Internasional

Singapura Laporkan Virus Monkeypox Langka, Diduga dari Hewan Liar Afrika

Share the knowledge

Singapura melaporkan kasus Monkeypox langka yang dibawa seorang warga Nigeria yang diduga telah memakan daging simpanse atau gorilla (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=d2fjyCKiTrQ)

Singapura melaporkan kasus Monkeypox langka yang dibawa seorang warga Nigeria yang diduga telah memakan daging simpanse atau gorilla (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=d2fjyCKiTrQ)

Singapura telah melaporkan kasus pertama virus monkeypox langka yang dibawa oleh seorang lelaki Nigeria yang menurut pemerintah mungkin telah terinfeksi oleh daging hewan liar yang dimakannya di sebuah pernikahan di negaranya: bisa daging gorilla atau simpanse.

Monkeypox, virus yang mirip dengan cacar manusia yang sudah diberantas pada 1980, tidak menyebar dengan mudah dari orang ke orang, tetapi dalam kasus yang jarang dapat berakibat fatal, Reuters melaporkan.

Infeksi monkeypox pada manusia hanya didokumentasikan tiga kali di luar Afrika, di Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Israel, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang berbasis di AS.

Postcomended   Daud Yordan Banggakan Indonesia Di Laga Tinju Di Rusia!

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), mengatakan, dalam sebuah pernyataan pada Kamis (9/5/2019), bahwa pasien yang terinfeksi adalah seorang warga Nigeria berusia 38 tahun yang tiba di Singapura pada akhir April 2019.

“Meskipun risiko penyebarannya rendah, Kementerian Kesehatan mengambil tindakan pencegahan,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa penyelidikan yang sedang berlangsung menunjukkan 23 orang telah diidentifikasi sebagai kontak dekat dengan pasien ketika dia berada di Singapura.

Pihak berwenang mengatakan, sebelum kedatangannya ke Singapura, pria Nigeria ini menghadiri pernikahan di negerinya di mana dia mungkin makan daging hewan liar yang bisa menjadi sumber penularan virus. Daging Bushmeat, yang bisa jadi simpanse, gorila, kijang, burung atau hewan pengerat, adalah makanan pokok di Afrika.

Postcomended   Begini Nasib Anak Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Surabaya di "Persembunyiannya"

Monkeypox biasanya berlangsung selama dua hingga empat minggu, dimulai dengan demam dan sakit kepala dan berlanjut ke benjolan kecil yang disebut pustula yang menyebar ke seluruh tubuh.

Kasus monkeypox pada manusia secara sporadis telah dilaporkan di Afrika barat dan tengah sejak 1970-an. Pada 2003, kasus pertama di luar Afrika dilaporkan di Amerika Serikat. September lalu, Inggris melaporkan semua kasus pertamanya terkait dengan adanya aktivitas perjalanan di Nigeria.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top