Loading...
Internasional

Setelah Kabur, Pengantin ISIS Memohon pada Keluarganya agar Tak Diadili Terlalu Keras

Share the knowledge

 

Pengantin ISIS asal Kanada yang kabur berharap bias diterima kembali oleh keluarganya (gambar dari: https://www.thepost.on.ca/news/world/canadian-isis-bride-dont-judge-me-too-harshly/wcm/b8411d69-9872-44a1-bb45-9cbd92bfab35)

Pengantin ISIS asal Kanada yang kabur berharap bisa diterima kembali oleh keluarganya (gambar dari: https://www.thepost.on.ca/news/world/canadian-isis-bride-dont-judge-me-too-harshly/wcm/b8411d69-9872-44a1-bb45-9cbd92bfab35)

Seorang pengantin ISIS memohon agar tidak diadili terlalu keras setelah berhasil kabur dari kantong terakhir ISIS yang tersisa di Suriah. Wanita asal Kanada ini berdalih bahwa dia tidak mengerti semua urusan politik dan hanya melakukan perjalanan ke Suriah untuk kemanusiaan.

Kimberley (46) mengatakan, dia telah dipenjara oleh ISIS dan lolos dari serangan terakhir mereka di Baghouz, tempat puluhan ribu warga sipil melarikan diri ke wilayah oposisi. Pejuang Suriah yang didukung Amerika Serikat (AS) berjuang untuk memaksa ISIS keluar dari Baghouz dalam upaya terakhir minggu ini.

Berbicara kepada ITV News di sebuah kamp yang dikuasai Kurdi, dia mengatakan: “Saya tahu bahwa mereka sedang bertempur tetapi saya tidak tahu semua politik.” Dia mengatakan datang ke Suriah dengan motif kemanusiaan, yakni menawarkan keterampilan yang dimilikinya untuk membantu perempuan dan anak-anak di sana.

Postcomended   Rusia Susun RUU agar Gawai yang Diimpor Dipasangi Software Tertentu

Menurutnya, ada bom dimana-mana, orang-orang melarikan diri, anak-anak dan mayat ditarik dari rumah-rumah yang runtuh, dan dia akan mengatakan kepada para wanita dan anak-anak di sana, “datanglah, kamu akan baik-baik saja.” “Dan saya akan mengatakan kepada keluarga (saya) di rumah, jangan menilai terlalu keras,” pintanya.

Dia mengatakan ingin bersatu kembali dengan keluarganya di Kanada, di mana saudara perempuannya mengatakan, “Kimberley tidak bertindak rasional.”

Laman Daily Mail dalam laporannya Selasa (12/2/2109) menyebutkan, para pejuang Suriah sedang memerangi serangan sengit “jihadis” ketika mereka mendorong untuk mengambil potongan tanah terakhir dari tangan ISIS di timur negara itu, yang mungkin akan jatuh dalam beberapa hari.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, yang didukung oleh tembakan artileri dari koalisi yang dipimpin AS, meluncurkan dukungan terakhir di perbatasan Irak, Sabtu (9/2/2019). Sebanyak 600 “jihadis” serta ratusan warga sipil diyakini tetap berada di dalam wilayah ISIS.

Postcomended   Dolar Menguat, Gaji Pekerja Wall Street Melesat

Puluhan ribu orang, kebanyakan wanita dan anak-anak yang terkait dengan pejuang ISIS, telah melarikan diri dari kelompok “jihadis” yang jumlahnya menyusut. Banyak dari mereka mengklaim bahwa mereka bukan pendukung kelompok terror gtersebut.

Pada Senin (11/2/2019) koalisi pimpinan AS mempertahankan serangan bom terus-menerus di daerah itu ketika SDF menghadapi perlawanan ganas. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berpusat di Inggris mengatakan, 12 pejuang SDF dan 19 jihadis tewas dalam pertempuran Senin itu.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan, Senin, koalisi dapat menyatakan kemenangan atas ISIS di wilayah tersebut dalam beberapa hari mendatang. Aliansi telah berjuang untuk mengusir para “jihadis” dari provinsi timur Deir Ezzor sejak September tahun lalu. ***

Postcomended   Lebih dari 130 Perusahaan AS Dilarang Berdagang dengan Huawei
Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top