cursosde.info

Menyusun menara batu sepertinya merupakan salah satu kegiatan me nyenangkan yang bisa dilakukan di pantai. Terlebih ini juga bisa menjadi obyek foto yang lucu untuk dipamerkan di media sosial. Tapi ini bukan tanpa masalah, meskipun yang lainnya menyebut ini menyehatkan.

Kritikus mengatakan, menyusun batu dapat merusak lingkungan alami juga bisa menjadi ancaman bagi satwa liar. Sementara para pendukungnya mengatakan, manfaat kesehatannya jauh lebih besar daripada kerusakannya.

John Hourston, pendiri Blue Planet Society, seperti dilaporkan BBC, percaya bahwa seni menyusun batu adalah tren yang mengkhawatirkan. “Orang-orang melakukannya tanpa pendidikan lingkungan sehingga mereka tidak tahu situs apa (asal batu-batuan yang ditumpuk) yang mereka gunakan; apakah situs tersebut memiliki makna bagi (kegiatan) satwa liar atau bagi sejarah,” katanya.

Postcomended   9 Juli dalam Sejarah: "Manifesto Russel-Einstein" Ditandatangani Sejumlah Ilmuwan Dunia

Menurut Hourton, semua ada tempatnya. “Kreativitas itu hebat dan saya pikir masuk ke lingkungan itu luar biasa, tetapi dengan pertumbuhan media sosial, ini mencapai titik di mana semua orang melakukannya.”

Sementara itu menurut James Craig Page, seniman seni menumpuk batu, dan juga penyelenggara kejuaraan menumpuk batu di Dunbar, Eropa, mengatakan, manfaat kegiatan menumpuk batu untuk kesehatan mental jauh lebih besar daripada bahaya yang mungkin dilakukan terhadap lingkungan.

“Kami telah melakukan lokakarya dengan sekolah-sekolah dan menemukan bahwa anak-anak yang memiliki masalah fokus di kelas telah mengambil terapi menyusun batu,” katanya.

Menurut Page, banyak orang tua dan guru yang terkejut pada anak-anak yang mengikuti terapi ini yang menghabiskan hanya lebih dari 30 detik untuk bisa fokus pada apa pun.

Postcomended   Sah Kuasai Mayoritas Saham Freeport, Pengamat Minta Pemerintah Hati-hati

Hourston berpikir, pesan utamanya adalah bahwa orang harus sadar akan dampak yang mereka hadapi. “Aturan pertama terhadap lingkungan adalah ‘tidak meninggalkan jejak’,” katanya.

“Jika kita mendidik orang untuk memahami filosofi itu, saya pikir kemudian orang akan berpikir dua kali tentang membuat pernyataan pribadi dengan tumpukan batu.”

Seni menumpuk batu atau juga disebut seni keseimbangan batu, pernah menghebohkan warganet di Indonesia, tepatnya di Sukabumi, ketika sejumlah rangkaian tumpukan batu ditemukan di satu sungai yang berair cukup deras. Ketika itu warganet banyak yang mengaitkannya dengan kemistisan. ***

Postcomended   12 Juli dalam Sejarah: Gunung Es Seluas Bali Memisahkan Diri dari Antartika

https://www.bbc.com/news/uk-scotland-45146681

Share the knowledge