Setya Novanto Pernah Diberi Johannes Marliem Jam Harga Rp1,8 Miliar - Fakta News fakta.news Jakarta - Masih ingat Johannes Marliem? Ia adalah saksi kunci yang ditemukan tewas di rumahnya di Amerika Serikat pada Agustus 2017 lalu. Perkembangan barunya, adanya laporan agen FBI yang...

Setya Novanto Pernah Diberi Johannes Marliem Jam Harga Rp1,8 Miliar – Fakta News fakta.news Jakarta – Masih ingat Johannes Marliem? Ia adalah saksi kunci yang ditemukan tewas di rumahnya di Amerika Serikat pada Agustus 2017 lalu. Perkembangan barunya, adanya laporan agen FBI yang…

Tersangka kasus megakorupsi e-KTP, Setya Novanto (SN), dalam pernyataan pembelaannya yang dibacakan di sidang pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (13/4/2018), mengatakan dia dijebak Johannes Marliem, Bos Biomorf Lone Indonesia. Johanes yang ditemukan tewas bunuh diri di California, Amerika Serikat ini, diketahui merekam setiap pertemuan yang diadakan dengan SN terkait proyek e-KTP yang menyedot uang negara hingga Rp 5,8 triliun tersebut.

“Sejak awal, dengan niat, Johannes Marliem menjebak saya dengan merekam masing-masing dan setiap dialog kami,” kata SN di depan Hakim, dilansir situs Tempo. Biomorf Lone Indonesia yang dipimpin oleh Johanes, merupakan anak perusahaan Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat. Perusahaan ini menjadi subkontraktor untuk konsorsium yang memenangkan tender proyek e-KTP.

Biomorf dioperasikan bersama dengan PT Quadra Solution yang bekerja mencatat data biometrik sipil, memeriksa data kloning, dan menyimpan data. Sementara itu, Biomorf bekerja pada beberapa proyek senilai hingga Rp 680 miliar dari total nilai proyek e-KTP sebesar Rp 5,8 triliun.

Postcomended   Indonesia Bisa Bikin Status Pelabuhan Transito Singapura Tinggal Mimpi

Dalam persidangan, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperdengarkan beberapa rekaman percakapan antara Johanes, pengusaha Andi Agustinus (Andi Narogong), dan Setya Novanto, yang digunakan sebagai salah satu dari banyak bukti untuk menuntut SN.

Rekaman tersebut juga memuat percakapan antara Johannes dan Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo, yang digunakan oleh KPK sebagai bukti untuk memberatkan SN.***