Internasional

Seorang Senator Sebut Trump Menyuap dan Menjilat Arab Saudi; Kasus Khashoggi

Share the knowledge

 

https://www.thenational.ae/world/mohammed-bin-salman-welcomed-at-white-house-by-donald-trump-1.714770

AFP

Hari ini, Rabu (21/11/2018) pagi WIB, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menulis di akun Twitter-nya kata pendek andalannya selama kampanye yang lalu: “America First.” Namun politisi AS menuding alih-alih menempatkan negaranya di tempat pertama, Trump dianggap telah menempatkan Arab Saudi di tempat pertama.

Ini terkait sikap Trump yang sangat lembek terhadap Arab Saudi dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, di tengah badan intelijen pusat negara adidaya ini (CIA) telah menyatakan bahwa putra mahkota Saudi, Muhammad bin Salman (MBS) terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

Senator Demokrat, Tim Kaine, juga melalui akun Twitter-nya, Selasa, menulis bahwa Trump menempatkan “Arab Saudi pertama” dalam keputusannya untuk tidak mengambil tindakan hukuman terhadap negara kerajaan itu atau terhadap MBS atas pembunuhan Khashoggi. “Keputusan Trump adalah lagi-lagi suapan yang menjilat kepada otoriter asing,” cuit Kaine, Selasa, seperti dilaporkan laman Al-Jazeera.

“Ini hanya masalah waktu, sampai tindakan seperti ini oleh presiden telah secara langsung mengancam keamanan kami,” tambahnya. Sementara itu surat kabar AS meledakkan istilah “bisnis seperti biasa” (business as usual) antara Trump dengan Saudi. Media dimana Khashoggi menjadi kontributornya, The Washington Post, mengecam keputusan Trump untuk menahan diri menghukum Saudi atas kematian Khashoggi.

Penulis (mengenai) Saudi yang menulis kolom untuk surat kabar, mengeritik keluarga kerajaan Saudi. Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di Twitter, Penerbit Washington Post, Fred Ryan, menuduh Trump menempatkan hubungan pribadi dan kepentingan komersial di atas nilai-nilai AS tentang penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) untuk terus melakukan “business as usual” dengan MBS.

Postcomended   McCain Menyerah pada Penyakit Glioblastoma: Penyakit Apakah Ini?

Ryan lebih lanjut menyatakan CIA telah “menyimpulkan dengan keyakinan tinggi” bahwa MBS mengarahkan pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober lalu di konsulat Saudi di Istanbul Turki. Ryan menambahkan jika ada alasan untuk meragukan temuan ini, Trump harus segera membuat bukti itu menjadi publik. Demi memelihara hubungan tetap nyaman dengan Saudi, Trump berdalih bahwa CIA tidak pernah membuat kesimpulan “definitif” tentang siapa yang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.

Kritik tak hanya datang dari kubu Demokrat, namun juga dari Bob Corker, Ketua Senat yang berasal dari partai Republik. Bersama dengan Bob Menendez dari Demokrat (yang juga anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat), keduanya mengirim surat kepada Trump yang dikirim Selasa, yang menuntut Trump untuk secara jelas menyebutkan apakah MBS bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.

Postcomended   Setelah Diejek Trump, Aktivis Iklim Greta Thunberg Diberi Penghargaan "Light Livelihood"

Di bawah Undang-Undang (UU) Magnitsky –undang-undang yang memberdayakan pemerintah AS untuk menyelidiki pelanggaran HAM– presiden hatus menentukan apakah seorang asing telah melakukan “pelanggaran berat” HAM terhadap individu, termasuk pembunuhan di luar hukum. UU itu juga memungkinkan pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada individu jika ditetapkan bahwa mereka melakukan pelanggaran HAM.

Namun Trump telah mengatakan bahwa tidak akan ada tindakan lebih lanjut terhadap Arab Saudi, mengutip perjanjian senjata dan peran Saudi sebagai “sekutu besar dalam perjuangan AS yang sangat penting melawan Iran.”

Sementara itu menteri luar negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan, Ankara mungkin akan mendorong penyelidikan resmi PBB atas pembunuhan Khashoggi jika hubungannya dengan Riyadh menemui jalan buntu. Berbicara kepada wartawan di Washington DC, Selasa, Cavusoglu mengatakan Turki tidak sepenuhnya puas dengan tingkat kerja sama yang diterimanya dari Arab Saudi atas kasus ini.

Postcomended   Mencap Organisasi Teroris, Argentina Perintahkan Pembekuan Aset Hizbullah

“Siapa pun yang memberi instruksi harus bertanggung jawab. Siapa pun yang melakukan kejahatan ini harus dibawa ke pengadilan,” kata Cavusoglu. Mengulangi posisi Ankara bahwa kebenaran harus keluar pada siapa yang memberi perintah untuk membunuh wartawan, Cavusoglu mengatakan negaranya telah berbagi informasi terbaru tentang pembunuhan dengan AS.***

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top