sumber: http://www.khq.com/story/39090819/tracking-hurricane-florence

Penampakan badai Florence dari kamera satelit (sumber foto: www.khq.com)

Tuhan mungkin memang adil. Ketika di satu bagian Bumi begitu sering ditimpa bencana gempa Bumi, di bagian lainnya manusia sibuk menangkal serangkaian badai mematikan. Usai badai Florence memorakporandakan kawasan timur laut Amerika Serikat (AS) terutama North Carolina, dengan Helene, Isaac dan Joyce berputar-putar di sekitar Atlantik, para peramal cuaca mencatat empat lagi potensi badai tropis terjadi di benua itu.

Musim topan kembali mendidih. Pada Jumat (21/9/2018) sore, para peramal di National Hurricane Center AS seperti dilansir laman Miami Herald, mengamati empat sistem yang berpotensi menjadi depresi atau badai tropis. Badai yang paling dekat dengan AS, dan menuju Kepulauan Windward, diramalkan melakukan pendaratan sehari setelah pagi yang berantakan (akibat Florence), yakni pada Jumat malam.

Gelombang yang bergulir di lepas pantai Afrika juga bisa berkembang menjadi depresi tropis minggu depan. “Kami belum bisa meninggalkan pengawasan kami,” kata Senior Badai Spesialis Mike Brennan.

Postcomended   Inilah Calon Penumpang Berbayar Pertama SpaceX untuk Keliling Bulan

Dua sistem lain berayun ke utara, termasuk satu yang dibangkitkan oleh energi yang terseret oleh Florence. Satu yang lebih dekat ke pantai AS memiliki peluang lebih rendah untuk menjadi badai sementara yang kedua lebih mungkin, tetapi jauh dari pantai AS.

Kenaikan sistem itu terjadi setelah jeda singkat seusai Florence melakukan pendaratan Jumat pagi di North Carolina, di mana banjir meluas akibat hujan lebat yang terus berlanjut, dan badai tropis Helene, Isaac dan Joyce berputar-putar di sekitar Atlantik. Gordon juga tiba-tiba muncul, melintasi Keys sebagai badai tropis, tetapi gagal sebelum yang lain memulai.

Florence yang melakukan pendaratan sepekan lalu (14/9/2018), membawa gelombang tinggi, hujan deras dan banjir parah terutama di kawasan Carolina Utara. Meskipun status bahayanya cenderung diturunkan, Florence menewaskan hampir 40 orang di AS.

Untuk Florida Selatan, bulan-bulan paling mengkhawatirkan ada di depan. “Kami masih memiliki aktivitas sekunder saat kami memasuki pertengahan Oktober dan mulai melihat front di Teluk Meksiko dan Karibia,” kata Brennan.

Postcomended   Huawei Dituduh Curi Kekayaan Intelektual untuk Bantu Cina Kalahkan Amerika

Salah satu waktu yang paling mungkin memengaruhi Florida Selatan, kata Brennan, adalah pada Oktober, ketika badai berkembang di Karibia barat laut dan kemudian dijemput dan pindah ke utara, timur laut.

Memiliki empat sistem di satu ceruk sekaligus saat ini bukan hal yang biasa, katanya. Faktanya, jika memiliki begitu banyak potensi, tetapi tidak ada sama sekali depresi tropis atau badai, lebih tidak biasa.

Mei silam, Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS meramalkan musim di atas rata-rata dengan 10-16 badai yang memiliki nama dan 1-4 badai besar. Pada Agustus, sebagaimana pola cuaca El Nino menunjukkan tanda-tanda terbentuk di atas perairan Pasifik yang hangat, yang dapat menghasilkan angin tingkat atas di Atlantik untuk membantu badai lebih smooth, mereka menurunkan jumlah badai menjadi 9-13, dan dua atau lebih sedikit sebagai angin topan.

Namun sejauh ini, El Nino sedikit lebih lambat berkembang dari yang diperkirakan. Agustus lalu, para peramal mengatakan bahwa sistem itu kemungkinan besar akan berkembang di musim gugur. Bulan ini (September) mereka menurunkan peluang menjadi 50-50 selama musim gugur dan lebih mungkin selama musim dingin.***

Postcomended   Fenomena Langka: Ibu Kota Cile Dilanda Hujan Salju

 

 

Share the knowledge