Internasional

Spesies Binatang Ini Diduga Mulai Lenyap dari Kehidupan

The last known Alagoas Foliage-gleaner photographed in Pernambuco, Brazil in November 2010. Photo credit: Ciro Albano/NE Brazil Birding

Alagoas Foliage-gleaner yang difoto di Pernambuco, Brasil, pada November 2010. Kredit foto: Ciro Albano / NE Brazil Birding

Dalam satu dekade terakhir ini, manusia mungkin sudah mulai tidak dapat menemukan hewan-hewan ini lagi di alam. Satu studi menyebutkan, delapan dari 51 spesies binatang ini yang terancam punah, menghilang dari alam liar. Penelitian ini menemukan, tiga telah punah, satu punah di alam liar, dan empat kemungkinan sudah dekat pada kepunahan.

Studi statistik yang digelar dalam delapan tahun yang didanai oleh Lembaga nirlaba BirdLife International ini menganalisis, dari 51 spesies burung yang terancam punah, delapan spesies tersebut dapat diklasifikasikan punah atau sangat dekat dengan kepunahan.

Satu spesies dari delapan yang diduga punah itu, Macaw Spix, pernah ditampilkan dalam film animasi 2011 berjudul “Rio”, yang menceritakan kisah perkawinan burung spesies Macaw Spix dengan anggota liar terakhir yang diketahui dari spesiesnya.

Penelitian menyimpulkan, film itu satu dekade terlambat. Mereka memperkirakan Macaw Spix  terakhir yang hidup liar di alam telah mati pada 2000, dan sekitar 70 ada di penangkaran. Penelitian ini diterbitkan hari ini (6/9/2018) dalam jurnal Biological Conservation, dilansir laman National Geographic.

Persatuan Internasional untuk Pelestarian Alam (IUCN), lembaga basis data global yang melacak populasi hewan, serta Birdlife International, yang sering memberikan penilaian kepada IUCN, menyatakan bahwa tiga spesies burung secara resmi diklasifikasikan sebagai punah.

Brazilian cryptic treehunter, terakhir terlihat pada tahun 2007; Brazilian alagoas foliage-gleaner, terakhir terlihat pada 2011; dan Hawaiian black-faced honeycreeper, terakhir terlihat pada 2004. Penulis studi memperkirakan bahwa total 187 spesies burung telah punah.

Postcomended   1 November dalam Sejarah: Mustafa Kemal Ataturk Mengakhiri Kekaisaran Ottoman

Secara historis, spesies yang hidup di pulau-pulau adalah yang paling rentan. Hampir separuh kepunahan yang dikategorikan oleh para penulis, disebabkan oleh keberadaan burung spesies invasif yang bersifat lebih agresif di pulau-pulau. Sedangkan 30 persen kepunahan, sebut mereka, disebabkan oleh perburuan dan penangkapan untuk perdagangan hewan peliharaan yang eksotis.

Kini para konservasionis juga mengkhawatirkan bahwa deforestasi akibat pertanian dan penebangan pohon yang tidak lestari akan menjadi pemicu kepunahan berikutnya. “Hasil kami mengkonfirmasi bahwa ada gelombang kepunahan yang terus tumbuh di seluruh benua, terutama didorong oleh hilangnya habitat dan degradasi dari pertanian dan penebangan yang tidak lestari,” kata penulis utama dan Kepala Ilmuwan BirdLife, Stuart Butchart, dalam siaran persnya.

Postcomended   Ditanya Masa Depan Amazon, Jawaban Jeff Bezos Pesimistis

Di Amazon, di mana banyak dari spesies ini pernah melimpah, deforestasi adalah kekhawatiran yang semakin besar. World Wildlife Fund (WWF) memperkirakan, lebih dari 17 juta hektar hutan hilang antara 2001-2012.

Editorial yang diterbitkan Maret lalu di Science Advance menemukan bahwa Amazon mencapai titik kritis ekologis; jika 40 persen wilayah itu mengalami deforestasi, para ilmuwan mengatakan ekosistem akan berubah secara tetap alas tak bias diubah lagi.

Luisa Arnedo, seorang ahli biologi dan pejabat program senior untuk National Geographic Society, menjelaskan bahwa burung dapat sangat rentan terhadap kepunahan ketika mereka menghadapi hilangnya habitat karena mereka hidup di ceruk ekologi tertentu: hanya makan makanan tertentu atau membuat sarang di pohon tertentu. “Begitu habitatnya hilang, mereka juga hilang,” katanya.

Makin sedikit spesies burung, jelas Arnedo, akan makin memperburuk deforestasi. Banyak burung berfungsi sebagai penyebar biji dan penyerbuk dan dapat membantu membawa daerah yang terdeforestasi kembali ke kehidupan.

BirdLife mengatakan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan dengan kepastian 100 persen bahwa empat spesies yang mereka katakan sangat mungkin untuk punah sebenarnya telah hilang, tetapi tidak ada yang pernah terlihat di alam liar sejak sebelum 2001.

Postcomended   Inilah Produk-produk Terlaris Selama 36 Jam Amazon Prime Day

Meskipun jarang, hewan yang pernah diklasifikasikan telah punah, pernah ada yang kembali dari “kematian”. Tahun lalu, monyet saki berwajah-botak, Vanzolini, terlihat kembali di habitatnya di hutan Amazon setelah para ilmuwan mengiranya telah punah sejak 80 tahun lalu.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top