Setelah Konsultasi dengan Pengusir Setan, Seorang Pastor Tarik “Harry Potter” dari Perpustakaan

Setelah Konsultasi dengan Pengusir Setan, Seorang Pastor Tarik “Harry Potter” dari Perpustakaan

Internasional
Share the knowledge

Satu sekolah Katolik Roma di Tennessee, AS, telah menarik buku-buku Harry Potter dari perpustakaannya. Penyebabnya, pastor sekolah tersebut menyimpulkan bahwa buku-buku tersebut dapat menyebabkan pembacanya menyulut kehadiran roh jahat.

Pastor tersebut memperingatkan, mantra dan kutukan yang ditulis penulisnya, JK Rowling, adalah nyata dan berisiko menyulut kehadiran roh jahat ketika dibaca. Pastor Dan Reehill menjelaskan keputusannya dalam email ke orang tua siswa di Sekolah Katolik St Edward, Nashville, Amerika Serikat (AS).

Di dalam email tersebut dia menyatakan telah berkonsultasi dengan pengusir setan di AS dan di Vatikan sebelum melarang kisah tujuh jilid penyihir bocah di Hogwarts dan pertempurannya melawan Lord Voldermort dan kekuatan kegelapan.

“Buku-buku ini menyajikan sihir baik dan jahat, yang tidak benar, tetapi sebenarnya tipuan yang cerdik. Kutukan dan mantra yang digunakan dalam buku adalah kutukan dan mantra yang sebenarnya; yang ketika dibaca oleh manusia berisiko membawa roh-roh jahat ke hadapan orang yang membaca teks itu,” Pastor Reehill menulis, tampaknya dengan sangat serius.

Postcomended   26 September dalam Sejarah: Stanislav Petrov Mungkin Telah Cegah Perang Nuklir Terjadi Hari Ini

Rebecca Hammel, pengawas sekolah untuk Keuskupan Katolik Nashville, mengatakan kepada The Tennessean, seperti dilansir The Independent, bahwa Pendeta Reehill memang telah mengirim email dan memiliki keputusan akhir mengenai masalah ini, karena Gereja Katolik tidak memiliki posisi resmi mengenai serial laris Rowling ini.

“Setiap pendeta memiliki otoritas kanonik untuk membuat keputusan seperti itu untuk sekolah parokinya,” katanya. “Dia memiliki wewenang untuk bertindak seperti itu.” Sekolah baru-baru ini telah membuka perpustakaan baru untuk para siswanya, jelas Hammel, yang mendorong kampus untuk mengkaji kembali katalognya.

“Saya tahu bahwa dalam prosesnya mereka akan menyortir beberapa konten dengan harapan dapat meningkatkannya sirkulasinya,” katanya. Namun Hammel mengatakan, sekolah tidak akan menghalangi siswa membaca Harry Potter atas kebijaksanaan orang tua mereka.

Postcomended   Tokoh Militer Panglima Islam yang Terhormat Khalid bin al-Walid

“Jika orang tua menganggap bahwa ini atau media lain sesuai (untuk anak-anaknya), kami berharap bahwa mereka hanya akan membimbing putra dan putri mereka untuk memahami konten melalui lensa iman kita,” kata Hammel.

“Kami benar-benar tidak melakukan penyensoran selain memastikan bahwa apa yang kami masukkan ke perpustakaan sekolah adalah bahan yang sesuai dengan umur untuk ruang kelas kami.”

Dilansir laman Inews.co.uk, Harry Potter adalah salah satu seri buku terlaris di dunia, dan sekarang salinan lamanya yang pertama dicetak tahun 1997, bisa berharga. Salinan “Harry Potter and the Philosopher’s Stone”, Mei lalu dikabarkan harganya berkisar antara 20-30 ribu poundsterling (Rp 340-510 juta) di pelelangan.

Meskipun buku ini sukses di seluruh dunia, ini bukan yang pertama buku ini dilarang di sekolah-sekolah AS dan Inggris karena dituduh mendukung setan atau ilmu hitam.***

Postcomended   Dengan Implan "Otak Google", Suatu Hari Sekolah Tidak Akan Dibutuhkan

 

 


Share the knowledge

Leave a Reply