Perawat di Siak olah air gambut jadi layak minum - SITE_NAME Antara Sumbar - Antaranews.com730 × 487Search by image Ilustrasi - Warga mengambil air untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus di parit rawa gambut Kampung Singkep, Muara Sabak Barat, Tanjung Jabung Timur, Jambi, ...

Perawat di Siak olah air gambut jadi layak minum – SITE_NAME Antara Sumbar – Antaranews.com730 × 487Search by image Ilustrasi – Warga mengambil air untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus di parit rawa gambut Kampung Singkep, Muara Sabak Barat, Tanjung Jabung Timur, Jambi, …

Keterbatasan yang dialami masyarakat Indonesia dalam segala hal, di satu sisi berhasil memaksa warganya memaksimalkan kemampuan otak untuk berpikir. Inilah yang secara mengagumkan terjadi pada seorang perawat di Puskesmas Sungai Apit, Siak, Riau. Desy Yarsita, sang perawat, berhasil menciptakan inovasi teknologi yang dapat mengolah air gambut beracun menjadi layak minum.

Atas upayanya ini, Desi diberi penghargaan sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Paramedis tingkat Provinsi Riau pada 2016, serta mewakili Riau dalam pemilihan perawat teladan tingkat nasional.

Postcomended   Antara Sungai Nil, Masyarakat Mesir Kuno, dan Bagaimana Piramida Dibangun

Desi mengatakan, Rabu (15/11/2017), seperti dikutip situs Antara, air gambut memiliki rasa payau (semacam perpaduan rasa air tawar dan air laut). Padahal kata Desi, syarat air bersih adalah tidak berwarna, tidak berbau, dan tawar alias tidak memiliki rasa.

Kecamatan Sungai Apit yang mayoritas merupakan kawasan gambut, memiliki kandungan air tanah berwarna hitam kecoklatan. Namun karena tak ada sumber lain, banyak warga yang terpaksa masih menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ketersediaan air makin parah saat kemarau. Hingga tak jarang warga terpaksa memakai air gambut untuk minum. Parahnya warga kadang meminum langsung tanpa di masak.

Hasil penelitian laboratorium menunjukkan, air gambut mengandung senyawa organik trihalometan yang bersifat karsinogenik atau memicu kanker. Belum lagi kadar logam besi dan mangan-nya diketahui cukup tinggi. Konsumsi jangka panjang air gambut dipastikan akan mengganggu kesehatan.

Postcomended   Minum 8 Gelas Sehari Ternyata Hanya Mitos (?)

Tantangan makin berat karena kondisi air gambut di wilayah ini sudah tercemar baik oleh usaha perusahaan perkebunan maupun oleh perilaku masyarakat sendiri.

Teknologi yang diaplikasikan Desi untuk mengubah air gambut menjadi bisa dikonsumsi sebenarnya sederhana, yang tidak sederhana adalah kemauannya. Desi menciptakan teknologi penjernih air sederhana yang disebutnya Water Peat Purification Siak (WPPS).

Modal Desi untuk membeli peralatan pendukung inovasinya itu terbilang murah, hanya Rp 200 ribu. Desi memulai proyek penjernih air ini sejak 2016.

Dijelaskannya, alat penjernih airnya itu mengombinasikan teori kimiawi dengan teori alir rambat sebagai filtrasinya, dengan cara pengendapan dalam satu wadah besar.

Postcomended   Minum 8 Gelas Sehari Ternyata Hanya Mitos (?)

Air yang telah melalui proses pengendapan berupa asam humat gambut ini, kemudian dialirkan ke dalam pipa filtrasi berisi pasir dan karbon aktif (arang). Hasilnya, air bersih yang dapat dikonsumsi.(***/ant)

Share the knowledge