arah jatum jam: Talos adalah pendahulu awal untuk robot, sementara Pandora adalah “robot perempuan AI jahat” dan Odyssey dengan perahu otonomosnya (sumber gambar: The Sun)

Orang Yunani Kuno dirayakan oleh manusia masa kini karena dianggap telah meletakkan fondasi bagi peradaban Barat. Bahkan menurut sebuah buku baru, mereka juga dianggap memiliki bakat lain yang tersembunyi: memprediksi teknologi masa depan.

Ini adalah klaim luar biasa yang dibuat oleh sejarahwan Universitas Stanford, Dr Adrienne Mayor, yang di dalam buku “Gods and Robots” mendatangnya, berpendapat bahwa mitos Yunani telah menggambarkan adanya ide kecerdasan buatan, robot, mobil tanpa pengemudi, dan teknologi modern lainnya.

Seperti dilaporkan di The Times, yang diteruskan laman The Sun, argumen Mayor berkisar pada sekitar Hephaestus, dewa pengerajin dan penempa logam asal Yunani. Salah satu kreasinya adalah Talos, raksasa otomat yang terbuat dari perunggu, yang oleh Mayor dideskripsikan sebagai “robot pembunuh perunggu” dan pendahulu awal untuk jenis android yang sekarang sedang dibangun oleh Boston Dynamics.

Postcomended   2019 Singapura akan Diramaikan Taksi-taksi Tanpa Pengemudi

Salah satu ciptaannya adalah Pandora, suatu sosok “replika” dan “wicked AI fembot” (robot perempuan dengan kecerdasan buatan yang jahat) yang, menurut Mayor, “diprogram” untuk melepaskan kejahatan ke dunia.

Pandora bukan satu-satunya “AI” (artificial intelligence/kecerdasan buatan) buatan Hephaestus yang dibangun, karena ia juga membangun para mekanik perempuan, Golden Maidens, untuk membantunya dalam pekerjaannya. Istilah “fembot” –kependekan dari “female bot”– digunakan dalam film “Austin Powers”, yang berasal dari serial TV 1970-1980-an, “The Bionic Woman”.

Golden Maidens ini, kata Mayor, seperti dikutip The Sun, dirancang untuk meramalkan hal-hal yang dibutuhkan Hephaestus dan untuk bertindak tanpa instruksi langsung, sesuatu yang menurut Mayor membuat mereka menjadi sepeti versi awal asisten pribadi yang didukung teknologi AI; semacam Alexa-nya Amazon.

Alexa adalah asisten digital yang “tinggal” di dalam perangkat buatan Amazon bernama Echo yaitu speaker yang terhubung dengan Wi-Fi, dilengkapi mikrofon yang bisa diajak bicara oleh penggunanya karena dilengkapi teknologi AI.

Postcomended   Amazon Tebar Diskon dan Insentif dalam “Prime Day 2018": Catat Waktunya

Dan kreasi ini bukanlah satu-satunya ramalan Yunani kuno terkait teknologi masa depan. Menurut Mayor, puisi epik Homer meramalkan kedatangan mobil dan transportasi tanpa pengemudi. Dalam “The Odyssey”, Odysseus berlayar kembali ke Ithaca dengan kapal-kapal Phaeacian tanpa pilot, sementara di “The Illiad”, Homer menulis tentang tripod roda otonom yang mengangkut ambrosia.

Mayor mengaku bahwa orang Yunani kuno tidak mungkin mendekati pemetaan bagaimana AI modern akan bekerja pada tingkat teknis. Namun, bukunya berpendapat bahwa ini tidak akan mencegah orang-orang Yunani kuno itu untuk dapat membayangkan teknologi tersebut pada tingkat yang lebih abstrak (alias mengkhayal).

Dan yang lebih serius, dia percaya bahwa perusahaan teknologi saat ini dapat mempelajari sesuatu yang penting dari peringatan yang dasar-dasarnya telah diletakkan dalam mitos Yunani (semacam terinspirasi). Karena sama seperti “wicked AI fembot”, Pandora akhirnya melepaskan kejahatan pada manusia, begitu juga AI saat ini jika tidak dikelola dan dipahami dengan cukup baik.***

Postcomended   Instagram Bakal Gunakan AI untuk Deteksi Penindasan di Foto dan Kepsyen #FacebookDown

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top