http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2017/10/18/09/4573AD0C00000578-4992020-image-a-46_1508315235466.jpg

Momen mengharukan terjadi antara Mama dan Profesor Jan van Hooff. Mama adalah seekor simpanse berusia 59 tahun yang sedang sekarat. Saat petugas kebun binatang di Belanda menyuapinya makan, dalam keadaan meringkuk di atas jerami, dia menolak. Namun dia menerima makanan yang disodorkan Hooff, bahkan ketika dia belum melihat siapa yang menyodorkannya. Apa yang terjadi setelah Mama melihat siapa yang menyodorinya makanan, sungguh mengharukan.

Dilansir Dailymail, Mama, telah menjadi simpanse betina dominan (matriark) di Kebun Binatang Royal Burgers, di Arnhem, Belanda. Di usianya yang menjelang 60, dia sakit parah dan menolak makan dan minum.

Dalam keadaan sekarat itu, teman lamanya, Hooff, datang menemuinya. Awalnya Hooff mengelus tangannya dan menyodorkan makanan. Anehnya, Mama mau memakannya meskipun dia belum menyadari siapa yang datang.

Begitu ujung matanya melihat Hooff, seketika saja dia tersenyum lebar sambil mengeluarkan suara penuh emosi serta mengelus-eluskan punggung tangannya ke dahi Hooff.  Momen berlanjut dengan tangan Mama meraih kepala Hooff dan menepuk-nepuknya.

Mama saat merayakan ulang tahunnya yang ke-50 pada 2007 (http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2017/10/18/11/4574490E00000578-4992020-image-a-63_1508322868690.jpg)

Mama mengenal Hooff sejak 1972. Ikatannya dengan Profesor Hooff, pendiri koloni simpanse di kebun binatang Arnhem, rupanya cukup dalam untuk menyingkirkan kesuraman Mama menjelang kematiannya. Hooff adalag ahli perilaku biologi di Universitas Utrecht, Belanda, yang meneliti koloni Mama sejak 1972 tersebut.

Video mengharukan ini telah diunggah di kanal Youtube pribadi Hooff sejak April 2016, namun baru viral di media nasional maupun internasional beberapa hari terakhir ini.

Mama dikabarkan  meninggal seminggu setelah pertemuan penuh emosional dengan teman lamanya tersebut.

Dikutip dari Independent, Frans De Wall, yang menulis buku berjudul “Chimpanzee Politics” berdasarkan penelitiannya terhadap koloni Mama di kebun hinatang tersebut, mengatakan, Mama memiliki kepribadian yang sangat kuat dan dominan di koloninya. 

Dia kata Frans, menjadi penengah saat terjadi ketegangan dan konflik. Ini menurut Frans merupakan karakter perpaduan manusia dan kera yang mengagumkan. “Dia akan sangat dirindukan,” ujar Frans.***