Studi: Otot Humor Bisa Dilatih untuk Memengaruhi Perasaan

Studi: Otot Humor Bisa Dilatih untuk Memengaruhi Perasaan

Lifestyle Top
Share the knowledge

Apakah seseorang harus bahagia dulu baru bisa tersenyum? Penelitian meta Amerika membuka peluang sebaliknya. Menurut para ilmuwan di penelitian itu, tubuh dan pikiran saling terkait erat. Bagaimana kita berpikir memengaruhi perasaan kita.

Para ilmuwan mengonfirmasi apa yang mungkin sudah bisa kita duga selama ini bahwa ekspresi wajah kita, tersenyum dan tertawa, misalnya, dapat mengubah perasaan kita menjadi lebih baik, bahkan jika kita merasa tidak memiliki sesuatu untuk ditertawakan.

Terkadang ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Setiap hari kita mungkin bisa menemukan wajah kita yang kusut di kaca spion dalam perjalanan ke tempat kerja, atau ketika terjebak dalam kemacetan yang seperti tak akan berujung, dan semua itu membuat kita tak bisa barang tersenyum sedikitpun.

Postcomended   Wajib Baca!! Inilah Bahaya Makan Mi Instan Campur Nasi

Namun kata Kareen Seidler, asisten peneliti di Institut Jerman untuk Humor, di Leipzig, ini hanya masalah pola pikir kita. “Jika kamu mencari humor (meskipun di tengah situasi stress), kamu akan menemukannya,” katanya kepada DW.

Seidler dan rekan-rekannya membantu mereka yang berjuang untuk melihat sisi lucu dengan sesi pelatihan di institut tersebut. Menurut Seidler, ada situasi di mana humor tampaknya sama sekali tidak pantas. Di situasi yang terkait penyakit dan kematian, misalnya.

Namun institut tersebut dalam artikel “Dokter dan Humor” meyakini bahwa pencampuran humor dan penyakit bukan sesuatu yang di luar batas. Justru sebaliknya. Dikatakan bahwa humor membantu orang yang sedang dalam perawatan menghadapi kematian (perawatan paliatif) dari menjadi gila. Tertawa adalah antioksidan kognitif.

Jika orang masih menemukan kekuatan untuk menjadi lucu dalam menghadapi kematian, maka seseorang pun harus berhasil melakukannya di tengah kemacetan lalu lintas. Seidler menyebutnya sebagai “reinterpretasi positif”. “Humor memungkinkan perubahan perspektif,” kata Seidler.

Postcomended   Makan Dua Sendok Teh Kacang-Kacangan Sehari Dapat Tingkatkan Nalar dan Memori

Tetapi ini adalah sesuatu yang perlu dipraktikkan. Saat memulai, refleksi dapat membantu. Lebih mudah menertawakan situasi yang menyebalkan dalam retrospeksi alias mengingat kejadian di masa lalu yang dapat membuat kita tertawa.

Namun kesulitan yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari pun memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan untuk membuat kita tertawa atau sedikit tersenyum. Seidler mengatakan kita hanya perlu membuka mata. Ini kata dia, tidak hanya membuat kehidupan sehari-hari lebih mudah, tetapi juga membuat kita, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian, sedikit lebih bahagia.***


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work