Internasional

Selangkah Lagi, Serat Superkuat Si “Janda Hitam” Bisa untuk Bangun Jembatan

Share the knowledge

Laba-laba "janda hitam" (sumber foto: https://mexiconewsdaily.com/news/black-widow-spiders-in-yucatan/)

Laba-laba “janda hitam” (sumber foto: https://mexiconewsdaily.com/news/black-widow-spiders-in-yucatan/)

Para ilmuwan menemukan bahwa serat sutra yang dihasilkan laba-laba jenis “black widow”, sangat kuat, bahkan lebih kuat dari baja. Mereka pun terinspirasi untuk menciptakan kembali sifat seratnya  yang luar biasa itu di laboratorium. Saat ini, tim ilmuwan Amerika Serikat (AS) tersebut telah selangkah lebih dekat, dan memprediksi sejumlah hal besar akan datang dalam 5-10 tahun ke depan.

“Kami telah mengetahui selama beberapa dekade bahwa sutera laba-laba pada umumnya sangat kuat. Lebih kuat secara berat dibanding baja berdaya tarik tinggi,” kata Gregory Holland, peneliti dari jurusan Kimia dan Biokimia di Universitas Negeri San Diego kepada Newsweek.

Holland dan rekannya telah memublikasikan penelitian ini di jurnal PNAS untuk memahami proses bagaimana “janda-janda hitam” itu mengubah protein menjadi serat super kuat. “Meskipun sebagian besar sutra laba-laba memang kuat, beberapa lebih kuat dari yang lain, dan sutra ‘black widow’ yang diteliti oleh studi ini adalah salah satu yang terkuat,” ujar Holland.

Postcomended   Menepis Tuduhan Spionase, Pendiri Huawei yang Tak Banyak Bicara Bakal Diarak

Black widow menurut laman National Geographic adalah laba-laba yang diidentifikasi oleh tanda berwarna yang berbentuk jam pasir di perut mereka. Gigitan laba-laba ini sangat ditakuti karena racunnya dilaporkan 15 kali lebih kuat daripada ular berbisa. Habitat mereka adalah di daerah beriklim sedang di seluruh dunia.

Pada manusia, gigitan menghasilkan nyeri otot, mual, dan kelumpuhan diafragma yang dapat membuat sulit bernapas. Namun bertentangan dengan kepercayaan populer, kebanyakan orang yang digigit tidak menderita kerusakan serius, apalagi kematian. Tetapi gigitannya bisa berakibat fatal terutama untuk anak kecil, orang tua, atau orang yang lemah.

Sebelumnya, upaya untuk menciptakan kembali sutra ala black widow di laboratorium gagal. Sesuatu terjadi pada skala nano selama proses pembuatan sutra yang tidak dipahami oleh para ilmuwan. Tim berusaha mengisi kesenjangan pengetahuan ini dengan mempelajari solusi protein sutra pada skala menit.

Mereka menemukan bahwa proteinnya terdiri dari ratusan protein sutra individu. “Rakitan skala nano yang lebih besar ini dihipotesiskan ada selama hampir 15 tahun… untuk pertama kalinya kita benar-benar tahu seperti apa bentuknya,” kata Holland.

Postcomended   Jelang Olimpiade 2020, Jepang Uji Coba Kereta Peluru Tercepat di Dunia

Holland mengungkapkan, sekarang mereka tahu sutra laba-laba janda hitam dibuat dari skala nano, sehingga para ilmuwan dapat mulai menciptakan versi buatannya yang lebih baik. “Sudah ada perusahaan startup yang lebih kecil yang membuat sutera laba-laba sintetis,” kata Holland.

Namun, sutera buatan ini tidak memiliki sifat mekanik yang lebih unggul dibanding sutera laba-laba asli. Alasan untuk sifat mekanis bawah standar berasal dari ketidakmampuan untuk meniru proses pemintalan alami di laboratorium.

Holland mengatakan, dengan penelitian terbaru ini, dia melihat bahwa beberapa hal besar akan datang dalam 5-10 tahun ke depan. Tantangan berikutnya adalah kemampuan untuk memproduksi protein dalam jumlah besar dengan biaya yang efektif dan mampu mengukur skalanya hingga tingkat industri.

Mereka juga harus menemukan cara untuk meniru proses pemintalan yang dilakukan laba-laba dengan benar. “Proses untuk membuat serat dari protein sutra sintetis di laboratorium sangat sederhana dibandingkan dengan apa yang terjadi di perut laba-laba. Kita harus memahami apa yang terjadi secara biokimia dari atom ke macroscale. Setelah ini disempurnakan, pengaplikasiannya pada dasarnya tidak terbatas,” kata Holland.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top