mark zuckerberg | Blognya Masawep Blognya Masawep bill gates, steve jobs, mark zuckerberg

mark zuckerberg | Blognya Masawep Blognya Masawep bill gates, steve jobs, mark zuckerberg

Pada 2010, Jobs pernah mengatakan dalam satu forum bahwa privasi harus menjadi rahasia bagi perusahaan teknologi semacam Google dan Facebook. Kini video Jobs yang membahas masalah privasi itu kembali ramai dibahas terkait kasus perusahaan data politik Cambridge Analytica yang mengakses informasi secara tidak sah terhadap jutaan pengguna Facebook. Mark Zuckerberg berada di forum itu mendengarkan paparan Jobs.

“Privasi berarti orang tahu apa yang mereka daftarkan. Ini bahasa Inggris biasa dan (digunakan) berulang kali,” kata Jobs kala itu, seperti diulas kembali oleh Kaya Yurieff dari CNN.

“Saya percaya orang-orang pintar dan beberapa orang ingin berbagi lebih banyak data daripada orang lain. Tanyakan kepada mereka. Tanyakan kepada mereka setiap waktu. Buat mereka meminta Anda untuk berhenti bertanya apakah mereka bosan dengan permintaan Anda. Biarkan mereka tahu persis apa yang Anda akan dilakukan dengan data mereka,” tambahnya.

Facebook tengah berada dalam ujian sejak skandal Analytica Cambridge pecah awal Maret 2018. CEO Facebook, Mark Zuckerberg, telah dipanggil oleh anggota parlemen di Amerika Serikat (AS) dan Inggris untuk bersaksi tentang skandal penambangan data ini. 

Pada saat itu, wartawan Walt Mossberg menanyakan Jobs tentang masalah privasi di Facebook dan Google dan apakah privasi dilihat secara berbeda di Silicon Valley. “Silicon Valley tidak monolitik. Kami selalu memiliki pandangan privasi yang sangat berbeda dari beberapa rekan kami di Valley,” ujar Jobs.

Silicon Valley adalah sebutan bagi suatu wilayah di selatan San Fransisco Bay Area, California, AS. Dilansir Hipwee, bisa dikatakan Silicon Valley adalah ibukotanya teknologi dunia, karena menjadi rumah bagi banyak perusahaan teknologi informasi, termasuk sejumlah perusahaan rintisan (start up). Semula, kawasan ini dihuni perusahaan-perusahaan pembuat semikonduktor yang menggunakan bahan silikon sebagai material utamanya.

Jobs misalnya mengatakan, Apple khawatir tentang data lokasi di iPhone. Sebelum aplikasi apa pun bisa mendapatkan data lokasi, ujarnya, pengguna harus menyetujuinya. Menurut situs Apple, sampai hari ini pengguna harus mengaktifkan “Layanan Lokasi” dan memberikan izin ke setiap aplikasi atau situs web sebelum dapat menggunakan data lokasi mereka.  Pengguna memiliki hak untuk mengaktifkan dan menonaktifkan pengaturan itu. 

Facebook telah menghadapi reaksi atas bagaimana mengelola data pengguna dan privasi jauh sebelum kontroversi Cambridge Analytica terjadi. Pada 2009, Facebook menutup Beacon, setelah kemarahan dari pengguna. Beacon adalah layanan yang memposting pembelian online ke profil pengguna, terkadang tanpa sepengetahuan pengguna. Setahun kemudian, raksasa media sosial ini meluncurkan kontrol privasi baru dan memblokir pihak luar dari melihat informasi pribadi.

Selama bertahun-tahun, Facebook telah membuat perubahan lain dan pembaruan untuk pengaturan privasinya, seperti perbaikan besar-besaran pada tahun 2012 dan pembaruan lainnya pada tahun 2014. Namun, masih belum jelas bagi sebagian pengguna cara mengakses atau mengubah pengaturan privasi mereka atau melihat data yang dimiliki Facebook tentang mereka. 

Dalam kasus data digunakan untuk kampanye pemenangan Donald Trump, sebuah pertanyaan muncul bagaimana cara Facebook mengetahui penggunanya itu “liberal” atau “konservatif”.***

 

Postcomended   Menghebohkan! Ini Dia Dampak Positif Nilai Tukar Dollar AS Mencapai RP 14,000

#socialmedia #marketing #digital #propaganda #facebook #digitalart #branding #publicidade #twitter #business #marketingdigital #digitalmarketing #advertising #entrepreneur #startup #entrepreneurship #digitalpainting #socialmediamarketing #sales #digitaldrawing #onlinemarketing #success #empreendedorismo #smallbusiness #mkt #midiassociais #marketingtips #seo #networking #photoshop

Share the knowledge