Internasional

Surat Galileo yang Berupaya Memperdaya Pihak Gereja Ditemukan

Gagasan-gagasan surga Galileo dianggap sesat dan ia menjalani sembilan tahun terakhirnya di bawah tahanan rumah. Kredit: DeAgostini/Getty (via Nature.com)

Gagasan-gagasan surga Galileo dianggap sesat dan ia menjalani sembilan tahun terakhirnya di bawah tahanan rumah. Kredit: DeAgostini/Getty

http://Ini kabar terbaru dari ilmuwan yang hidupnya teraniaya karena mendukung teori bahwa pusat tata surya adalah Matahari. Menurut seorang peneliti yang baru-baru ini menemukan dokumen di Inggris, salah seorang tokoh ilmiah paling terkemuka di dunia yang hidup di abad ke-17 ini tampaknya mengedit suratnya sendiri untuk meredam kritik dari Gereja Katolik, dan berbohong untuk menghindari hukuman.

Sejarawan sains, Salvatore Ricciardo, telah menggali surat asli kepunyaan Galileo Galilei yang menjelaskan proses bidah terhadap astronom, di British Royal Society, menurut Nature. Situs web ini melaporkan, seperti diteruskan Sputniknews, bahwa ia menemukan dokumen yang diduga ditulis oleh Galileo tertanggal 21 Desember 1613 ketika kisah kutukannya dimulai.

Surat yang ditemukan ini sebenarnya telah dimiliki oleh British Royal Society selama setidaknya 250 tahun. Namun katalog lembaga ini menunjukkan kesalahan menyebut tanggal sehingga tidak ada yang menduga bahwa surat tersebut entah bagaimana terhubung dengan awal pertikaian antara inkuisitor (semacam jaksa dari kalangan gereja) dan Galileo.

Postcomended   Singa Bunuh Ayah Anak-anaknya di Kebun Binatang, Para Pakar Terkejut #FacebookDown

Galileo kemudian diketahui dijatuhi hukuman penjara atas tuduhan keras melakukan bidah terhadap gereja Katolik. Hukumannya kemudian diganti dengan tahanan rumah yang berlaku hingga kematiannya.

“Saya pikir, Saya tidak percaya bahwa saya telah menemukan surat yang hampir semua ilmuwan (yang mencermati) Galileo, memikirkannya. Rasanya lebih luar biasa karena surat itu tidak berada di suatu perpustakaan yang tidak jelas, tetapi di perpustakaan Royal Society,” kata sarjana itu.

Penemuan ini dianggap sebagai bukti upaya Galileo mengubah surat aslinya ke versi yang lebih moderat, yang berisi bahasa yang lebih lembut, surat asli, yang digunakan untuk melawannya oleh otoritas Katolik dalam sayu proses yang terkenal.

Surat asli itu diduga telah hilang. Ada dua varian surat yang beredar, yang meletakkan argumen yang sama tentang kebebasan ilmiah, membantah pentingnya doktrin teologis, dan menunjukkan bahwa model tata surya heliosentrik tidak bertentangan dengan Alkitab.

Varian pertama, ditujukan kepada matematikawan Benedetto Castelli, memicu badai. Laman Nature menyebutkan, di dalamnya Galileo menetapkan untuk pertama kalinya argumen bahwa penelitian ilmiah harus bebas dari doktrin teologis.

Dia berpendapat bahwa sedikitnya referensi yang ada di dalam Alkitab untuk peristiwa astronomi seharusnya tidak dipahami secara harfiah. Galileo berpendapat bahwa juru tulis (alkitab) telah menyederhanakan uraian dengan maksud agar mudah dipahami orang-orang biasa.

Postcomended   15 Oktober dalam Sejarah: Napoleon Tiba di Pengasingannya di Pulau Tandus di Tengah Atlantik

Otoritas agama yang berpendapat sebaliknya, tulis Galileo, tidak memiliki kompetensi untuk menilai. Yang paling penting, dia beralasan bahwa model heliosentrik (Bumi mengorbit Matahari), yang diusulkan oleh astronom Polandia, Nicolaus Copernicus, 70 tahun sebelumnya, sebenarnya tidak sesuai dengan Alkitab.

Badai surat kepada Castelli itu berakhir dengan proses “inkuisisi Romawi” pada 1615. Inkuisisi Romawi, menurut oxfordbibliographies.com, adalah gelar umum yang diberikan kepada Kantor Suci Inkuisisi sebagaimana direformasi dari 1542 di bawah pengawasan paus pusat di Roma.

Varian kedua dilekatkan oleh Galileo ke sebuah surat yang ditulisnya pada waktu itu kepada temannya. Galileo berpendapat bahwa versi yang diambil oleh otoritas keagamaan diedit oleh “musuh” yang mengklaim versi yang terakhir adalah yang benar, (dan) meminta untuk diberikan kepada Vatikan.

Dokumen yang baru ditemukan inilah mungkin menunjukkan kata-kata asli sang astronom, yang bertepatan dengan salinan yang lebih memancing peradangan. Dia awalnya, seperti dalam surat yang dikirim kepada Castelli, menggambarkan bahwa beberapa ayat dari Alkitab itu “salah” karena dipahami secara harfiah. Lewat surat yang sempat dinyatakan hilang inilah Galileo mencoba melunakkan kata-katanya tersebut.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top