Berkali-kali dikabarkan tewas, lengkap dengan konfirmasi dari pejabat terpercaya seperti yang pernah dilakukan Rusia bahkan AS, pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, kembali dikabarkan mengeluarkan pernyataan audio yang menyemangati pengikutnya di tengah pengakuan kekalahan mereka. Jika ini benar dia, pesan audio ini untuk pertama kalinya Baghdadi kembali menunjukkan bahwa dia masih setelah satu tahun “menghilang”.

Dalam pesan itu, seperti dilaporkan CNN, pria yang ada dalam rekaman mengakui bahwa kelompok ISIS kalah, dan itu adalah ujian dari Tuhan, seraya mengatakan mereka harus tetap bersama. Pria itu mengatakan, pengikutnya sedang diuji dengan “rasa takut dan lapar”, tetapi lanjut dia, “kabar gembira” akan diberikan kepada mereka yang “sabar bertahan”.

Pesan audio berdurasi 55 menit itu diterbitkan oleh sayap media ISIS, al-Furqan, Rabu (22/8/2018).  “Komando Pusat AS menyadari rekaman audio yang diduga (Baghdadi ini),” kata juru bicara Komando Pusat, Kapten William Urban. Kami tidak tahu di mana Abu Bakar al-Baghdadi saat ini, tetapi dia tetap menjadi sosok yang ingin kami hapus dari medan perang.”

“Saya tidak percaya bahwa sumber resmi pemerintah AS pernah mengklaim bahwa dia sudah mati,” ujarnya. Urban membenarkan ketika ditanya bahwa itu berarti para pejabat AS percaya bahwa Baghdadi masih hidup.

Postcomended   Dolar Menguat, Gaji Pekerja Wall Street Melesat

Jika benar dari Baghdadi, ini adalah pesan audio pertamanya sejak jatuhnya kota Raqqa pada Oktober 2017, karena tanah yang dipegang ISIS di Suriah terus berkurang. Pria dalam rekaman itu mereferensi kerugian besar ISIS.

“Bagi mujahidin, skala kemenangan atau kekalahan tidak dilihat dari wilayah yang dicuri atau tunduk pada mereka yang memiliki superioritas udara, atau rudal antar benua, atau bom pintar, dan bukan pada berapa banyak pengikut yang mereka miliki,” katanya. “Skala itu tergantung pada seberapa besar iman yang dimiliki oleh para penyembah,” tambahnya.

Orang yang berbicara dalam rekaman itu membuat referensi ke peristiwa baru-baru ini, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Turki. Dia mengacu pada sanksi yang dikenakan AS pada Turki pada 1 Agustus 2018, “Hanya untuk melepaskan pendeta,” ujar suara tersebut, mengacu pada pendeta AS Andrew Brunson, yang ditahan di Turki.

Pria itu juga mengatakan Rusia dan Iran berusaha memberontak melawan sanksi dan menghindari situasi serupa dengan Korea Utara. Suara itu mengatakan Amerika menggunakan “kebijakan geng” dan itu adalah “tanda kelemahan.”

Pria itu menyebut kota Idlib, Suriah, dan mengatakan bahwa militer Rusia dan Suriah akan menyerbunya “dengan bantuan para pengkhianat,” sebuah referensi untuk beberapa pemberontak Suriah. Dia lalu menyeru Muslim Sunni untuk menggulingkan pemerintah Yordania, yang merupakan sekutu AS dan Inggris.

Postcomended   Bangun Pangkalan, Cina Semakin Menancapkan Kuku di Afrika

Dia juga memberikan restunya kepada para “lone wolves” di tanah perang salib di Kanada, Eropa dan di tempat lain untuk pekerjaan mereka dalam mendukung saudara-saudaranya, dan meminta pendukung ISIS untuk melakukan serangan-serangan serupa yang sederhana: “Peluru atau tikaman atau sebuah bom, akan bernilai seribu operasi. Dan jangan lupa untuk ‘berkendaraan’ di jalan-jalan,” ujar suara itu, provokatif.

Pesan Langka

Baghdadi hanya membuat satu penampilan publik pada Juli 2014, di Masjid al-Nuri di Mosul, yang direbut kembali oleh pasukan keamanan Irak pada Juni 2017. Sejak itu ISIS merilis berbagai pesan audio yang diklaimnya dari Baghdadi. Yang terbaru adalah pada September 2017 yang muncul untuk membuat referensi ke acara berita yang terjadi setelah Rusia mengklaim dia sudah mati.

Pada Februari, beberapa pejabat AS yang berbicara secara eksklusif kepada CNN mengatakan dia telah terluka dalam serangan udara pada Mei 2017 dan harus melepaskan kendali kelompok teror hingga lima bulan karena luka-lukanya. Penilaian badan intelijen AS didasarkan pada laporan dari tahanan ISIS dan pengungsi di Suriah Utara yang muncul beberapa bulan setelah serangan udara itu, para pejabat menambahkan.

Diyakini serangan udara terjadi dekat dengan tanggal yang ditawarkan oleh militer Rusia pada Juni, ketika mereka mengklaim telah membunuh atau melukai pemimpin ISIS. Pada saat itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sedang menyelidiki laporan Baghdadi telah tewas dalam serangan udara pada 28 Mei di pinggiran Raqqa, markas utama kelompok itu, yang didukung pasukan AS pada Oktober 2017.

Postcomended   Asteroid Sebesar Piramida Giza yang Berpotensi Bahaya Sedang Dekati Bumi

Analis memperingatkan pada waktu itu bahwa laporan kematian Baghdadi harus diperlakukan dengan skeptis mengingat tingginya jumlah laporan palsu sebelumnya.***

Share the knowledge