Lifestyle

Studi: Aspirin Dapat Kurangi Dampak Negatif Polusi Udara

Share the knowledge

NSAID (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=yzY8dGDJgVg)

NSAID (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=yzY8dGDJgVg)

Obat yang dijual umum sebagai pereda sakit dan demam dan juga dipercaya dapat mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan angina karena dapat menghambat penggumpalan darah, melalui satu studi baru disimpulkan juga dapat mengurangi dampak polusi udara.

Para peneliti dari Universitas Columbia, Harvard, dan Boston, menganalisis sebagian data yang dikumpulkan dari 2.280 veteran pria dari wilayah Boston yang lebih besar yang diberi tes untuk menentukan fungsi paru-paru mereka. Usia rata-rata peserta adalah 73 tahun.

Para peneliti memeriksa hubungan antara hasil tes, penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang dilaporkan sendiri, dan bahan partikulat ambien dan karbon hitam pada bulan sebelum tes.

Penelitian ini –yang diterbitkan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, seperti dikutip Fox News— menyumbang berbagai faktor, termasuk status kesehatan peserta studi dan apakah dia seorang perokok.

Postcomended   Setelah Diejek Trump, Aktivis Iklim Greta Thunberg Diberi Penghargaan "Light Livelihood"

Para peneliti menemukan bahwa menggunakan NSAID hampir mengurangi efek partikel pada fungsi paru-paru, dengan hubungan yang konsisten di keempat pengukuran polusi udara mingguan. Materi partikulat berasal dari berbagai sumber, termasuk pembakaran bahan bakar fosil di kendaraan dan pembangkit listrik.

“Temuan kami menunjukkan bahwa aspirin dan NSAID lainnya dapat melindungi paru-paru dari lonjakan jangka pendek dalam polusi udara,” penulis pertama dan yang terkait, Xu Gao, seorang ilmuwan penelitian pasca-doktoral di Departemen Ilmu Kesehatan Lingkungan di Columbia Mailman School, mengatakan dalam pernyataan pers.

“Tentu saja, masih penting untuk meminimalkan paparan polusi udara, yang terkait dengan sejumlah efek kesehatan yang merugikan dari kanker hingga penyakit kardiovaskular.”

Postcomended   Sempat Minder pada Tesla, Jepang Akhirnya Berani Pasarkan Mirai Terbarunya

Satu studi sebelumnya dari Columbia University menemukan bahwa vitamin B juga dapat berperan dalam menurunkan dampak negatif dari polusi udara. Nah, yang terkahir ini tampaknya masih lebih aman.

Aspirin adalah salah satu obat tertua di dunia. Dikutip dari HelloSehat, obat ini pertama kali tercatat digunakan oleh bangsa Sumeria dan Mesir dalam pengobatan sehari-hari, terutama untuk mengobati rasa sakit. Obat aspirin pada zaman dahulu terbuat dari tanaman daun willow.

Hippocrates juga mengembangkan aspirin melalui ekstrak tanaman ini. Kemudian, banyak penelitian dikembangkan untuk mencari berbagai khasiat dari aspirin beserta dosis yang digunakan. Faktanya, aspirin kini menjadi obat yang mampu mengatasi banyak masalah kesehatan.

Kendati begitu, aspirin tidak cocok bagi semua orang. Beberapa orang mengembangkan gangguan di lambung (maag) yakni berupa rasa perih di bagian pencernaan tersebut.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top