Keluarga

Studi: Dampak Buruk Media Sosial bagi Remaja Telah Dilebih-lebihkan

Share the knowledge

5 Social Media Musts for Teens - YouTube YouTube 5 Social Media Musts for Teens

5 Social Media Musts for Teens – YouTube YouTube 5 Social Media Musts for Teens

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa dampak buruk media sosial bagi remaja telah dilebih-lebihkan. Penelitian tersebut bahkan mengatakan dampaknya sepele saja terhadap kesejahteraan remaja. Mungkinkah media sosial malah lebih berdampak buruk bagi generasi orang tua mereka?

Ketakutan bahwa ketagihan pada media sosial (medsos) akan menciptakan generasi remaja yang tertekan dan cemas, telah dilebih-lebihkan, menurut sebuah studi, dilansir The Indepemdent.

Para menteri dan kelompok orang tua telah meningkatkan kekhawatiran tentang waktu berlebihan yang dihabiskan remaja di situs-situs seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Tetapi peneliti Universitas Oxford menemukan sedikit bukti yang mendukung kecemasan tersebut.

Mereka berargumen bahwa masyarakat harus “menolak gagasan screen time“, dan sebaliknya fokus pada apakah aspek tertentu dari perilaku online, atau konten berbahaya.

“Dengan sebagian besar perdebatan saat ini berdasarkan pada bukti yang lemah, penelitian ini merupakan langkah penting menuju pemetaan efek teknologi pada kesejahteraan (jiwa),” kata Profesor Andrew Przybylski, salah satu penulis utama studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Temuan ini adalah yang pertama mencoba dan menghapus keterkaitan rumit antara kesejahteraan dan penggunaan media sosial.

Postcomended   Kawanan Jutaan Kepik Tertangkap Radar dalam Bentuk Gumpalan

“Menerapkan pendekatan statistik yang transparan dan inovatif, kami menunjukkan bahwa efek media sosial bukan jalan satu arah, mereka bernuansa, timbal balik, mungkin bergantung pada gender, dan bisa dibilang sepele dalam ukuran,” tulis para penulis.

Ini menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya telah gagal menjelaskan fakta bahwa remaja yang dalam keadaan lebih tertekan, mungkin memulai dengan menghabiskan lebih banyak waktu mereka di media sosial. Temuan ini adalah yang pertama mencoba dan menghapus tautan kompleks antara kesejahteraan dan penggunaan media sosial.

“Menerapkan pendekatan statistik yang transparan dan inovatif kami menunjukkan bahwa efek media sosial bukan jalan satu arah, mereka bernuansa, timbal balik, mungkin bergantung pada gender, dan bisa dibilang sepele dalam ukuran,” tulis para penulis.

Postcomended   Jet Mitsubishi Mulai Pede Bersaing di Tengah Dominasi Boeing dan Airbus

Ini menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya telah gagal menjelaskan fakta bahwa remaja yang tertekan dapat menghabiskan lebih banyak waktu mereka di media sosial. Namun, efek ini lebih jelas pada wanita daripada pria, yang artinya penggunaan media sosial berpotensi lebih berbahaya di kalangan wanita muda.

Setelah kematian Molly Russell yang berusia 14 tahun, kekhawatiran telah muncul tentang konten yang mempromosikan gangguan makan atau yang merugikan diri sendiri.

“Dengan ‘efek media sosial yang tidak diketahui’ masih jauh melebihi ‘jumlah yang diketahui’, sangat penting bahwa ilmuwan independen, pembuat kebijakan, dan peneliti industri bekerja sama lebih erat,” tulis para penulis.

The Royal College of Paediatrics and Child Health (RCPCH), sebelumnya mengatakan bahwa waktu yang dihabiskan di depan layar dapat berbahaya dengan mengganggu tidur, olahraga, atau hubungan dunia nyata. “Makalah ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki efek terbatas pada kepuasan hidup remaja,” kata Dr Max Davie, juru bicara RCPCH.

Postcomended   Tiba di Inggris, Trump Balas Walikota London yang Mengejeknya "Fasis Abad ke-20"

“Kami menyarankan keluarga mengikuti panduan kami yang diterbitkan awal tahun ini dan terus menghindari penggunaan layar selama satu jam sebelum tidur karena ada alasan lain selain kesehatan mental bagi anak-anak yang memerlukan tidur malam yang baik.”***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top