Uncategorized

Studi: Apakah DNA “Flo” Terdapat pada Penduduk Flores Saat Ini?

Rekonstruksi Homo “Hobbit” floresiensis, dari temuan fosil di Gua Liang Bua, Flores (Photo: Smithsonian)

Para ilmuwan mencoba menguraikan DNA orang-orang “kerdil” modern, untuk mencari tahu apakah mereka mungkin sebagian berasal dari spesies Hobbit yang telah punah. Pada 15 tahun lalu, sisa-sisa jasad Hobbit ditemukan selama penggalian arkeologi di pulau Flores, Indonesia. Ilmuwan ingin mencari tahu, apakah ada percampuran manusia masa kini dengan mereka.

Analisis baru, yang diterbitkan dalam jurnal Science, tidak menemukan jejak DNA Hobbit pada orang-orang masa kini. Ini penting karena beberapa ilmuwan bertanya-tanya apakah manusia modern (Homo sapiens) dapat bercampur dengan populasi Hobbit ketika mereka pertama kali tiba di pulau itu ribuan tahun yang lalu. Dengan kata lain, mungkinkah gen Hobbit diturunkan ke orang yang hidup di pulau itu saat ini.

Fosil sisa-sisa jasad spesies manusia kecil Homo floresiensis, yang dijuluki “Hobbit” (mengambil katakter Hobbit di film “Lord of the Ring”), telah menjadi sensasi ketika mereka ditemukan di gua Liang Bua, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 2003. Fosil berjenis kelamin perempuan ini juga dijuluki “Little Lady of Flores” dan diberi nama Flo.

Postcomended   Islam Tidak Sesuai dengan Nilai-nilai AS, Kata Dua dari lima Orang Amerika

Dengan ukuran tubuh hanya setinggi beberapa sentimeter, spesies yang masih kerabat manusia ini hidup di Flores sebelum spesies kita tiba di sana. Mereka diperkirakan telah punah puluhan ribu tahun yang lalu.

Meskipun ada banyak penelitian –dan kontroversi– ihwal Hobbit, asal-usul evolusioner orang-orang kerdil yang hidup, yang juga biasanya menunjukkan perawakan kecil, belum diteliti dengan baik.

Analisis baru menunjukkan bahwa pigmi Flores tidak berbeda secara signifikan, secara genetis, dibanding populasi lain di seluruh dunia. Seperti beberapa manusia lain di wilayah yang sama, pigmi telah mewarisi bagian dari kode DNA mereka dari kedua Neanderthal dan jenis manusia purba lainnya, yakni Denisovans.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa pigmi modern memiliki varian gen yang sangat tinggi yang terkait dengan pengurangan tinggi badan dan pola makan nabati. Riset ini diharapkan dapat membantu menjelaskan mengapa evolusi dapat mendukung ukuran kecil tubuh manusia di pulau-pulau dan menduga-duga bahwa pigmi Flores modern mungkin sebagian berasal dari Hobbit.

Postcomended   Studi: Para Suami, Berhentilah Merokok Saat Rencanakan Kehamilan Istri

Adalah “mengecewakan” mengetahui bahwa gen-gen Hobbits yang sudah punah tampaknya tidak hidup pada manusia modern yang hidup di Flores sekarang. Penulis senior Richard Green mengatakan: “Kedengarannya seperti hasil yang membosankan, tetapi sebenarnya ini cukup berarti.”

Rekan profesor di Universitas California, Santa Cruz, menjelaskan, variasi genetik yang menyebabkan perawakan kecil harus ada pada leluhur baik orang Eropa maupun pigmi Flores, Kondisi lokal di Flores, misalnya, memang lebih menguntungkan dengan menjadi kecil; bukan karena mereka sebagian berasal dari spesies Hobbit.

Untuk menentukan bahwa pigmi masa kini bukan keturunan Hobbit, Dr Serena Tucci menjelaskan, “Kami menggunakan metode statistik yang mampu menemukan jejak Neanderthal dan Denisovans dalam genom orang yang hidup. Kemudian, dengan menggunakan metode yang sama, kami mencari pembacaan DNA lain yang menunjukkan leluhur dari zaman dulu. Hasilnya, tidak ditemukan bahwa Hobbits berkontribusi pada pool-gen orang kerdil modern.”

Postcomended   Jumlah Orang yang Berusia Sangat Panjang akan Meningkat

Temuan ini masuk akal karena bukti fosil yang terbatas menunjukkan bahwa manusia dan Hobbit mungkin telah hidup di Flores pada waktu yang berbeda dengan manusia modern.(***/BBC)

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top