Keluarga

Studi: Para Suami, Berhentilah Merokok Saat Rencanakan Kehamilan Istri

(Test For Life)

Calon ayah yang intensif merokok dapat meningkatkan risiko keguguran pasangannya yang sedang hamil, atau bahkan selama waktu menjelang pembuahan. Hal ini diungkapkan satu penelitian besar di Cina. Para peneliti menyarankan, setidaknya suami harus berhenti merokok ketika merencanakan kehamilan.Berdasarkan data dari hampir 6 juta kehamilan, para peneliti menemukan bahwa wanita yang pasangannya merokok selama beberapa bulan pertama kehamilan, 17 persen lebih mungkin mengalami keguguran dibandingkan wanita dengan pasangan yang tidak merokok.

Wanita yang pasangannya berhenti merokok di sekitar waktu pembuahan memiliki risiko keguguran 18 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang pasangan merokoknya tidak berhenti. Tim peneliti melaporkan penelitian ini dalam Journal of Epidemiology & Community Health.

“Meskipun kami sudah tahu sejak lama bahwa ibu yang merokok dapat meningkatkan risiko, ayah yang merokok juga memengaruhi ‘keberhasilan’ kehamilan,” Dr. Alison Holloway, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Profesor kebidanan dan ginekologi Universitas McMaster, Hamilton, Ontario, Kanada, ini, berkomentar melalui email, seraya mengatakan bahwa ukuran studi sangat penting.

Para penulis mengumpulkan data dari hampir 5,8 juta perempuan di perdesaan-perdesaan Cina yang tidak merokok yang berusia 18-49 tahun berserta suami mereka. Pasangan-pasangan ini berpartisipasi dalam proyek pemeriksaan pra-kehamilan gratis nasional dari 2010-2016.

Layanan itu meliputi tiga tahap: pemeriksaan kesehatan prakonsepsi, tindak lanjut kehamilan awal dalam tiga bulan pertama setelah pembuahan, dan hasil kehamilan lanjutan; sekitar satu tahun setelah ujian awal kehamilan.

Postcomended   Kabar Gembira untuk yang Sering Kurang Tidur

Sekitar 29 persen dari total pasangan pria adalah perokok, dengan tingkat keguguran sekitar 2,5 persen. Ketika pasangan pria bukan perokok, tingkat keguguran adalah 2,38 persen, dibandingkan dengan 2,92 persen yang pasangan prianya merokok.

Ketika calon ayah berhenti merokok sebelum atau setelah pembuahan, tingkat keguguran hanya 2,79 persen, dibandingkan dengan 3,35 persen ketika sang ayah tidak berhenti merokok.

“Pentingnya pengendalian tembakau, khususnya yang berkaitan dengan calon ayah yang merokok, harus ditekankan, dan suami harus berhenti merokok ketika merencanakan kehamilan,” tulis para penulis studi tersebut, dimana banyak dari mereka bekerja untuk Institut Penelitian Nasional Cina untuk Keluarga Berencana di Beijing.

Sementara para penulis mengidentifikasi hubungan antara pasangan pria yang merokok dengan keguguran, penelitian ini tidak membuktikan bahwa yang satu menyebabkan yang lain. Itu juga tidak memeriksa mekanisme dimana perayahan yang merokok dapat memengaruhi keguguran.

Postcomended   Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Pisang Setiap Hari?

Setidaknya ada dua kemungkinan cara bahwa seorang suami merokok dapat memengaruhi keguguran, kata Holloway. Suami yang merokok dapat mengekspos istrinya ke bahan kimia melalui asap langsung, atau melalui asap pada menempel pada pakaian, furnitur, karpet, dll.

Atau, merokok dapat mempengaruhi kualitas sperma ayah, yang menyebabkan mutasi genetik yang pada gilirannya dapat menyebabkan keguguran.

“Meskipun mereka telah membahas dampak dari ayah yang merokok, Anda masih tidak dapat menentukan bagaimana perilaku merokok ayah berdampak pada risiko keguguran,” katanya kepada Reuters Health.

Ketidakmampuan untuk menunjukkan kausalitas adalah salah satu keterbatasan utama studi, Dr. Zev Williams, Kepala divisi endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Columbia University Medical Center di New York City, mengatakan dalam sebuah email.

Dia juga mencatat bahwa penelitian dibatasi oleh ketergantungannya pada rekoleksi pasien dan tidak mengukur tingkat sebenarnya dari banyak racun yang dihasilkan oleh merokok. Williams, yang tidak terlibat dalam penelitian itu, menggambarkan kehamilan sebagai “sesuatu yang berharga tetapi genting”.

Postcomended   Pencipta Domba Kloning Dolly untuk Penelitian Parkinson, Kini Idap Penyakit Sama

“Sangat penting untuk mencoba mengoptimalkan semua faktor yang dapat membantu mencapai kehamilan yang sehat,” katanya. “Meskipun banyak fokus pada kesehatan ibu, studi ini menyoroti pentingnya lingkungannya dan kontribusi pasangannya terhadap kesehatan kehamilan.”(***/reuters)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top