Lifestyle

Selamat Datang Kembali Winamp!

Winamp, nama yang tak asing untuk para pengguna komputer era akhir 1990-an dan awal 2000-an. Hampir di semua komputer platform Windows terpasang aplikasi ini, meskipun pada satu masa sempat dianggap ketinggalan zaman. Media player legendaris ini akan kembali tahun depan, tentu dengan teknologi yang telah disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Laman TechCrunch menyebutkan, dia akan hadir dalam bentuk aplikasi mobile baru yang akan menyatukan semua koleksi musik, layanan streaming, dan podcast penggunanya. Winamp dibeli oleh perusahaan Belgia, Radionomy, pada 2014, dengan Vivendi memiliki saham mayoritas.

Meskipun sudah resmi pamit pada 2013, Winamp sebenarnya masih hadir sebagai media player di desktop untuk PC dan Mac, namun memang berhenti memperoleh pembaharuan.

Saat dipegang AOL, Winamp sempat memiliki versi seluler untuk Android serta sinkronisasi untuk perangkat Mac termasuk sebuah aplikasi fullplayer di tahun 2011, namun tampaknya Winamp kesulitan mendapatkan kembali perhatian pengguna yang terlanjur punya banyak pilihan layanan pemutar musik.

Postcomended   Waspadalah, Depresi Bisa Menyebabkan Masalah pada Ingatan

Sekarang, sebut TechCrunch, idenya adalah untuk menghidupkan kembali Winamp untuk seluler, dengan aplikasi yang menawarkan akses pengguna ke semua audio mereka di satu tempat, dari file musik yang disimpan di ponsel cerdas mereka, hingga musik dari situs streaming, serta stasiun radio internet dan podcast.

Aplikasi ini diharapkan akan mendarat untuk Android dan iOS pada 2019. Sementara itu, para pemimpin Winamp harus bernegosiasi dengan layanan streaming untuk izin untuk mengintegrasikan penawaran mereka langsung ke aplikasi di masa depan. Ini akan sangat penting untuk comeback jika Winamp berharap kembali dengan aplikasi asli dengan nilai tambah yang kuat.

Postcomended   “13 Reason Why” Mendorong Orang Tua Ngobrol dengan Anak Remajanya

Dikutip dari The Verge, pada 20 Desember 2013 –setelah melewati 15 tahun yang penuh sejarah– situs resmi Winamp mengumumkan penutupan semua layanannya meliputi pengembangan aplikasi dan juga web. Padahal pengembangnya, Nullsoft, pernah diakuisi oleh AOL pada 2002 seharga lebih dari 80 juta dolar AS.

Dengan akusisi oleh perusahaan sekelas AOL, banyak pihak awalnya merasa optimistis bahwa meskipun industri musik online saat itu sudah berubah –di mana ada Apple dengan iTunesnya mulai merebut hati banyak orang, belum lagi sekarang ada Spotify– aplikasi ini akan mampu bersaing di sektor layanan musik. Namun tampaknya AOL pun keteteran.

AOL adalah perusahaan media massa multinasional Amerika Serikat yang berbasis di New York. Seorang manajer di Winamp menganggap kegagalan ini akibat kesalahan AOL karena dia beranggapan Winamp kala itu sebenarnya bisa bersaing dengan iTunes.***

Postcomended   Duta Besar RI Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Republik Federal Jerman

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top