Studi: Legalkan Marijuana Medis Dapat Turunkan Resep Opioid Gatra Selain dapat membantu orang Amerika yang berjuang dengan kecanduan opioid, juga mengurangi kematian terkait opioid.(REUTERS/Nir Elias/RT)

Studi: Legalkan Marijuana Medis Dapat Turunkan Resep Opioid Gatra Selain dapat membantu orang Amerika yang berjuang dengan kecanduan opioid, juga mengurangi kematian terkait opioid.(REUTERS/Nir Elias/RT)

Sejumlah peneliti menyebutkan, penggunaan ganja dapat membantu mengurangi resep opioid. Opioid di Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah membunuh atau membantu membunuh 42.249 orang pada 2016. Dalam laporan yang diumumkan Senin (2/4/2018), para peneliti menemukan negara-negara bagian di AS yang melegalkan ganja medis, mengalami pengurangan dalam meresepkan opioid (kelompok obat-obatan pereda rasa sakit) untuk pasien medicare dan medicaid.

Medicare dan Medicaid adalah rencana asuransi kesehatan pemerintah AS untuk orang yang sudah lanjut usia, orang cacat, berpenghasilan rendah, atau hamil, baik berkenaan langsung dengan yang sakit, atau hal-hal kesehatan secara umum.

Karena resep opioid dianggap sebagai penggerak utama epidemi penyalahgunaan opioid, para peneliti mengatakan, hukum ganja medis bisa menjadi bagian dari solusi.

Dikutip dari duniabebasnarkoba.org dan ivan-atjeh.blogspot.com, opioid adalah kelompok obat yang sering digunakan pada penanganan pasien dengan nyeri yang berat. Berawal dari tumbuhan papaver somniferum atau opium yang diekstrak dan digunakan secara luas pada peradaban kuno Persia, Mesir dan Mesopotamia. Meskipun begitu, istilah opioid kemudian mengacu pada zat penghilang rasa sakit yang bisa menimbulkan ketergantungan. Salah satu merek yang banyak dikenal adalah Demerol.

Postcomended   Spesial Trip Hari Kartini

Hefei Wen, peneliti dari Universitas Kentucky College of Public Health, dan Jason Hockenberry dari Sekolah public Rollins Universitas Emory mengatakan, “Implementasi Negara atas hukum ganja untuk medis, dikaitkan dengan tingkat pemberian resep 5,88 persen lebih rendah dari resep opioid.

“Ganja adalah salah satu alternatif non-opioid potensial yang dapat menghilangkan rasa sakit dengan risiko kecanduan relatif lebih rendah dan hampir tidak ada risiko overdosis,” tulis mereka dalam salah satu dari dua laporan yang diterbitkan dalam Jurnal Asosiasi Medis Amerika, JAMA Internal Medicine.

Para peneliti melihat catatan resep dari orang yang menggunakan Medicaid dan juga Medicare Bagian D; rencana tambahan resep untuk penerima Medicare.

Dalam studi Medicare, Wen dan rekan menemukan bahwa negara-negara dengan hukum ganja medis memiliki pengurangan lebih dari 8 persen dalam meresepkan opioid dibandingkan negara-negara yang tidak memiliki undang-undang semacam itu.

“Kami menemukan bahwa resep opioid secara keseluruhan di Bagian D lebih rendah ketika negara mengizinkan akses ke ganja medis,” tulis mereka.

Postcomended   Diikuti 12 Mahasiswa Asing, Festival Patrol Ramadan Banyuwangi Dihadiri Ribuan Orang

“Resep yang diisi untuk semua opioid menurun 2,11 juta dosis harian per tahun dari rata-rata 23,08 juta dosis harian per tahun ketika negara memberlakukan hukum ganja medis,” mereka menambahkan. Selain itu, resep untuk semua opioid menurun 3,742 juta dosis harian per tahun ketika apotik ganja medis dibuka.

Pejabat negara bagian dan federal AS mencari cara untuk mengurangi kematian akibat opioid dan mengurangi penggunaan berlebihan resep opioid.

Pusat Nasional untuk Statistik Kesehatan mengatakan 63.600 orang meninggal karena overdosis obat pada tahun 2016. Sedangkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan, opioid membunuh atau membantu membunuh 42.249 orang pada 2016. Sementara itu kematian overdosis opioid lima kali lebih tinggi pada tahun 2016 dibandingkan tahun 1999.

Meski para peneliti tidak dapat mengatakan agar orang beralih dari resep opioid ke ganja medis, dan bahwa temuan ini hanya berlaku untuk pemegang Medicare dan Medicaid, tetapi para ahli mengatakan, temuan ini bagian penting dari ilmu pengetahuan dimana undang-undang sering diloloskan berdasarkan emosi dan bukan pada penelitian medis.

Dr. Kevin Hill dari Harvard Medical School, Beth Israel Deaconess Medical Center, dan Dr. Andrew Saxon dari Universitas Washington, ketiganya tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan, ada bukti ganja dapat melawan rasa sakit.

Postcomended   Di Tengah Provokasi Pesawat Pembom AS, Korut Sebut Presiden AS Pikun dan Bermental Gila

“Dalam hukum ganja medis, negara bagian biasanya menetapkan daftar kondisi yang memenuhi syarat untuk ganja medis, seperti: sakit parah, sakit kronis, atau rasa sakit yang tak terobati yang tidak bisa disembuhkan oleh standar medis pengobatan dan obat-obatan,” tulis mereka. Pasien dengan syarat tersebut lah yang diharapkan mendapatkan rekomendasi dari dokter yang memenuhi syarat dan mendaftarkan diri di registri pasien. (***/NBC)

Share the knowledge