Internasional

Studi “Kekebalan Tubuh untuk Serang Sel Kanker” Mendapatkan Nobel

James P Allison and Tasuku Honjo will share the winning prize of nearly 900.000 Euro (sumber foto: https://www.rte.ie/news/2018/1001/999181-nobel-prize-physiology/)

James P Allison and Tasuku Honjo will share the winning prize of nearly 900.000 Euro (sumber foto: https://www.rte.ie/news/2018/1001/999181-nobel-prize-physiology/)

James Allison dari Amerika Serikat (AS) dan Tasuku Honjo dari Jepang telah memenangkan Hadiah Nobel 2018 di bidang Kedokteran untuk pendekatan perintis pengobatan kanker. Kekebalan tubuh untuk menyerang penyakit pada umumnya, bukan hal baru. Namun bahwa kekebalan tubuh ternyata bisa dimanfaatkan juga untuk menyerang kanker? Inilah faktor yang membat keduanya berhak memperoleh Nobel.

Komite Nobel mengatakan, penelitian yang dilakukan pasangan tersebut yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel-sel kanker, adalah sebesar tengara manusia dalam perjuangan melawan kanker.

Komite tersebut mengatakan, seperti dilaporkan CNN, mengatakan, pendekatan mereka yang dikenal sebagai immune checkpoint theory (teori pos pemeriksaan kekebalan tubuh), telah merevolusi pengobatan kanker dan secara fundamental telah mengubah cara manusia melihat bagaimana kanker dapat dikelola.

Postcomended   Gempa Magnitudo 6,3 di Semenanjung Korea Diduga Akibat Uji Coba Bom Hidrogen Korut

Allison, yang adalah Profesor di MD Anderson Cancer Center Universitas Texas, mempelajari protein yang berfungsi sebagai rem pada sistem kekebalan tubuh. Dia menemukan bahwa dengan melepaskan rem tersebut memungkinkan sel-sel kekebalan untuk menyerang tumor. Penemuan itu menyebabkan perawatan yang efektif.

Sementara itu Honjo, yang telah bekerja sebagai profesor di Universitas Kyoto, Jepang, selama 34 tahun terakhir, menemukan protein pada sel kekebalan dan mengilustrasikan bagaimana itu juga dapat berfungsi sebagai jeda, meskipun dengan tindakan yang berbeda. Terapi berdasarkan metodenya juga terbukti efektif dalam melawan kanker.

“Kanker membunuh jutaan orang setiap tahun dan merupakan salah satu tantangan kesehatan terbesar manusia,” kata komite Nobel di Twitter. “Dengan merangsang kemampuan sistem kekebalan tubuh kita untuk menyerang sel-sel tumor, tahun ini para pemenang NobelPrize telah menetapkan prinsip yang sama sekali baru untuk terapi kanker.”

Postcomended   Gula Menghancurkan Reputasi Minuman Sehat Ini

Kanker membunuh jutaan orang setiap tahun dan merupakan salah satu tantangan kesehatan terbesar manusia,” kata komite Nobel di Twitter. “Dengan merangsang kemampuan sistem kekebalan tubuh kita untuk menyerang sel-sel tumor, tahun ini para pemenang Nobel telah

Senin (1/10/2018), seorang fotografer Prancis di pusat skandal yang menyebabkan penundaan pemberian Hadiah Nobel Sastra 2018 yang belum pernah terjadi sebelumnya, dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena perkosaan. Pengadilan Swedia pada hari Senin menemukan Jean-Claude Arnault, 72 tahun, bersalah dalam kasus yang terjadi pada tahun 2011 tersebut.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top