Ini Bahayanya Bila Orang Tua Pilih Kasih Pada Anak, WAJIB BACA Wajibbaca.com800 × 532Search by image Mempunyai lebih dari satu anak memang membuat suasana lebih rame. Namun ada kendala yang dihadapi, dimana orangtua harus adil dalam banyak hal.

Ini Bahayanya Bila Orang Tua Pilih Kasih Pada Anak, WAJIB BACA Wajibbaca.com800 × 532Search by image Mempunyai lebih dari satu anak memang membuat suasana lebih rame. Namun ada kendala yang dihadapi, dimana orangtua harus adil dalam banyak hal.

Satu studi baru menunjukkan, dalam persaingan antar saudara kandung untuk mendapatkan perhatian orang tua, anak bungsu cenderung menjadi favorit orang tua. Namun sebenarnya semua bermuara pada sikap favoritisme (pilih kasih) orang tua. Sikap ini tak masalah karena setiap anak memiliki kebutuhan berbeda.

Periset dari School of Family Life, Brigham Young University (BYU), telah menyimpulkan bahwa favoritisme sebenarnya ada di mata orang yang melihatnya. Intinya, jika saudara termuda merasa mereka favorit dan orang tua mereka setuju, hubungan orang tua-anak diperkuat. Jika mereka tidak menganggap mereka favorit, maka yang terjadi sebaliknya.

Bagi anak-anak yang lebih tua, apakah mereka dianggap favorit atau tidak, kurang berpengaruh terhadap hubungan mereka dengan orang tuanya. Para periset percaya, ini karena adanya perbandingan sosial, dimana saudara-saudara yang lebih muda memosisikan diri di posisi saudara yang lebih tua.

“Bukannya anak sulung tidak pernah memikirkan saudara mereka,” kata asisten School of Family Life BYU, Alex Jensen. “Dugaan saya, mungkin karena jarang orang tua mengatakan kepada saudara yang lebih tua, ‘mengapa kamu tidak bisa menjadi lebih seperti adikmu?‘ Ini lebih mungkin terjadi sebaliknya.”

Para peneliti menarik kesimpulan mereka setelah mempelajari 300 keluarga dengan masing-masing memiliki dua anak remaja. Anak-anak dan orang tuanya ditanyai berbagai pertanyaan untuk menilai tingkat favoritisme. Orang tua ditanya berapa banyak kehangatan dan konflik yang mereka hadapi dengan anak mereka, sementara para remaja diminta menggambarkan hubungan mereka dengan orang tua mereka.

Para peneliti menemukan bahwa secara keseluruhan, anak-anak memiliki lebih banyak kehangatan dan juga konflik dengan ibu mereka, namun tingkat perubahan dalam hubungan untuk ibu dan ayah serupa. Sementara anak-anak kecil bertanya-tanya posisi mereka di mana.

Jensen yakin hasil penelitian tersebut akan serupa untuk keluarga yang lebih besar.

“Jika saya ditanya, ‘Apakah kita melihat hal yang sama terhadap anak kedua dan ketiga?’ Saya kira mungkin begitu,” kata Jensen. Sementara anak bungsu melihat ke semua yang lebih tua darinya (empati), seperti sudah di alurnya.

 

Dan jika Anda orang tua yang bertanya-tanya bagaimana menangani semua ini dan membawa anak-anak ke arah terbaik, Jensen mengatakan bahwa memperlakukan anak-anak secara sama tidak selalu merupakan pendekatan terbaik. “Ketika orang tua lebih menunjukkan cintanya dan mereka lebih mendukung dan konsisten pada semua anak, favoritisme cenderung tidak masalah,” kata Jensen.

Orang tua lanjut Jensen, hanya perlu memperlakukan mereka dengan adil, tapi tidak sama, karena mereka adalah orang yang berbeda dan memiliki kebutuhan yang berbeda.(***/independent)