Pria Terbangun dari Koma Selama 23 Tahun Detik News226 × 170Search by image

Pria Terbangun dari Koma Selama 23 Tahun Detik News226 × 170Search by image

Seorang pria berusia 35 tahun yang tak disebutkan identitasnya, mulai “terbangun” dari tidurnya selama 15 tahun. Pria ini mengalami cedera otak traumatis dan berada pada fase vegetatif setelah mengalami kecelakaan mobil.

Tim dokter yang menangani pria tersebut, seperti dikutip Science Alert, Senin (25/9/2017), mengungkapkan, dia mulai menanggapi perintah sederhana yang sebelumnya tidak mungkin. Misalnya mengikuti sebuah objek dengan matanya dan menggerakan kepalanya jika diminta.

“Ibunya melaporkan kemampuan si pria yang lebih baik untuk tetap terjaga saat mendengarkan terapisnya membacakan buku,” ungkap tim dokter  dari Cognitive Neiroscience Center di Perancis tersebut.

Kabar ini adalah untuk kali pertama tim dokter berhasil “membangunkan” pasien dari keadaan vegetatif selama bertahun-tahun. Kondisi vegetatif berbeda dengan koma. Kondisi koma adalah ketika seseorang tertidur dan tidak responsif.

Postcomended   Pendiri Tesla dan DeepMind Desak PBB Cegah Pengembangan Robot Pembunuh

Sementara pasien dalam keadaan vegetatif, kondisinya terbangun namun tidak menunjukkan tanda-tanda sadar atau fungsi kognitifnya bekerja. Pasien vegetatif hanya memiliki refleks dasar seperti berkedip ketika dikejutkan.

Orang dengan keadaan vegetatif memiliki harapan beralih statusnya menjadi memiliki kesadaran minimal, yakni memiliki sedikit kesadaran pada lingkungan sekitarnya. Namun jika berada dalam kondisi vegetatif selama lebih dari 12 bulan setelah cedera otak traumatis, orang itu akan dianggap berada dalam fase itu secara permanen alias tidak mungkin sembuh.

Angela Sirigu dari Cognitive Neiroscience Center, mencoba melakukan stimulasi saraf untuk mengembalikan kesadaran pria 35 tahun itu. Tim menggunakan implan yang merangsang saraf vagus; salah satu saraf terpenting yang menghubungkan otak ke bagian tubuh lain. Implan ini disebut “alat pacu otak”.

Postcomended   Sekelompok Spesies Orangutan "Aneh" Diidentifikasi di Sumatra

Studi ini didasarkan pada hipotesis dari penelitian sebelumnya yang menyatakan, stimulasi pada thalamus akan memperbaiki otak pasien yang dalam fase vegetatif.

Dalam eksperimennya, para dokter secara bertahap meningkatkan intensitas rangsangan. Secara mengejutkan pasien menunjukkan perbaikan dalam waktu hanya sebulan. Ada gerakan dan perhatian yang signifikan setelah penggunaan alat stimulasi saraf tersebut.

Studi ini bisa menjadi titik awal perawatan pasien dengan trauma yang sama. Studi menunjukkan, pasien tetap bisa berubah ke fase kesadaran minimal walaupun telah mengalami fase vegetatif bertahun-tahun.

 

Namun karena baru satu pasien yang menunjukkan hasil positif, terapi ini belum bisa digeneralisasi kepada semua pasien serupa. Saat ini, tim baru merencanakan studi ini sebagai awal penelitian yang lebih besar untuk terapi penyembuhan bagi pasien dengan keadaan vegetatif. Studi kasus ini telah dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.

 

Postcomended   Berharap Bumi Selamat pada Ulat Pemakan Plastik