Tips Cara menghilangkan rasa malu atau Grogi - Blogkamarku.com Blogkamarku.com Tips Cara menghilangkan rasa malu atau Grogi

Tips Cara menghilangkan rasa malu atau Grogi – Blogkamarku.com Blogkamarku.com Tips Cara menghilangkan rasa malu atau Grogi

Ketika Anda melakukan sesuatu yang memalukan, Anda mungkin berharap Anda adalah seseorang yang lain. Penelitian baru mengatakan, perasaan itu bukan hanya reaksi naluriah. Itu sebenarnya strategi yang bagus untuk menghadapi momen-momen yang “mengerikan” dari rasa malu, yakni dengan membingkai ulang masalah.

Satu studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Motivation and Emotion mengatakan bahwa membayangkan diri Anda sebagai pengamat dari suatu kejanggalan alih-alih pelakunya, dapat meminimalkan kesulitan. “Ini adalah upaya melepaskan diri dari situasi yang memalukan dan mewujudkan posisi sebagai pengamat yang tidak akan menilai Anda dengan kasar,” jelas Li Jiang, dilansir situs Time.

Li Jiang adalah salah satu penulis penelitian tersebut dan peneliti di Pusat Penelitian Perilaku dan Keputusan Universitas Carnegie Mellon. Dalam hal ini, Anda seolah-olah menjadi pengamat untuk diri sendiri, bukan dari perspektif orang lain, kata Jiang. Mengambil posisi sebagai pihak ketiga membuat seseorang menjadi lebih kuat, karena telah memberi jarak yang jauh dari situasi memalukan itu.

Postcomended   Penyuka Gulat Sumo Ini Menjadi Pria Tertua yang Masih Hidup

Dalam satu (dari dua) eksperimen terkait penelitian ini, 220 mahasiswa diminta memberikan umpan balik untuk iklan produk anti-kentut yang menggambarkan seorang pria kentut di depan kecengannya. Satu grup membaca teks iklan yang hanya menyoroti betapa memalukannya situasi, sementara kelompok kedua membaca teks tambahan yang mengatakan hal-hal seperti, “Orang lain akan tahu seperti apa rasanya” dan, “Tempatkan diri Anda dalam posisi mereka.”

Orang-orang dalam penelitian itu kemudian ditanya seberapa besar kemungkinan mereka akan membeli produk anti-kentut. Orang-orang yang cenderung malu membaca versi yang termasuk perspektif pengamat, cenderung tidak membeli produk anti-kentut dibandingkan dengan rekan-rekan yang sangat malu yang membaca versi lain.

Ini menunjukkan bahwa membingkai ulang masalah (misalnya dengan memosisikan diri sebagai pengamat atas diri sendiri itu) dapat mengurangi penghindaran rasa malu.

Postcomended   FESTIVAL KULINER KABUPATEN PANGKEP 2018

Strategi ini tidak begitu mudah. Bahkan, dalam penelitian ini, orang-orang yang paling tidak ingin malu dan yang membaca versi pengamat justru menjadi lebih mungkin untuk membeli produk tersebut; sebuah temuan yang mengejutkan Jiang. “Ini memberitahu kita bahwa, untuk setiap intervensi, terutama dalam membantu orang-orang untuk melawan rasa malu, kita perlu memperhitungkan variasi dan perbedaan individu,” kata Jiang. “Ini tidak akan berfungsi untuk semua orang.”

Tapi rasa malu dapat memiliki konsekuensi yang lebih serius daripada hanya ketidaknyamanan sesaat, sehingga menemukan strategi untuk memerangi rasa malu itu sangat penting, kata Jiang. Bayangkan jika Anda ingin mengajukan hipotek, tetapi Anda tidak tahu cara kerjanya, dan Anda terlalu malu untuk bertanya. “Ini akan menyebabkan keputusan yang tidak optimal,” kata Jiang.

“Dalam tes medis, terkadang orang merasa terlalu malu untuk mengungkapkan beberapa jenis informasi tertentu; ini akan mengarah pada hasil yang tidak optimal, dan terkadang bahkan mengancam jiwa.” Mengingat kemungkinan konsekuensi negatif, Jiang mengatakan, penting untuk menemukan cara untuk mengurangi penghindaran rasa malu. Mendapatkan jarak dari momen memalukan, mungkin akan berhasil.(***/time)

Postcomended   Menjaga Keunikan Leuser
Share the knowledge