Wisata

Studi: Perubahan Iklim Ancam Sejumlah Situs Bersejarah Rusak

Hippodrome Romawi (sumber foto: https://vatican.com/Stadium-of-Domitian-on-the-Palatine-Hill/)

Hippodrome Romawi (https://vatican.com/Stadium-of-Domitian-on-the-Palatine-Hill/)

Penelitian yang diterbitkan Selasa (16/10/2018) di jurnal Nature Communications, menyarankan siapapun yang ingin bepergian untuk melihat sejumlah warisan keajaiban dunia agar segera melakukannya, sebelum perubahan iklim merusaknya, terutama akibat banjir dan erosi. Pasalnya lagi menurut peneliti, warisan-warisan dunia itu dibangun nenek moyang kita di wilayah yang dekat dengan sumber air.

Penelitian ini menemukan, di seluruh kawasan Mediterania pada tahun 2100, risiko banjir dapat meningkat 50% dan risiko erosi sebesar 13%, dengan peningkatan yang jauh lebih tinggi di situs Warisan Dunia tertentu; wilayah yang dipilih untuk dilestarikan karena pentingnya mereka dalam sejarah manusia.

Studi tersebut yang dilansir laman CNN memperingatkan, dampaknya terhadap ikon-ikon historis itu akan menjadi signifikan, kecuali tindakan diambil dengan cepat. “Perencanaan adaptasi sangat dibutuhkan,” kata penulis utama Lena Reimann, seorang peneliti doktoral untuk Risiko Pesisir dan Kelompok Penelitian Tingkat Laut di Jerman.

“Jika warisan bersama kita hancur atau hilang, tidak mungkin untuk mengganti atau membangunnya kembali,” katanya.

Ada 1.092 situs sejarah budaya di Daftar Warisan Dunia 2018, yang menurut para penulis dalam studi tersebut, memiliki nilai intangible yang tinggi karena mereka mewakili ikon peradaban manusia. Menurut mereka, karena nenek moyang kita sering menetap di dekat air untuk makanan dan perdagangan, banyak warisan sejarah yang terdapat di daerah pesisir, terutama di kawasan Mediterania yang kaya sejarah.

Karena topografi yang curam dari banyak situs yang berkumpul di sepanjang Laut Tengah, kebanyakan berupa kota, baik dulu maupun sekarang, umumnya dibangun di tepi air. Banyak misalnya situs-situs Warisan Dunia yang sudah terancam kenaikan permukaan laut. Venesia, misalnya, telah dianggap tenggelam selama bertahun-tahun.

Postcomended   Teman Lama Julian Assange Gantikan Posisi Boss WikiLeaks

Kenyataannya, banjir di Venesia terjadi secara teratur dan selama berabad-abad. Pada 1996, kombinasi hujan, gelombang tinggi, dan angin kencang menyebabkan kanal-kanal meluber di atas tingkat normal.

Tetapi sejauh ini hanya sedikit yang diketahui tentang potensi dampak masa depan dari banjir dan erosi yang diakibatkan perubahan iklim, dan itulah yang dirancang untuk ditangani oleh penelitian ini.

Para peneliti memberi peringkat dan membandingkan 49 lokasi yang menghadapi risiko tertinggi dari total 159 situs Warisan Dunia yang berjajar  di Laut Mediterania. Karena banyaknya situs bersejarah di sepanjang pantai mereka, sepertiga dari situs yang terancam punah itu terletak di empat negara: Italia (15), Kroasia (7), Yunani (4), dan Tunisia (4).

Desain penelitian mengeksplorasi risiko banjir dan erosi di bawah empat skenario kenaikan permukaan laut yang berbeda sampai 2100, mulai dari tidak ada risiko hingga risiko tertinggi.
Risiko banjir tertinggi adalah di kota-kota di sepanjang Laut Adriatik utara. Beberapa berada dalam ancaman bahaya yang parah.

Selain Venesia dan laguna, kota Italia Ferrara dan lahan basahnya Po Delta dan Patriarkal Basilika Aquileia di pantai utara Italia saat ini berisiko tinggi karena naiknya permukaan laut.

Untuk menentukan risiko banjir di masa depan, para peneliti menggabungkan area banjir dan kedalaman banjir. Mmereka menemukan indeks risiko banjir di bawah skenario terburuk yakni akan meningkat hingga 50% hingga 2100 di seluruh wilayah.

Postcomended   Coldplay Rilis Lagu Dukung Imigran

Kedalaman banjir maksimum, mereka temukan, mungkin meningkat sebesar 290% di seluruh wilayah. Di Venesia, kedalaman banjir maksimum mungkin setinggi 2,5 meter atau 8 kaki di atas tingkat normal.

Studi ini juga menemukan 42 dari 49 situs menderita erosi air laut. Italia memiliki paling banyak situs yang terancam oleh erosi, diikuti oleh Kroasia dan Yunani.

Pada 2100, di bawah skenario risiko tertinggi, kota Ban di Lebanon menduduki puncak daftar kota yang terancam oleh erosi. Tirus misalnya, adalah rumah bagi salah satu hippodrom Romawi terbesar dan terawat baik, arena balap yang sebagian besar digunakan untuk balapan kereta Romawi.

Tyre diikuti oleh Efesus, Yunani, yang dikenal dengan Temple of Artemis, salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Dalam bahaya yang sama adalah Heraion, sebuah kuil besar yang didedikasikan untuk Hera di Samos, Yunani, dan Ensemble Arkeologi Tárraco di Spanyol, dikatakan sebagai pemukiman Romawi pertama dan tertua di Semenanjung Iberia.

Studi tersebut juga menemukan, hanya dua dari 49 situs, Madinah dari Tunis dan Xanthos-Letoon, yang tampaknya aman dari banjir dan erosi yang terkait perubahan iklim pada akhir abad ini,

Temuan suram. Tetapi Reimann dan rekan-rekannya berharap informasi dalam laporan mereka dapat membantu menggembleng tindakan untuk melindungi situs sejarah yang unik ini dari kerusakan lebih lanjut.

“Jika mitigasi perubahan iklim yang ketat dikejar seperti yang direncanakan berdasarkan Perjanjian Paris, peningkatan risiko banjir dan risiko erosi di masa mendatang dapat dijaga seminimal mungkin,” harap Reimann.

Postcomended   Universitas Inggris dan AS Dominasi Peringkat Teratas, Cina Depak Singapura di Asia

Sementara Koalisi Warisan Dunia memantau setiap situs bersejarah, terserah masing-masing negara untuk mempertahankan situs mereka, yang mencakup adaptasi terhadap perubahan iklim. Namun, kata Reimann, adaptasi akan sangat menantang di negara-negara dengan sejumlah besar Situs Warisan Dunia yang berisiko seperti Italia, Kroasia, dan Yunani.

Beberapa dari negara-negara itu juga menghadapi masalah lain, seperti krisis ekonomi, masalah pengungsi dan konflik sosial yang mungkin mengganggu kemampuan negara untuk mengatasi tantangan perubahan iklim. Reimann berharap Konvensi Warisan Dunia UNESCO dapat mendukung negara-negara yang terkena dampak ini.***

 

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top