Buy me a coffeeBuy me a coffee
Internasional

Setelah Meluas Secara Misterius, Es Antartika Kini Meleleh Seluas Empat Kali Prancis

Share the knowledge

Antartika (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=lMnzuGwa6RI)

Antartika (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=lMnzuGwa6RI)


Setelah meluas secara misterius selama beberapa dekade, lapisan es Antartika kini meleleh dalam luas wilayah empat kali lebih besar dari Prancis hanya dalam beberapa tahun dan sekarang berada pada rekor terendah, menurut satu studi terbaru.  

Para ilmuwan sudah tahu Antartika mencair dengan kecepatan yang meningkat, seperti halnya Kutub Utara, karena percepatan pembuangan dari gletser; sungai-sungai es yang mendorong air perlahan-lahan ke pantai. Tetapi antara 1979 dan 2014, mereka mengamati sebuah fenomena yang menarik sekaligus meyakinkan: lapisan es laut, mengembang.

Dari 2014 hingga 2017, Antartika kehilangan hampir sebanyak Kutub (Utara) selama hampir 40 tahun, kata klimatolog NASA, Claire Parkinson, kepada AFP. Tren ini kata Parkinson, terus berlanjut sejak itu.

Dari area puncak 12,8 juta kilometer persegi, lapisan es laut surut dua juta kilometer persegi karena alasan yang belum diketahui.

Postcomended   Inilah Calon Penumpang Berbayar Pertama SpaceX untuk Keliling Bulan

“Ini meningkat dari level tertinggi 40 tahun pada 2014, terus turun pada 2017 ke level terendahnya dalam 40 tahun,” kata Parkinson, yang temuannya dipublikasikan dalam Prosiding National Academy of Sciences (PNAS).

Tim tersebut menganalisis pengukuran gelombang mikro dari satelit NASA dan militer selama periode tersebut untuk membangun gambar yang paling tepat hingga saat ini dari lapisan es laut bersejarah, yang hanya mengukur area tetapi bukan ketebalan.

Peneliti menyimpulkan, baik alasan untuk ekspansi lapisan es sebelumnya maupun penurunan saat ini, tidak dipahami dengan baik. Sejumlah hipotesis muncul, termasuk dikaitkan dengan kondisi lubang di lapisan ozon, angin yang bergeser, dan arus laut., tetapi itu bukan alasan masuk akal untuk dua fenomena tersebut.

“Tidak ada hipotesis yang bagus menurut saya,” kata Douglas Martinson, seorang ahli kelautan dari Universitas Columbia, salah satu peer reviewer makalah itu. Namun dia memperingatkan agar tidak mencoba menerapkan temuan di Kutub Utara untuk Antartika, karena kata dia itu akan seperti membandingkan apel dengan truk tentara.

Postcomended   Apakah Kapitalisme Penyebab Utama Kemiskinan?

Arktik (di Kutub Utara) adalah lautan yang dikelilingi oleh daratan, sedangkan Antartika adalah benua yang dikelilingi oleh lautan, di mana gunung es tidak terlalu dibatasi.

Berbeda dengan Kutub Utara, Antartika tidak mengalami pemanasan signifikan dan tetap menjadi tempat terdingin di Bumi, serta sumber air tawar terbesar. Gunung-gunungnya yang tertutup es mampu meningkatkan level lautan hingga 57 meter, menurut sebuah studi tahun 2013.

Chris Rapley, seorang ilmuwan iklim dari University College of London, mengatakan, kenaikan sebelumnya sama sekali tidak merusak tesis pemanasan global. “Ini hanya menunjukkan bahwa dalam sistem yang kompleks dan saling berhubungan, hasil kontra-intuitif dapat terjadi – setidaknya untuk sementara waktu.

“Kami memiliki kecenderungan untuk mencari penjelasan sederhana tentang sebab dan akibat, ketika dalam kenyataannya situasinya jauh lebih rumit dan bernuansa.”***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top