Ahmad Bambang on Twitter:

Ahmad Bambang on Twitter: “Tdk yakin apkh Jack Ma bilang spt ini, nmn esensinya mmg banyak benarnya. Sering kali orang hanya melihat siapa yg bicara, bukan apa isinya. https://t.co/PU2gwIOIjo” twitter.com1079 × 768Search by image “Tdk yakin apkh Jack Ma bilang spt ini, nmn esensinya mmg banyak benarnya. Sering kali orang hanya melihat siapa yg bicara, bukan apa isinya.”

Orang kaya mengalami emosi yang lebih positif saat berfokus pada diri mereka sendiri, demikian sebuah penelitian baru. Atau dengan kata lain, menjadi kaya membuat seseorang menjadi egois; memikirkan diri sendiri.

Pepatah lama mengatakan, uang tidak bisa membelikan Anda kebahagiaan, tetapi tampaknya berdampak pada apa yang akan membawa Anda pada kesenangan. Menurut penelitian yang diterbitkan oleh American Psychological Association, orang dengan penghasilan rendah menemukan kebahagiaan pada orang lain, melalui perasaan cinta dan welas asih, menurut sebuah penelitian baru.

Postcomended   Agar Pemotor Tak Naik ke Trotoar

Namun orang kaya menemukan kebahagiaan mereka dalam sifat yang lebih melibatkan diri sendiri, seperti kebanggaan. Diterbitkan di jurnal Emotion, penelitian dari Universitas California ini melihat bagaimana pendapatan berdampak pada bagaimana kita mengalami kebahagiaan dengan mensurvei 1.519 orang dari 766 laki-laki dan 767 perempuan di Amerika Serikat (AS).

Alih-alih mengukur kebahagiaan, studi ini membandingkan keuangan setiap peserta dengan seberapa sering mereka mengalami tujuh emosi positif termasuk hiburan, kagum, welas asih, kepuasan, antusiasme, cinta dan harga diri.

Menariknya, para periset menemukan bahwa mereka yang berada di ujung spektrum sosioekonomi yang lebih tinggi melaporkan kecenderungan yang lebih besar untuk mengalami emosi yang berfokus pada diri mereka sendiri, khususnya kesombongan dan kepuasan.

Postcomended   Vokalis LinkinPark "Memilih" Mati di Tanggal Lahir Sahabatnya

Sebagai perbandingan, individu dengan pendapatan rendah lebih cenderung mengalami emosi positif yang berfokus pada orang lain, yaitu kasih sayang dan cinta. Orang-orang miskin juga dilaporkan mengalami lebih banyak kekaguman dan keindahan di dunia sekitar mereka, sementara untuk antusiasme tidak ada perbedaan mencolok.

Selama beberapa dekade terakhir, penelitian berfokus pada efek negatif dari kemiskinan. Namun studi baru ini menunjukkan bahwa sementara individu yang lebih kaya cenderung menemukan hal positif yang lebih besar dalam prestasi atau status mereka sendiri, bagi mereka yang berada di ujung bawah skala pendapatan, kebahagiaan datang dari tempat yang lebih dalam.

Penulis utama penelitian ini, Paul Piff, dari Universitas California, Irvine, AS, mengatakan, individu berpenghasilan rendah telah menemukan cara untuk mengatasi, menemukan makna, kegembiraan dan kebahagiaan dalam hidup mereka, meskipun keadaan mereka relatif kurang menguntungkan.

Postcomended   Narkoba Zombie Sudah Masuk Indonesia #Flakka #highasfuck

“Kekayaan tidak menjamin kebahagiaan Anda, tapi mungkin Anda akan mengalami berbagai bentuknya – misalnya, apakah Anda menyukai diri sendiri versus teman dan hubungan Anda,” kata Piff.(***/independent)

Share the knowledge