sumber: https://desdaughter.com/2018/02/05/ambient-air-pollution-risk-pregnancy-loss/

foto: desdaughter.com

Satu studi besar menunjukkan, polusi udara secara signifikan meningkatkan risiko berat lahir rendah pada bayi. Ini informasi yang mencemaskan bahkan mengerikan, pasalnya kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan kesehatan seumur hidup bagi si bayi.

Penelitian yang dilakukan di London, Inggris, ini, dapat berlaku bagi jutaan wanita di kota-kota di seluruh dunia dengan polusi udara yang buruk. “Sesuatu yang mendekati malapetaka kesehatan masyarakat,” kata para dokter yang terlibat dalam penelitian itu.

Secara global, dua miliar anak –90% dari semua anak– terpapar polusi udara di atas pedoman Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. Penelitian Unicef yang juga diterbitkan Rabu (12/9/2018), menemukan bahwa 17 juta bayi terpapar udara polutif yang enam kali lebih beracun daripada yang ditetapkan dalam pedoman WHO.

Tim itu mengatakan bahwa tidak ada cara yang dapat diandalkan para wanita di kota-kota untuk menghindari paparan kronis polusi udara selama kehamilan. Karenanya Tim menyerukan tindakan segera dari pemerintah untuk memotong polusi dari kendaraan dan sumber lainnya.

“Ini adalah situasi yang tidak dapat diterima bahwa ada faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh wanita (hamil), yang mempengaruhi bayinya yang belum lahir,” kata Mireille Toledano, di Imperial College London, pemimpin penelitian ini yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ), dan laporannya diteruskan laman The Guardian.

Studi ini menganalisis semua kelahiran hidup di Greater London selama empat tahun, yakni lebih dari 540.000 kelahiran hidup secara keseluruhan, dan menentukan hubungan antara polusi udara yang dialami ibu dan berat lahir rendah, yang didefinisikan sebagai kurang dari 2,5 kg. Para ilmuwan menemukan peningkatan 15% dalam risiko berat lahir rendah untuk setiap tambahan 5 mikrogram per meter kubik (μg / m3) dari polusi partikel halus.

Postcomended   Kabar Gembira untuk yang Sering Kurang Tidur

Eksposur rata-rata wanita hamil di London untuk polusi partikel halus adalah 15μg / m3, jauh di bawah batas hukum Inggris tetapi 5μg / m3 lebih tinggi dari pedoman WHO. Memotong polusi sesuai pedoman itu akan mencegah 300-350 bayi setahun lahir dengan berat badan rendah, para peneliti memperkirakan. “Batas hukum Inggris tidak aman dan tidak melindungi ibu hamil dan bayi mereka,” kata Toledano.

Postcomended   Hongkong Bakal Mulai Larang Rokok Elektronik, Industri Tembakau Galau

“Kami tahu bahwa berat badan lahir rendah sangat penting,” katanya. “Ini tidak hanya meningkatkan risiko bayi sekarat, tetapi juga memprediksi risiko seumur hidup diabetes, penyakit kardiovaskular, dll. Anda akan mematri seluruh lintasan penyakit kronis seumur hidup.”

Penelitian baru menunjukkan dampak polusi udara pada bayi di London adalah signifikan, tetapi mempengaruhi jumlah yang relatif kecil; hanya sekitar 2,5% dari semua bayi cukup bulan lahir dengan berat badan rendah. Namun, banyak kota di seluruh dunia, seperti New Delhi, India, menderita tingkat udara beracun yang jauh lebih tinggi, meningkatkan kekhawatiran akan dampak besar pada bayi yang belum lahir.

Direktur eksekutif Unicef, ​​Anthony Lake, mengatakan: “Polutan tidak hanya membahayakan paru-paru bayi yang sedang berkembang, tapi juga dapat secara permanen merusak otak mereka yang sedang berkembang dan dengan demikian, masa depan mereka. Tidak ada masyarakat yang mampu mengabaikan polusi udara.”

Studi BMJ baru didasarkan pada observasi dan tidak dapat membuktikan hubungan kausal antara polusi udara dan berat lahir rendah, tetapi korelasinya sangat kuat, kata Toledano: “Kekuatan penelitian kami luar biasa karena jumlahnya yang sangat besar, yang terbesar hingga saat ini di Inggris dan hubungannya diperkuat oleh serangkaian studi sebelumnya dari daerah lain yang mereplikasi temuan.”***

Share the knowledge