Ekonomi

Setelah Vietnam, Gojek Bakal Ramaikan Jalanan Singapura, Thailand dan Filipina #SURUHGOOGLEAJA

Share the knowledge

Go-Jek makin menginternasional. Setelah pada 1 Agustus 2018 silam resmi mengaspal di Ho Chi Minh, Vietnam, dengan nama Go-Viet, perusahaan perintis (startup) transportasi online asal Indonesia, Go-Jek, juga bakal merambah kota-kota Asia lainnya. Sebut saja di Singapura, Thailand, dan Filipina. Keputusan ini diambil setelah Uber merger dengan Grab.

Dilansir laman Reuters, Gojek mengatakan Mei lalu, akan menginvestasikan 500 juta dolar AS (sekitar Rp 7 triliun) untuk masuk Vietnam, Singapura, Thailand dan Filipina, setelah Uber membuat kesepakatan untuk menjual operasi Asia Tenggara-nya kepada Grab, pemain transportasi online yang lebih besar di wilayah tersebut.

Go-Jek melihat minat pendanaan yang kuat dari para pendukungnya karena menargetkan ekspansi agresif, kata CEO Gojek, Nadiem Makarim, kepada Reuters.

“Sejak peluncuran 1 Agustus, aplikasi telah meraih 15 persen pangsa pasar di Ho Chi Minh,” kata Nadiem. Minggu kedua Agustus, perusahaan akan membuka perekrutan untuk pengemudi sepeda motor di Thailand.

Gojek mengharapkan, kekhawatiran anti-monopoli yang berlarut-larut seputar kesepakatan Grab-Uber, dimana Singapura mengatakan bahwa hal tersebut telah secara substansial melukai persaingan sehat, akan membantu membersihkan jalan bagi ekspansi Gojek di sana.

Dorongan ekspansi Go-Jek ini datang pada saat Grab yang berbasis di Singapura, justru sedang berupaya meningkatkan pendanaan untuk ekspansi di Indonesia dan mengubah dirinya menjadi perusahaan teknologi konsumen, dimulai dengan kemitraan dengan toko online HappyFresh.

“Meniru strategi Go-Jek adalah bentuk pujian tertinggi,” kata Nadiem seraya tertawa. Dia percaya pemahaman Go-Jek tentang pedagang makanan akan memberikannya keunggulan atas Grab, yang menghitung investor seperti perusahaan Dush Chuxing dan SoftBank Group Corp dari Jepang di antara para pendukungnya.

Go-Jek dilaporkan pada Juni sedang dalam pembicaraan untuk mengumpulkan 1,5 miliar dolar AS (sekitar Rp 14 triliun) dalam putaran pendanaan baru dan bernilai sekitar 5 miliar dolar AS (Rp 70 triliun) dalam penggalangan dana sebelumnya, ujar satu sumber kepada Reuters.

Postcomended   Para Pimpinan Keuangan Amerika: Ekonomi AS Akan Tenggelam dalam Resesi pada 2020

Perusahaan itu mengatakan pada Maret 2018 bahwa mereka sedang mempertimbangkan melakukan go-public di bursa efek Indonesia.

Nadiem mencatat bahwa para pendukung Go-Jek berbagi modal dan keahlian. Perusahaan ini berkolaborasi dengan Google Alphabet Inc pada mobilitas platform, Tencent pada strategi pembayaran, JD.com pada operasi logistik, dan Meituan Dianping pada transaksi pedagang dan pengiriman.

Postcomended   Konsumsi Antibiotik Melonjak, Wabah “Superbugs” Mengancam Dunia

Go-Jek telah membentuk lengan modal ventura, Go-Ventures, untuk berinvestasi dalam startup di Asia Tenggara “dengan kepentingan strategis untuk bisnis kami,” kata Nadiem.

Sebelumnya, seperti diumumkan akun Twitter Gojek Tech, akun resmi divisi produk dan pengembangan Gojek, pada 1 Agustus lalu Gojek mengaku mulai merambah Vietnam dengan nama Go-Viet.

Go-Viet, cuit akun tersebut, akan beroperasi di 12 distrik sekitar ibukota Ho Chi Minh City. Selain itu operasional ini akan jadi langkah ekspansi pertama Gojek. Pengguna di Vietnam dapat mengunduh aplikasi tersebut di Apple App Store dan Google Play.

Segmen Gojek Tak Menguntungkan

Namun menurut sang CEO, startup bernilai miliaran dolar pertama di Indonesia ini, justru lemah dalam hal transportasi dibanding segmen lainnya seperti Go-Send atau Go-Food.

“Kami melihat traksi online ke offline yang luar biasa untuk semua bisnis kami dan hampir menguntungkan, kecuali transportasi,” kata CEO 34 tahun itu.

Startup ini kata Nasiem, diharapkan akan sepenuhnya menguntungkan mungkin dalam beberapa tahun ke depan.  

Menurut laporan Google-Temasek, Gojek telah memimpin pasar layanan panggil online di Indonesia, di mana ia memproses lebih dari 100 juta transaksi untuk 20-25 juta pengguna bulanannya. Pada 2025, nilai barang dagangan kotor Gojek diperkirakan akan meningkat menjadi 20,1 miliar dolar AS, dari hanya 5,1 miliar dolar AS pada 2017.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top