Detik Sumsel | Nasional Detik Sumsel Usai Rumah Digeledah, Zumi Zola Dicegah ke LN

Detik Sumsel | Nasional Detik Sumsel Usai Rumah Digeledah, Zumi Zola Dicegah ke LN

Dua pejabat perusahaan sekelas CEO alias direktur utama, akan menjadi saksi dari tujuh saksi yang akan ditanyai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kasus korupsi yang membelit Gubernur Jambi non-aktif, Zumi Zola. “Tujuh saksi ini berasal dari lima perusahaan. Dua dari mereka adalah direktur utama,” ujar Juru bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (16/4/2018). Senin pekan lalu, Zumi akhirnya keluar ruangan mengenakan rompi oranye, usai diperiksa sekitar 8 jam oleh penyidik KPK. Zumi diduga menerima uang suap yang digunakan untuk menyuap. Yang juga menjadi pertanyaan, dari mana Zumi memiliki Rp 6 miliar untuk menyuap?

Ketujuh saksi yang akan ditanyai KPK tersebut adalah Direktur Utama PT Merangin Karya Sejati, Ismail Ibrahim; staf atau pegawai PT Merangin Karya Sejati, Nano; Direktur PT Hendy Mega Pratama, Irawan Nasution; Direktur PT Blistik Jaya, Djamino; Direktur Utama PT Usaha Batanghari, Abdul Kadir; Direktur PT Dua Putri Persada, Fatmawati; dan Handono alias Aliang, dari unsur swasta.

Hingga kini, Zumi telah meringkuk di tahanan selama sepekan dari rencana penahanan 20 hari pertama di Rutan C1 KPK. KPK telah menetapkan Zumi sebagai tersangka sejak 2 Februari silam. Mantan pemain sinetron ini diduga terlibatan dalam kasus suap senilai Rp 6 miliar di sekitar pengadaan izin pembangunan proyek di Jambi. Zumi tak sendiri. KPK telah lebih dulu menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, Arfan, sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Postcomended   Facebook Tangguhkan 200 Aplikasi Mencurigakan

Perkara yang melibatkan Zumi dan Arfan merupakan pengembangan perkara kasus suap pengesahan Rancangan APBD Jambi 2018. KPK menduga, para pejabat di Pemprov Jambi, termasuk Zumi dan Arfan, menyuap anggota DPRD Jambi agar mereka bersedia menghadiri rapat pembahasan R-APBD Jambi 2018.

Selain Arfan, KPK menetapkan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Erwan Malik, dan Asisten Daerah III Provinsi Jambi, Saipudin, sebagai tersangka. Dalam operasi tangkap tangan terhadap mereka, KPK menyita uang Rp 4,7 miliar. Uang tersebut diduga bagian dari total Rp 6 miliar yang akan diberikan kepada sejumlah anggota DPRD Jambi. Sisanya, Rp 1,3 miliar, diduga sudah diberikan kepada anggota DPRD lainnya.

Salah seorang anggota DPRD Jambi yang diduga menerima uang “ketok palu” ini adalah Supriono yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dari mana Zumi dan konco memiliki Rp 6 miliar untuk menyuap anggota DPRD Jambi?

Postcomended   Samsung, Perkasa di Tengah "Tradisi" Skandal Keluarga

“Untuk membayar, untuk memberikan kemarin empat sekian miliar (rupiah) itu, apakah mungkin dari kantong Pak Gubernur? Kan enggak. Pasti diterima, dimintakan, dari para pengusaha. Bentuk pemberian ini tidak boleh karena berlawanan dengan jabatannya,” ujar Basaria, dilansir Kompas. Mungkinkah para pengusaha yang telah disebut di atas akan menyusul menjadi tersangka penyuap Zumi cs? Zumi terancam pidana maksimal 20 tahun penjara.

Aktor Sinetron dan Anak Mantan Gubernur Wilayah yang Sama

Sebelum terjun ke dunia politik, dengan bermodalkan ketampanan, Zumi pada awal 2000-an dikenal sebagai aktor film terutama sinetron. Dia pernah berpasangan dengan Tamara Bleszynski dalam sinetron “Surga Untukmu”, dan dengan penyanyi Agnes Monica dalam sinetron “Ku T’lah Jatuh Cinta”. Zumi juga pernah membintangi film berjudul “Merah Putih”.

Postcomended   Jadi Tren Gaya Hidup, Lari Ternyata Bisa Kurangi Risiko Kanker

Karir Zumi di pemerintahan boleh jadi terdorong ayahnya, Zulkifli Nurdin, yang juga politisi PAN dan juga pernah menjabat sebagai Gubernur Jambi dua periode, 1999 hingga 2010. Zumi sendiri mengawali karier politiknya sebagai Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur periode 2011-2016. Lalu pada 12 Februari 2016, pria kelahiran 31 Maret 1980 ini dilantik sebagai Gubernur setelah memenangi Pilkada 2015.

Share the knowledge