Internasional

Studi: Orang LGBT Lebih Berpotensi Terkena Demensia

Share the knowledge

Bendera pelangi, symbol LGBT (gambar ilustrasi dari: https://www.youtube.com/watch?v=C7hy1EOGjrM)

Bendera pelangi, symbol LGBT (gambar ilustrasi dari: https://www.youtube.com/watch?v=C7hy1EOGjrM)

Satu studi baru menemukan, orang LGBT 29 persen lebih mungkin melaporkan masalah kognisi: hilang ingatan, kebingungan, dan gejala lain yang mengarah pada demensia, ketimbang rekan mereka yang lurus dan cisgender (berperilaku sesuai kelaminnya).

Studi yang dilakukan Universitas California San Fransisco (UCSF) ini dilakukan dengan meneliti lebih dari 44.000 orang dewasa berusia antara 45 dan 80 yang diwawancarai di sembilan negara bagian yang berbeda. Hanya 3 persen dari mereka yang disurvei diidentifikasi sebagai LGBT, tetapi para peneliti menemukan sekitar satu dari tujuh dari mereka melaporkan masalah kognitif.

Di sisi lain, hanya sekitar satu dari sepuluh orang yang melaporkan penurunan kemampuan kognisi. Studi ini juga menunjukkan bahwa orang-orang LGBT hampir 60 persen lebih mungkin untuk hidup sendiri dan 59 persen lebih mungkin untuk tidak memiliki pengasuh. Orang LGBT juga melaporkan lebih banyak masalah dengan kegiatan sehari-hari seperti memasak dan membersihkan.

Postcomended   Studi "Kekebalan Tubuh untuk Serang Sel Kanker" Mendapatkan Nobel

“Meskipun kami belum tahu pasti mengapa individu minoritas secara seksual atau gender mengalami penurunan kognitif subyektif yang lebih tinggi, (namun) kami percaya itu mungkin karena tingkat depresi dan stress yang lebih tinggi, ketidakmampuan untuk bekerja, dan kurangnya akses reguler ke layanan kesehatan,” penulis utama Jason Flatt, asisten profesor di Institute for Health & Aging di UCSF, mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Newsweek.

Tim R. Johnston, direktur proyek nasional di SAGE, kelompok terkemuka nasional untuk senior LGBT, mengatakan, temuan Flatt mengonfirmasi apa yang dikatakan para advokat selama bertahun-tahun.

“Orang LGBT yang lebih tua menghadapi tantangan unik ketika hidup dengan penyakit Alzheimer dan demensia, dan bahwa lebih banyak penelitian dan koordinasi diperlukan untuk membantu mengurangi kesenjangan ini,” kata Johnston.

Postcomended   Seorang Kepala Riset Terkemuka Peringatkan Ancaman Brexit Terhadap Sains

Menurut survei Lambda Legal 2010, lebih dari setengah LGBT Amerika melaporkan telah didiskriminasi ketika mencari layanan kesehatan, membuat orang LGBT lebih kecil kemungkinannya untuk pergi ke dokter, apalagi mendapatkan bantuan untuk gejala awal penurunan kognitif. Penelitian Flatt dipresentasikan pada hari Minggu di Alzheimer’s Association International Conference di Los Angeles.

“Terlalu sedikit yang diketahui tentang penyakit Alzheimer dan demensia di komunitas LGBT,” kata kepala petugas sains asosiasi itu, Maria C. Carrillo. “Faktanya, data pertama tentang prevalensi demensia di kalangan minoritas seksual dan gender dilaporkan hanya tahun lalu.” Studi itu, yang juga dilakukan oleh Flatt, menemukan bahwa lebih dari 200.000 orang LGBT di Amerika hidup dengan demensia.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top