Juli Briskman (50), mengacungkan jarinya ke rombongan mobil Presiden Trump, dan tertangkap kamera fotografer AFP (http://www.myajc.com/rf/image_medium/Pub/p8/MyAJC/2017/11/07/Images/VA_TRUMP_CYCLIST.JPG)

Amerika Serikat (AS) memang menganut kebebasan mengeluarkan pendapat. Tapi kalau mengacungkan jari tengah ke iring-iringan mobil Presiden Donald Trump, tertangkap kamera, lalu viral di media sosial? Diproses secara hukum sih tidak, tapi pekerjaan melayang. Inilah yang terjadi pada Juli Briskman (50), yang malah dengan bangga mengabarkan aksinya itu kepada perusahaan tempatnya bekerja.

Briskman sendiri yang mengungkapkan bahwa dia kehilangan pekerjaannya karena telah mengacungkan jari tengahnya ke iring-iringan mobil Trump, saat dia sedang bersepeda di kotanya, Sterling, Virginia.

Briskman mengendarai sepedanya di Lowes Island Boulevard setelah pukul 3 sore, pada 28 Oktober 2017 ketika dia mendapati dirinya berbagi jalur dengan iring-iringan Presiden Trump yang sedang meninggalkan Trump National Golf Course di Sterling.

Ketika sekitar setengah lusin kendaraan rombongan Presiden Trump meluncur perlahan melewatinya, Briskman memutuskan mengacungkan jari tengahnya tersebut. Aksinya rupanya tertangkap kamera wartawan dan segera menjadi viral di media sosial karena dibagi banyak warganet.

Postcomended   FBI dan CIA Tekan Trump untuk Menahan Sebagian Dokumen Terkait Pembunuhan JFK

Briskman termasuk warga AS yang tidak mendukung Trump. Dia menjelaskan bahwa dia marah atas langkah-langkah yang diambil oleh administrasi Trump, termasuk tentang asuransi kesehatan dan masalah deportasi. “Anda bermain golf lagi saat ada banyak hal yang terjadi saat ini,” ujarnya menahan kekesalan.

Dalam iring-iringan mobil presiden, ikut juga sekumpulan wartawan dan fotografer. Rupanya fotografer Agence France-Presse (AFP) menangkap aksi Briskman tersebut.

Foto ini kemudian diunggah Steve Herman, kepala biro Gedung Putih untuk Voice of America, ke akun Twitter-nya. Briskman baru menyadari foto itu keesokan harinya, ketika Indivisible Loudoun ACTION, satu kelompok anti-Trump di Facebook, memposting tweet Herman seraya menulis, “Siapa ini?” Briskman lalu menjawab di bagian komentar bahwa itu adalah dia.

Postcomended   4 Oktober dalam Sejarah: Wikileaks Didirikan di Bawah Kecemasan Sejumlah Negara

Foto tersebut segera menjadi viral. Pemandu “talk show” kondang di AS, Jimmy Fallon, ikut menampilkan segmen yang menunjukkan gambar itu. Briskman lalu disebut warganet sebagai “She-ro.”

Awalnya, Akima L.L.C., perusahaan kontraktor pemerintah tempat Briskman menjadi analis pemasaran selama lebih dari enam bulan, tidak mengetahui kabar tersebut sampai Briskman sendiri yang membocorkannya. Mungkin karena merasa bangga. 

Pada 31 Oktober, dia dipanggil untuk bertemu pejabat perusahaan tersebut. Briskman dinilai tidak memenuhi kode etik perusahaan. Para pejabat perusahaan khawatir hal itu bisa merugikan bisnis mereka sehubungan dengan proyek mereka yang terkait dengan kontrak pemerintah.

Briskman mengatakan bahwa dia kemudian didorong pejabat sumber daya manusia untuk mengajukan pengunduran diri daripada dipecat, dengan alasan cara itu akan memudahkan Briskman mendapatkan pekerjaan lain.

Postcomended   Bangun Pangkalan, Cina Semakin Menancapkan Kuku di Afrika

Perusahaan mengabaikan permintaan konfirmasi dari wartawan, namun di website-nya mereka menulia bahwa Akima melakukan bisnis sesuai dengan “standar etika tertinggi” dan mengharapkan semua karyawannya mempertahankan standar tersebut.(***/Newyorktimes)

Share the knowledge