Ekonomi

Studi: Menghidupkan Lagi Maskapai Komersial Supersonik Berisiko Merusak Lingkungan

Calon pengganti Concorde, namun dengan kapasitas penumpang lebih kecil (WSJ)

Pesawat supersonik memang cepat luar biasa, canggih, dan keren. Namun studi menyebutkan, semua unsur tersebut tidak cocok baik secara efisiensi bisnis maupun dampaknya terhadap lingkungan. Menurut sebuah penelitian yang dirilis Selasa (17/7/2018), menghidupkan kembali maskapai penumpang supersonik tidak akan dapat memenuhi standar efisiensi bahan bakar, polusi dan kebisingan.

Startup yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Aerion Supersonic, Boom Supersonic, dan Spike Aerospace, berniat menghidupkan kembali penerbangan ultra cepat ini pada pertengahan 2020-an. Namun mereka memilih memodifikasi mesin yang sudah ada –daripada menghabiskan miliaran dolar untuk membuat pesawat baru– untuk melayani pasar yang telah tidak aktif sejak Concorde berhenti terbang pada 2003.

Dewan Internasional untuk Transportasi Bersih (ICCT) mengatakan, mesin yang dimodifikasi ini akan membakar 5-7 kali lebih banyak bahan bakar per penumpang daripada jet subsonic; melampaui batas global untuk jet subsonik baru sebesar 40 persen untuk nitrogen oksida dan 70 persen untuk karbon dioksida.

ICCT mengatakan, berdasarkan penelitiannya, pembuat jet supersonik kemungkinan tidak akan memenuhi standar lingkungan kecuali mereka menggunakan desain mesin baru dengan teknologi seperti siklus variabel yang akan beroperasi secara berbeda saat take-off daripada dalam mode pelayaran. Alternatifnya adalah, para pembuat kebijakan sebaiknya memudahkan standar untuk jet supersonik, ICCT menambahkan.

AS sebenarnya sudah mendorong standar yang berbeda untuk pesawat-pesawat ultra-cepat, tetapi menghadapi perlawanan dari negara-negara Eropa yang menginginkan aturan keras tentang kebisingan. “Ada alasan untuk khawatir tentang dampak lingkungan dari reintroducing pesawat supersonik,” kata Daniel Rutherford, direktur penerbangan di organisasi riset nirlaba independen yang berbasis di AS.

Postcomended   Mengenai “Diving” Neymar, Ronaldo: Dia Membela Diri agar Tidak Digasak

“Langkah pertama yang sederhana adalah bagi pabrikan agar berkomitmen memenuhi standar yang ada untuk pesawat baru,” tambah Rutherford, salah satu penulis studi ICCT.

Tetapi menemukan mesin yang efisien untuk jet supersonik sangat sulit dalam industri yang selama beberapa dekade telah melayani pesawat subsonic (di bawah kecepatan suara) dengan meningkatkan efisiensi bahan bakar, memperluas jangkauan, dan mengurangi kebisingan melalui penggunaan kipas angin yang lebih besar.

Jet supersonik paling efisien dalam mencapai ketinggian dengan mesin yang lebih kecil yang jauh lebih bising saat lepas landas, seperti halnya jet tempur atau pesawat tua 727 yang tidak memenuhi standar kebisingan bandara modern. Mesin yang lebih kecil membantu mengurangi seret aerodinamis saat terbang di atas kecepatan mach – kecepatan suara.

Postcomended   9 Juli dalam Sejarah: "Manifesto Russel-Einstein" Ditandatangani Sejumlah Ilmuwan Dunia

Lockheed Martin Corp, didukung Aerion, telah memilih inti mesin General Electric (GE) yang digunakan dalam jet tempur F-16 dan Boeing Co 737 sebagai dasar untuk mesin pada jet yang sedang direncanakan itu, yang akan memiliki kecepatan tertinggi Mach 1.4. Boom dan Spike, yang merencanakan kecepatan tertinggi Mach 2.2 dan Mach 1.6, belum memilih mesin.

“Bahkan jika Anda membangun sesuatu yang baru, saya pikir Anda akan berjuang keras,” kata Daniel Edgington-Mitchell, dosen teknik kedirgantaraan di Universitas Monash, Melbourne, Australia. “Saya pikir itulah mengapa ada dorongan di Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali standar terutama untuk pesawat supersonik karena itu akan sangat sulit.”

Belajar dari Concorde, maskapai supersonik kerjasama Air France dan British Airways ini melakukan penerbangan komersial pertamanya pada 1973. Selama hampir 30 tahun, Concorde memungkinkan pelanggan untuk memangkas waktu yang dibutuhkan dalam perjalanan ke luar negeri menjadi setengahnya.

Postcomended   10 Pesona Victoria Lopyreva, model seksi duta Piala Dunia 2018 #TimnasDay

Penerbangan dari New York ke London akan memakan waktu sekitar tiga jam dan tiga puluh menit dengan Concorde, dibandingkan dengan sekitar tujuh jam pada penerbangan standar oleh pesawat subsonik.

Namun seperti dilaporkan laman Business Insider, jet supersonik ini mahal untuk beroperasi. Dikombinasikan dengan kecelakaan mematikan pada tahun 2000 dan kemerosotan ekonomi setelah peristiwa 9/11, membuat Concorde diputuskan untuk pensiun pada 2003.(***/reuters/businessinsider)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top